Loading...

POLA TANAM TUMPANG SISIP JAGUNG DENGAN SINGKONG PADA KELOMPOK USAHA BERSAMA (KUB) GGM WAY KANAN

POLA TANAM TUMPANG SISIP  JAGUNG DENGAN SINGKONG  PADA  KELOMPOK USAHA BERSAMA (KUB)  GGM WAY KANAN
Pola tanam tumpang sisip antara jagung dengan singkong merupakan salah satu paket teknologi anjuran dalam upaya mensiati budidaya dimusim kemarau. Pola tanam jagung monokultur sebaiknya pada musim tanam I (MT I) bulan November-Maret. Sedangkan Pola tanam tumpang sisip jagung-singkong sebaiknya di musim tanam II (MT II) yaitu bulan Apri—Agustus. Kelompok Usaha Bersama (KUB) Gempita Gemilang Muda kampung Sidoarjo Kecamatan Blambangan Umpu kabupaten Way Kanan telah menerapkan pola tanam tumpang sisip jagung-singkong bulan Januari—Mei 2019. Hal ini dikarenakan menanam jagungnya terlambat karena lahannya baru dibongkar dari tanaman karet yang sudah tidak berproduksi, sehingga terlambat mulai tanam jagungnya, dan untuk menghindari musim kemarau tidak dapat bercocok tanam ubi kayu maka digunakan pola tanam sisip jagung-singkong. Petani terbiasa melakukan pola tanam dalam setahun: jagung-jagung-bera atau ubikayu monokultur. Pola tanam tersebut berisiko terhadap kekeringan dan fluktuasi harga. Pola tanam jagung-jagung akan berisiko terhadap kekeringan terutama pada musim tanam II (musim kemarau I) pada bulan Maret-April sangat dipengaruhi oleh kondisi iklim terutama curah hujan sudah mulai berkurang dan tidak teratur, sehingga kebutuhan air tidak terjamin sampai panen, berdampak terhadap penurunan produktivitas. Pola tanam ubikayu secara monokultur waktu tanamnya pada MT I (Oktober-November), biasanya produktivitasnya cukup tinggi mencapai 30-40 ton/ha. Benih jagung yang ditanam adalah varietas NK 121, dan bibit singkong varietas caseca. Tahap pertama petani anggota KUB mengolah tanah dan menanam benih jagung NK 121. Jarak tanam yang digunakan yaitu jarak tanam penuh (20 cm x 70 cm) Setelah tanaman jagung berumur 1 minggu dilakukan pemupukan pertama yaitu dengan dosis urea 100 kg/ha, sp36 100 kg/ha, NPK 150/100 dan pupuk kandang 500 kg/ha. Tanaman jagung berumur 5 minggu dilakukan pemupukan ke dua (urea 100 kg/ha). Ketika tanaman jagung berumur 8 minggu dilakukan tanam sisip singkong di antara barisan jagung dengan jarak tanam 70 cm x 80 cm. Jarak tanam ini bertujuan agar tanam tanaman jagung dapat berproduksi dengan normal dan tanaman singkong mendapatkan ruang yang cukup untuk tumbuh. Setelah tanaman jagung dipanen maka segera dilakukan penyiangan dan pembuangan batang jagung di areal tanaman singkong. Hal ini bertujuan agar tanaman singkong mendapatkan cahaya matahari penuh, cepat berkembang , berproduksi tinggi. Tidak lupa segera melakukan pemupukan untuk tanaman singkong karena tanaman singkong menjadi tanaman utama/pokok.