Loading...

PETERNAK DESA JARANGAN MEMFERMENTASI JERAMI PADI UNTUK PAKAN TERNAK

PETERNAK DESA JARANGAN MEMFERMENTASI JERAMI PADI UNTUK PAKAN TERNAK
Jerami padi merupakan salah satu limbah pertanian yang cukup besar jumlahnya dan belum sepenuhnya dimanfaatkan. Produksi jerami padi bervariasi yaitu dapat mencapai 12-15 ton per hektar satu kali panen, atau 4-5 ton bahan kering tergantung pada lokasi dan jenis varietas tanaman yang digunakan. Penggunaan jerami padi sebagai pakan ternak telah umum dilakukan di daerah tropik dan subtropik, terutama sebagai pakan ternak pada saaat musim kemarau, akan tetapi penggunaan jerami padi sebagai pakan ternak mengalami kendala terutama disebabkan adanya faktor pembatas dengan nilai gizi yang rendah yaitu rendahnya kandungan protein kasar, lignin dan silika. Palatabilitas jerami padi rendah karena kandungan proteinnya jauh dibawah setandar, kecernaan jerami padi hanya mencapai 35-37% dengan kandungan protein kasar 3-4% bahan kering. Mutu rendah jerami padi bila dibandingkan dengan hijauan, disebabkan antara lain: 1) mempunyai kadar silikat yang tinggi; 2) jerami padi merupakan limbah tanaman tua, sehingga sudah mengalami lignifikasi tingkat lanjut, maka sebagian besar karbohidratnya telah membentuk ikatan lignin dalam bentuk lignoselulosa dan lignohemiselulosa yang sukar dicerna; 3) kandungan protein kasar rendah Kualitas jerami padi dapat ditingkatkan baik secara kimia maupun biologi. Peningkatan jerami padi melalui biologi adalah melalui fermentasi. Fermentasi merupakan proses pemecahan senyawa organik menjadi sederhana yang melibatkan mikroorganisme dengan tujuan menghasilkan suatu produk yang mempunyai kandungan nutrisi, tekstur yang lebih baik memperpanjang masa penyimpanan, mengendalikan pertumbuhan mikrobia, mempertahankan gizi yang dikehendaki, menciptakan kondisi kurang memadai untuk mikrobia kontaminan. Fermentasi adalah segala macam proses metabolic dengan bantuan enzim dari bantuan mikroba (jasad renik) untuk melakukan oksidasi, reduksi, hidrolisa, dan reaksi kimia lainnya sehingga terjadi perubahan kimia pada suatu substrat organic dengan menghasilkan produk tertentu. Jerami padi merupakan limbah tanaman pangan yang sangat potensial. Jerami padi merupakan limbah pertanian dari sisa tanaman padi yang telah dipanen hasilnya yaitu, berupa batang, daun yang masih hijau atau yang sudah menguning. Nilai manfaat jerami padi sebagai pakan ternak dapat ditingkatkan dengan dua cara, yaitu dengan mengoptimalkan lingkungan saluran pencernaan atau dengan meningkatkan nilai nutrisi jerami. Optimasi saluran pencernaan terutama rumen, dapat dilakukan dengan pemberian bahan pakan suplemen yang mampu memicu pertumbuhan mikroba rumen pencerna serat seperti bahan pakan sumber protein. Sementara nilai nutrisi dan tingkat pemanfaatan dapat diperbaiki dengan memberikan perlakuan yang dapat meningkatkan kandungan protein dan perenggangan ikatan lignoselulosa. Perlakuan yang paling umum dilakukan adalah dengan fermentasi. Jerami padi kurang bermanfaat dibandingkan dengan hijauan berkualitas rendah lainnya karena kurang palatable dan daya cernanya rendah. Cara baru yang relatif murah, praktis dan hasilnya sangat disukai ternak adalah fermentasi dengan menambahkan bahan mengandung mikroba proteolitik, lignolitik, selulolitik, lipolitik dan bersifat fiksasi nitrogen non simbiotik (contohnya: starbio, starbioplus). MANFAAT JERAMI FERMENTASI Mempunyai kandungan protein lebih tinggi dari jerami biasa (sekitar 7 – 9%); Lebih mudah dicerna oleh hewan/ternak ruminansia; Nilai gizi pakan meningkat; Beraroma harum, tidak berbau busuk; Lebih higienis; Bahan mudah didapat dan murah; Sebagai cadangan pakan tahan lama, praktis dan murah. Oleh karena itu, melihat jerami yang