Desa Ngumpakdalem sebagai salah satu desa yang terletak di Kecamatan Dander Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. Luas lahan pertanian desa tersebut kurang lebih 630 ha. Dengan pola tanam padi – padi – palawija. Palawija di desa ini lebih dominan kacang hijau, yang biasanya ditanam pada musim kemarau. Desa ini mempunyai 5 (lima) dusun dan salah satunya adalah Dusun Bogo. Di dusun ini terdapat 1 (satu) kelompok tani yang bernama “Bogo Makmur” dan diketuai oleh seorang anak muda yang bernama Mohamad Suprapto. Lelaki kelahiran tahun 1987 ini mempunyai semangat yang luar biasa dalam bidang pertanian. Ketertarikannya dalam bidang hortikultura bermula dari kejenuhan dalam bercocok tanam padi yang hasilnya kadang tidak sesuai dengan yang diharapkan. Oleh sebab itu, mulai tahun 2018 mencoba budidaya bawang merah. Pada awal tanam, hasil yang diperoleh tidak sesuai dengan yang diharapkan. Tapi semangatnya untuk berhasil membuat beliau tetap melakukan tanam beberapa kali sampai mendapatkan hasil sesuai dengan yang diharapkan. Prinsip pantang menyerah inilah yang menjadikannya semangat dalam melangkah. Untuk saat ini, Suprapto mencoba peruntungan horti dengan menanam tomat buah varietas servo. Dari sepetak lahan yang ada, dengan luasan sebesar 1.250 m2 ditanamlah sebanyak 1.500 pohon. Dengan modal awal (mulai dari pembuatan bedengan, penyemaian benih, tanam, pemupukan, tenaga kerja, dll) kurang lebih sebesar Rp 5.000.000,00 (lima juta rupiah) bisa diperoleh hasil 3 (tiga) kali lipat. Ini dihitung dengan harga jual sebesar Rp 7.000,00/kg. Dari tiap-tiap pohon bisa diperoleh kurang lebih 3 (tiga) kg. Biaya pemeliharaan juga tidak begitu banyak. Jika waktu panen tiba, hampir dipastikan tiap hari diperoleh hasil antara 20 - 30 kg. Sedangkan untuk pemasarannya, saat ini masih warga di sekitar tempat tinggal saja. Itupun sudah kewalahan dalam melayani permintaan. Karena kondisi buah yang sangat bagus dan hampir tidak ada cacat fisik menjadikan konsumen sangat senang beli. Selain tomat, saat ini Suprapto juga tanam bawang merah dan cabe, meskipun hanya di sepetak lahan yang tidak seberapa luas. Melihat hasil yang sangat menyenangkan ini, menjadikan Suprapto optimis dalam budidaya hortikultura. Menurutnya, hasil yang diperoleh lebih menjanjikan dibandingkan tanam padi. Selain itu, perawatannya juga sangat mudah. Hanya saja membutuhkan ketelatenan dan kesabaran. Oleh sebab itu, beliau mengharap agar jejak langkahnya bisa diikuti oleh petani-petani lainnya. Semoga saja akan banyak petani-petani muda seperti Suprapto ini, sehingga akan mengangkat roda perekonomian petani di daerah masing-masing. ( ANNA YULI SONIAWATI, STP -- Penyuluh Pertanian Kec. Dander, Kab. Bojonegoro )