PGPR atau Plant Growth Promoting Rhizobacteria, kalau diterjemahkan artinya kurang lebih : Rizobakteri Pemacu Pertumbuhan Tanaman, telah menjadi sesuatu yang sangat penting di seluruh dunia dan diakui menjadi sesuatu yang sangat menguntungkan bagi dunia pertanian. PGPR dapat menjadi salah satu solusi ketergantungan terhadap produk pupuk kimia sintetis, sehingga dapat menjaga pertumbuhan pertanian secara berkesinambungan dan mendukung visi secara global mengenai pembangunan, perlindungan dan pelestarian lingkungan yang sudah terlanjur rusak oleh aplikasi pupuk kimia sintetis. Riset ilmiah yang melibatkan berbagai disiplin ilmu terus menerus dilakukan untuk lebih memahami penerapan PGPR, efek terhadap fisiologi dan pertumbuhan tanaman, mekanisme PGPR dalam menginduksi dan membantu sistem ketahanan tanaman terhadap penyakit, fungsi PGPR sebagai biokontrol terhadap pathogen yang merugikan tanaman, sebagai pupuk organik, dan menjadi alternatif alami untuk peningkatan produksi, pembentukan koloni rizosfera pada akar tanaman dan masih banyak lagi tujuan penelitian lainnya.Penggunaan mikroorganisme untuk tujuan meningkatkan penyerapan nutrisi tanaman adalah sesuatu yang sangat penting diketahui dalam pertanian organik (Freitas dkk, 2007). Selama beberapa dekade terakhir, pemanfaatan PGPR untuk pertanian ini telah meningkat di berbagai tempat.Mengutip artikel dari Plant Growth Promoting Rhizobacteria : Fundamentals and Aplications by Marcia do Vale BF, et al, terdapat beberapa manfaat dari PGPR ini, di antaranya :1. Meningkatkan nutrisi mineral terlarut dan pengikatan nitrogen, sehingga nutrisi dapat terserap oleh tanaman2. Menekan pertumbuhan patogen dalam tanah, (dengan salah satunya menghasilkan Hidrogen Sianida dan antibiotik), berfungsi sebagai biokontrol terhadap serangan patogen yang terdapat dalam tanah3. Meningkatkan daya tahan stress tanaman terhadap kekeringan, saliniti, dan racun-racun metal/logam4. Menghasilkan fitohormon seperti indole-3-acetic acid (lebih dikenal dengan istilah IAA), auksin, sitokinin, dan giberelinJadi secara garis besar, fungsi umum PGPR dalam meningkatkan pertumbuhan tanaman dibagi menjadi 3 bagian (Tenuta, 2006 ; Cattelan, et all, 1999, Kloepper, 1993)1. Sebagai pemacu atau perangsang pertumbuhan (biostimulants) dengan mensintesis dan mengatur konsentrasi berbagai jenis zat pengatur tumbuh (fitohormon) seperti auksin, sitokinin, giberelin, dan etilen dalam lingkungan akar2. Sebagai penyedia unsur hara (biofertilizers) dengan mengikat nitrogen dari udara secara asimbiosis dan melarutkan unsur hara P yang terikat dalam tanah3. Sebagai pengndali patogen yang berasal dari tanah (bioprotectans) dengan cara menghasilkan berbagai senyawa atau metabolit anti pathogen. CARA PEMBUATAN PGPR AKAR BAMBUBahan :1. Akar bambu + tanahnya : 1 kantong kresek / ½ kg (lebih banyak lebih baik)2. Air Matang : 3 liter3. Gula merah/pasir : ½ kg4. Air kelapa : 2 literCara buat :• Potong kecil-kecil semua akar• Masukan semua bahan kedalam wadah yang dapat ditutup rapat• Biarkan selama 4 hari dan kocok-kocok setiap hari CARA MEMPERBANYAK PGPRBahan :1. Gula merah/molases : 3 kg2. Air kelapa : 5 liter3. Biang PGPR : 1 liter4. Air Matang : 100 literCara buat :• Gula merah, dididihkan dengan air 10 liter selama 30 menit, kemudian biarkan sampa benar-benar dingin• Masukan air kelapa, air 90 liter, dan biang PGPR dalam drum• Tutup rapat, dan biarkan selama 2 minggu, sebaiknya pake aerator DOSIS PENGGUNAAN DAN WAKTU APLIKASI:• Untuk perendaman benih 100 ml/liter air• Untuk perendaman bibit sebelim Tapin 100 ml/liter air selama 5-10 menit• Penyemprotan sebelum pindah tanam 400-500 ml/tangki, satu minggu sebelum tanam• Penyemprotan pada tanaman 5 ml/liter air, interval 15-20 hari sekali Oleh: Amrulloh, SP (PP Muda)