sangat banyak di lahan sawahnya, Zainul Rosyid (42 th) mencoba memfermentasi. Pembuatan jerami fermentasi ini didampingi oleh Penyuluh Pertanian lapangan (PPL) setempat. Dia mengaku, selama ini jerami hanya diberikan begitu saja ke ternak domba dan sapi yang ada di kandang miliknya. Dengan pengetahuan yang didapat dari PPL dia mencoba mempraktekkan dengan harapan ada pemanfaatan yang lebih dari jerami yang otomatis mampu meningkatlkan produktivitas ternak domban dan sapiya. “ Harapan saya, hasil fermentasi jerami ini mampu meningkatkan konsumsi pakan dan produktivitas ternak domba dan sapi saya” ungkap peternak asal Desa jarangan Kecamatan Rejoso Kabupaten Pasuruan tersebut. Jika berhasil, ketua kelompoktani Bangun Tani I tersebut akan mengajak peternak lain untuk memfermentasi jerami padi mereka agar kesejahteraan peternak meningkat. BAHAN DAN UKURAN UNTUK FERMENTASI Jerami padi kering, kadar air -/+ 10%, bisa dalam bentuk jerami utuh sebanyak 150 kg EM4 2 liter Molase/tetes tebu sebagai sumber energy awal buat mikrobia pada awal inkubasi 3 kg Katul 10 Kg Air sumur tanpa 20 liter. PERALATAN Sabit Tong bekas ukuran 200 liter Ember 20 liter Gayung Plastik Karet ban Kayu Catatan : Jika jeraminya basah, kadar air 20 – 25%, maka menambah airnya sedikit saja atau diperkirakan nantinya jerami mengandung air berkisar 25 – 30%. PROSES PEMBUATAN Letakkan tong di tempat yang teduh dan tidak terkena sinar matahari secara langsung. Potong sekecil mungkin jerami dengan menggunakan sabit atau alat pemotong lainnya. Campur air dengan bakteri EM4 sampai rata di dalam ember Masukkan potongan jerami ke dalam tong dengan ketinggian 20-30 cm. Taburi tumpukan jerami dengan bekatul Siram tumpukan jerami dengan larutan EM4 secara rata Masukkan lagi jerami, lakukan langkah tersebut (4-6) di atas sampai tong terisi penuh atau bahan habis. Tutup tong dengan plastik . Ikat plastik dengan karet ban agar benar-benar tidak ada udara yang dapat masuk karena hal tersebut akan mengakibatkan gagalnya proses fermentasi. Proses fermentasi akan berlangsung selama 2-3 minggu dengan ciri-ciri aroma jerami sudah berubah beraroma harum seperti tape dan serat-serat jerami sudah lunak (periksa dengan cara pegang dan remas-remas), serta tumpukan dalam jerami sudah mengeluarkan jamur berwarna putih dan kuning, maka proses pembuatan fermentasi sudah selesai CARA PENYAJIAN Berikan jerami fermentasi secukupnya, 1 ekor sapi dewasa, bobot badannya >400 kg, cukup 10 kg/hari. Tapi mesti diangin-anginkan terlebih dahulu minimum 5 menit, baru berikan kepada sapi. Sebaiknya pemberian dibagi dua atau tiga kali dalam sehari, yakni pagi, setelah diberi konsentrat, siang hari setelah diberi konsentrat. NYIMPANAN Jerami fermentasi dapat disimpan sampai satu tahun.Caranya: setelah fermentasinya sudah jadi (matang), bongkar dan angin-anginkan sampai kering, kemudian diikat kembali atau bila perlu di-pres agar dapat lebih padat dan mudah diatur. Maka buatlah jerami fermentasi sebanyak-banyaknya untuk disimpan dan digunakan pada musim kemarau (cadangan pakan). PAKAN TAMBAHAN Sapi atau hewan ruminansia lain tetap memerlukan pakan tambahan untuk mencukupi kebutuhan sesuai dengan tujuan pemeliharaan. Peternak harus menyediakan konsentrat bahan kering minimum 1,5% dari bobot badan. Konsentratnya dapat berupa konsentrat jadi atau meramu sendiri seperti ampas tahu, bekatul, bungkil kedelai, dan lain-lain. Sapi lebih lahap makannya, pencernaannya semakin optimum, daya tahan lebih tinggi terhadap serangan penyakit dan cuaca ekstrim, serta berpenampilan lebih baik, kulit berminyak, bulu lembut, mata cerah berseri. Jangan lupa sediakan air minum sebanyak 40 – 100 liter setiap ekor atau ad libitum setiap hari agar metabolisme ternak ruminansia semakin lancar.