Pendahuluan Ubi kayu sebagai salah satu bahan pangan lokal, apabila diolah menjadi berbagai jenis jajanan dan masakan yang menarik dan memilki cita rasa yang enak, apalagi jika penampilannya memenuhi selera anak dan remaja, dapat menggantikan jajanan anak-anak yang terbuat dari terigu. Dengan cita rasanya yang enak dan pengemasan yang menarik jajajan yang berbahan baku pangan lokal akan mendapatkan nilai tambah dan potensi yang dikembangkan secara komersil Oleh karena itu diperlukan upaya untuk mengangkat citra jajanan anak-anak yang terbuat dari bahan baku pangan lokal tersebut. Konsumsi ubikayu sebagai pangan alternative cukup penting dalam mewujudkan penganekaragaman kon-sumsi pangan karena ketersediaannya cukup banyak dan mudah dibudidayakan pada lahan subur maupun kurang subur sampai lahan marjinal. Ubi kayu dapat langsung dikonsumsi dengan terlebih dahulu direbus, digoreng dan dibakar atau difermentasi menjadi tape. Upaya perbaikan cita rasa perlu disesuaikan dengan selera dan trend zaman, ragam olahan perlu diperbanyak dan dipromosikan agar menjadi pilihan yang menarik dan membangkitkan selera. Diharapkan dengan melakukan perbaikan cita rasa dan menambah ragam produk olahannya, maka tingkat pemanfaatan dan konsumsinya dapat ditingkatkan, dan dapat menunjang kecukupan gizi dan diversifikasi pangan masyarakat. Promosi pemanfaatan dan penyajian produk jenis jajajan yang terbiuat dari singkong perlu terus dilakukan secara intensif. Harga singkong sangat murah dan terjangkau, kebanyakan diantara masyarakat masih melihatnya dengan setengah hati, sebagian besar masyarakat yang mengkonsumsi singkong, baik itu pada status bawah, menengah maupun atas cara pengolahannya cenderung sama, artinya diolah sebatas olahan ringan digoreng atau direbus, dibuat kolah atau lemet, padahal kalau kita lebih kreatif, sebenarnya singkong mampu memberikan rasa yang lebih bernilai ekonomi. Selain itu kehadiran singkong dalam konsisi apapun mampu memberikan kenikmatan rasa tiada tandingan dengan cirri kahs rasanya yang gurih dan empuk. Apalagi bila ditambah dengan berbagai bahan penunjang, misalnya gula, telur, keju dan sebagainya, meskipun kehadiran bahan penunjang tersebut tidak mendominasi Kandungan gizi ubikayu per100 gram bahan mengandung energi 157( kal), protein 0,8 gr, lemak 0,3 gr, 34,9 gr karbohidrat,33 mg kalsium, 40 mg fosfor. 0,70 mg besi, Vit A 48 ( RE) Vit C 30,0 mg, air 62,5 dan bdd 75 %. Singkong sebagai pangan alternative dapat diandalkan karena kandungan karbohidrat, mineral dan proteinnya mampu memberikan energi bagi tubuh manusia. Salah satu jenis olahan yang dapat dipromosikan untuk dikonsumsi baik pada anak-anak, dan remaja adalah Pizza Singkong, yang tak kalah enaknya dengan pizza dari tepung terigu PIZZA SINGKONG Bahan Kulit • 500 gram singkong, kukus dan haluskan selagi panas• 50 gram tepung terigu• 2 Butir kuning telur• 50 gram mentega• Garam secukupnyaCampur semua bahan sisihkan Toping• 2 sdm minyak goreng• 250 gram daging cincang • 100 gram sosis• Paprika hijau dan merah• Keju Mozarella Saus• Bawang putih• Bawang merah/bawang bombay• Saus Tomat• Saus sambal• Lada hitam, garam dan gula pasir• Oregano dan basil ( bila ada ) Cara Membuat Untuk Toping• Tumis bawang merah, dan bawang bombay bersama daging cincang, dan sosis, masukkan lada hitam, dan garam serta gula pasir• Tambahkan oregano dan basil Untuk Kulit • Adonan singkong lumat dibagi 10, kemudian tiap bagian dibentuk bulat pipih dengan tebal kira-kira 1 cm.• Bisa juga disatukan dalam satu wadah• Olesi adonan singkong dengan saus tomat• Ratakan diloyang, dan tusuk-tusuk tengahnya• Beri toping, lanjutkan dengan paprika dan keju mozarella• Oven sampai matang dan kering (Oleh Donny Paseru, S.Pt. Penyuluh Pertanian Kota Manado)