Loading...

Petani Semunad Praktek Membuat Pupuk Organik

Petani Semunad Praktek Membuat Pupuk Organik
Pupuk adalah material yang ditambahkan pada media tanam atau tanaman untuk mencukupi kebutuhan hara yang diperlukan tanaman sehingga mampu berproduksi dengan baik. Dalam pemupukan, perlu diperhatikan kebutuhan tumbuhan tersebut, agar tumbuhan tidak mendapat terlalu banyak zat makanan. Kebutuhan pupuk ditingkat petani semakin tahun semakin meningkat, namun keterbatasan pupuk dan mahalnya harga pupuk menjadi problem utama bagi petani. Para petani diberbagai daerah masih mengandalkan pupuk subsidi. Ironisnya, alokasi pupuk bersubsidi sangat terbatas. Untuk itu, Pemerintah meminta petani untuk segera mencari alternatif dan jalan keluar dari kondisi itu dengan beralih menggunakan pupuk organik. Pada hari senin tanggal 14 November 2022, Pemerintah Desa Semunad berkolaborasi dengan Balai Penyuluhan Pertanian Tulin Onsoi dengan menggunakan Anggaran Dana Desa (DD) mengadakan pelatihan pembuatan pupuk organik cair yang dihadiri oleh seluruh warga Desa Semunad. Tujuan diadakan pelatihan tersebut untuk meningkatkan pengetahuan sumber daya manusia agar dapat membuat sendiri pupuk organik cair sebagai alternatif pengganti pupuk kimia. Dalam kegaiatan pelatihan tersebut praktek pembuatan pupuk organik cair terdirir dari dua sesi, yaitu sesi pertama praktek pembuatan bokashi cair adapun bahan - bahan yang digunakan adalah dengan memanfaatkan limbah buah - buahan, bonggol pisang, rebung bambu, kotoran ternak sapi, dan EM4. Kemudian dilanjutkan sesi kedua yaitu pembuatan pupuk bioenergi dengan menggunakan bahan - bahan yang juga mudah didapat yaitu dengan menggunakan telur dan ajinomoto. Selama pelaksanaan praktek antusias warga Desa Semunad sangat tinggi, terbukti dengan banyaknya pertanyaan yang diajukan warga ke narasumber. Mudahnya bahan praktek didapatkan dan praktisnya cara pembuatan pupuk organik cair, membuat warga memiliki minat untuk membuat sendiri pupuk organik cair. Pemerintah Kecamatan Tulin Onsoi yang diwakili oleh Bapak Feri selaku Kasi Pemerintahan berpesan agar penggunaan Dana Desa (DD) untuk program ketahanan pangan dan hewani sebesar 20% untuk selanjutnya dapat digunakan untuk pelatihan - pelatihan seperti ini lagi dengan materi dikhususkan untuk tanaman komoditi pangan atau palawija yang disesuaikan dengan kebutuhan petani agar dapat meningkatkan sumber daya manusia khususnya petani - petani yang ada di desa Semunad. Ditulis Oleh: Inamah, SP (Penyuluh Pertanian Muda)