Loading...

POTENSI JERUK BORNEO PRIMA DI PULAU TERDEPAN

POTENSI JERUK BORNEO PRIMA DI PULAU TERDEPAN
Jeruk Keprok Borneo Prima ditemukan pertama kali pada tahun 2003, merupakan jeruk keprok unggulan untuk dataran rendah. Uniknya meski jeruk keprok borneo prima ini termasuk untuk dataran rendah, buah yang dihasilkan berwarna jingga atau orange, sama seperti jeruk keprok dataran tinggi. Tinggi tanaman 3-5 meter, daun tipe tunggal, buah berbentuk lonjong, ketika muda warna hijau ketika tua jingga kuning, bobot buah kira-kira 234 gram per buahnya, daging buah warna orange, per tandan memiliki 2-4 buah, rasa buah jeruk borneo prima manis, dan potensi hasilnya 20kg/pohon per tahunnya. Di Nunukan dan Pulau Sebatik yang berbatasan langsung dengan Malaysia penanaman komoditas jeruk makin diminati oleh petani, bahkan dianggap sebagai komoditas baru yang lebih menguntungkan dibanding komoditas yang telah ada sebelumnya, namun memang harus ada perhatian khusus terhadap pemeliharaan tanaman jeruk yang diketahui lebih padat teknologi dan modal, dibanding komoditas selain jeruk. Salah satu hasil yang menarik adalah pemilihan Keprok Borneo Prima dan Tejakula yang diketahui buahnya bisa berwarna oranye apabila ditanam di Kabupaten Nunukan yang berada di sebelah utara garis katulistiwa. Tahun 2014, di Kabupaten Nunukan telah tertanam komoditas jeruk seluas 331 ha varietas Keprok Borneo Prima dan Keprok Tejakula yang ditanam tiga tahun yang lalu sebagai inovasi baru Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) dan didukung oleh program pengembangan Dirjen Hortikultura, Kementerian Pertanian (Kementan). Pemilihan varietas Keprok Borneo Prima dan Keprok Tejakula karena sesuai untuk agroklimat dataran rendah (0-400 m dpl), sangat sesuai dengan wilayah di Pulau Nunukan dan Pulau Sebatik yang memiliki agroklimat wilayah pantai sampai ketinggian 100 m dpl dengan habitat spot-spot diantara komoditas yang telah ditanam sebelumnya yaitu pisang dan kelapa sawit. Hasil panen jeruk Keprok Borneo Prima yang mencapai 40 – 50 kg/pohon menunjukkan bahwa komoditas ini mulai dibudidayakan dengan baik sesuai dengan teknologi yang diadopsi petani dari Balitbangtan, Kementerian Pertanian melalui program kawalan teknologi selama ini. Dengan kondisi tersebut jeruk dapat menjadi komoditi unggulan di Nunukan dan Sebatik disamping tanaman buah lainnya. Sektor Pemasaran Sektor pemasaran sangat penting untuk mendukung pengembangan agribisnis jeruk. Dengan adanya pasar yang jelas petani tidak akan kesulitan menjual hasil panenannya dan semakin bersemangat dalam usaha tani jeruk. Dengan pemasaran yang bagus jeruk tidak lagi hanya dinikmati oleh masyarakat lokal karena bisa menjangkau seluruh wilayah di negeri ini dengan dukungan transportasi yang memadai. Sinergi antara pemerintah pusat melalui Kementerian Pertanian dengan Pemerintah daerah dan pelaku agribisnis jeruk akan mampu mewujudkan wilayah terdepan Indonesia sebagai sentra produksi jeruk secara Nasional. Teknologi, pemasaran dan sarana transportasi menjadi faktor utama untuk mewujudkan hal tersebut. Pengembangan komoditas jeruk di Kalimantan Timur diarahkan kepada varietas unggul lokal yang sudah dilepas oleh Menteri Pertanian yaitu jeruk keprok Borneo Prima. Jeruk keprok Borneo Prima adalah jeruk keprok yang bisa beradaptasi dengan baik di dataran rendah. Warna kulit buah kuning dengan tekstur agak lunak dan daging buah berwarna orange, kadar gula 8,5-11,6 Brix, kadar vitamin c 86,96 mg/100 g serta rasa buah manis sedikit asam dan segar. Perbaikan teknologi budidaya jeruk keprok Borneo Prima Adapun perbaikan teknologi budidaya usahatani jeruk keprok Borneo Prima yang dikembangkan diantaranya: Penggunaan bibit Penggunaan bibit Pemupukan Pemeliharaan Pengendalian Organisme Penganggu Tanaman Panen dan pasca panen Sumber : https://dokumen.tips/documents/perbaikan-teknologi-budidaya-jeruk-keprok-borneo-prima-dan-.html. https://bibitbunga.com/product/tanaman-jeruk-keprok-borneo-prima. https://www.pertanian.go.id/home/?show=news&act=view&id=1936/ Penulis : Iman Priyadi, (Penyuluh Pertanian Balai Besar pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian) email : imanpriyadi@yahoo.co.id