Hutan di Kalimantan Timur khususnya di wilayah perbatasan negara memiliki potensi yang cukup menjanjikan akan tanaman/tumbuhan obat-obatan seperti: Pohon Angsana (Pterocarpus indicus) merupakan salah satu pohon tumbuh di hutan Kalimantan terkhusus di Kalimantan Timur yang banyak digunakan oleh manusia terutama bagian kayunya. Kayu dari pohon angsana ini memiliki nilai ekonomi yang baik dipasar dunia. Pohon angsana (Pterocarpus indicus) adalah sumber obat alami untuk menyembuhkan infeksi kulit akibat jamur. Bagian-bagian dari pohon angsana seperti bagian kulit, daun dan getah bisa digunakan sebagai obat alternatif untuk menyembuhkan beberapa jenis penyakit seperti batu ginjal, sariawan dimulut (memanfaatkan bagian kulit), kencing manis, bisul, menyuburkan rambut, dan untuk mengendalikan tumor dan kanker (memanfaatkan bagian daun), dan penyembuh luka dan sariawan mulut (memanfaatkan bagian getah sebagai obat luar). Akar Kuning (Fibraurea chloroleuca) Tumbuhan akar kuning ini termasuk tumbuhan obat yang sulit dicari. Pohon akar kuning di Indonesia terkenalnya dari pulau Kalimantan Timur khususnya di wilayah utara. Manfaat akar kuning dapat digunakan sebagai obat antikanker maupun obat antimalarial. Selain itu kegunaan akar kuning juga bisa bermanfaat untuk obat hepatitis, cacar, menambah daya tahan tubuh/meningkatkan daya dan stamina tubuh secara alami dan memperbaiki fungsi hati, manfaat akar kuning dapat juga untuk obat cacing, mengurangi dan mencegah gangguan pencernaan dalam tubuh. Bintagur (Calophyllum lanigerum) Di Indonesia, keberadaan tumbuhan ini banyak kita jumpai di kawasan Kalimantan cukup besar. Keistimewaan tanaman ini adalah terbukti bisa digunakan sebagai penghambat pertumbuhan virus HIV. Seperti kita ketahui, Sejumlah obat telah diluncurkan di pasaran untuk menghambat proses pertumbuhan virus HIV sehingga penderita AIDS bisa memiliki waktu lebih banyak untuk menghabiskan sisa umurnya. Dan tak semua penderita AIDS berkantong tebal untuk bisa membeli obat penghambat pertumbuhan virus HIV yang tergolong mahal ini. Namun, dengan adanya kehadiran tumbuhan ini dapat dijadikan obat penghambat virus HIV yang kita tahu sangat mematikan. Tumbuhan bintangur ini mengandung senyawa costatolide dalam getah daunnya. Hasil penelitian menunjukkan senyawa castotolide A cukup efektif menekan pertumbuhan virus HIV. Pohon Lansat (Lansium domesticum) Para ilmuwan telah menemukan agen anti malaria yang ampuh dan sebelumnya tidak dikenal luas pada kulit batang pohon langsat (Lansium domesticum), yang sebelumnya secara tradisional telah digunakan oleh masyarakat Dayak Kenyah di Kalimantan untuk menyembuhkan malaria. Senyawa tersebut – triterpenoid – dalam uji laboratorium mampu membunuh parasit malaria pada manusia – Plasmodium falciparum. Tumbuhan Sarang Semut (Mymercodia sp.) Tumbuhan Sarang Semut (Myrmecodia pendens) merupakan salah satu tumbuhan epifit dari Hydnophytinae (Rubiaceae) yang dapat berasosiasi dengan semut. Tumbuhan ini bersifat epifit, artinya tumbuhan yang menempel pada tumbuhan lain, tetapi tidak hidup secara parasit pada inangnya, hanya sebagai tempat menempel. Tumbuhan ini digunakan sebagai antibiotik dengan mengganggu fungsi dari mikroorganisme seperti bakteri atau virus. Fungsi flavonoid sebagai antivirus telah banyak dipublikasikan, termasuk untuk virus HIV (AIDS) dan virus herpes. Selain itu, flavonoid juga dilaporkan berperan dalam pencegahan dan pengobatan beberapa penyakit lain seperti asma, katarak, diabetes, encok/rematik, migren, wasir, dan periodontitis (radang jaringan ikat penyangga akar gigi). Penelitian¬-penelitian mutakhir telah mengungkap fungsi-fungsi lain dari flavonoid, tidak saja untuk pencegahan, tetapi juga untuk pengobatan kanker. Sumber : http://islamudinahmad.com/tulisan/karya-ilmiah/potensi-tanaman-obat-kalimantan-timur-khususnya-di-kawasan-perbatasan. https://suaraindonesianews.com/news/selain-kalimantan-obat-kanker-ini-juga-bisa-ditemukan-di-hutan-adat-rumbio-riau https://www.deherba.com/khasiat-daun-angsana.html / Penulis : Iman Priyadi, (Penyuluh Pertanian Balai Besar pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian) email : imanpriyadi@yahoo.co.id