Loading...

Potensi Limbah Peternakan

Potensi Limbah Peternakan
Limbah peternakan adalah buangan yang dihasilkan dari sisa semua kegiatan yang dilakukan dalam usaha peternakan. Sedangkan limbah ternak adalah bahan buangan yang dihasilkan dari sisa kegiatan metabolisme ternak, yang terdiri atas faeses, urin, keringat dan sisa metabolisme yang lain.Biodigester, yang mampu mengubah limbah peternakan mejadi biogas, merupakan salah satu proses yang memenuhi ketiga prinsip proses pertanian bioindustri berkelanjut. Penggunaan limbah peternakan berupa faeses, urine dan sisa pakan dimanfaatkan (reuse), sedangkan sisanya (slury) dapat dimanfaatkan sebagai pupuk pada tanaman ,penggunaan slury sebagai pupuk akan mengurangi penggunaan pupuk anorganik Instalasi Biogester. Instalasi biogester pada prinsipnya terdiri dari 6 bagian utama yaitu :Inlet (tangki pencampur) sebagai tempat kotoran hewan masuk, Reaktor(ruang pencernaan anaerob), penampung gas (ruang penyimpanan), outlet (ruang pemisah), sistim pengangkut gas dan lubang kompos/biomasa yang telah hilang gasnya /bio-slury. Campuran kotoran dan air mengalir melalui saluran pipa menuju reaktor/digester. Dari bagian reaktor, melalui proses pencernaan menghasilkan gas yang kemudian akan disimpan dalam penampungan (bagian atas kubah). Slury mengalir keluar dari digester menuju outlet dan menjadi bio slury mengalir ke lubang slurry melalui overflow. Kemudian gas dialirkan ke dapur melalui saluran pipa. Ukuran reaktorUkuran reaktor tergantung dari jumlah biomassa yang tersedia setiap hari. Biomassa berasal dari ternak sapi, dapat diperhitungkan jumlah kotoran yang dihasilkan setiap ekor sapi per harinyaTipe Biodigester.Beberapa tipe biodigester yang telah dikembangkan di Indonesia yaitu tipe permanen (fixed dome and floating drum), semi permanen (fiberglass) dan tipe sederhana berbahan plastik. Masing-masing tipe memiliki kelebihan dan kekurangan sehingga pengembangannya perlu memperhatikan beberapa hal seperti biaya investasi, kapasitas, umur ekonomis, pemanfaatan biogas serta aspek operasional dan perawatnya. Penyusun : Sad Hutomo PribadiSumber : BalitbangtanSumber Gambar : pixabay.com