Loading...

Praktek Kerja Industri (Prakerin) Siswa-siswi SMK 1 Loli Di Desa Palakahembi (Komoditi Tanaman Tebu)

Praktek Kerja Industri (Prakerin) Siswa-siswi SMK 1 Loli Di Desa Palakahembi (Komoditi Tanaman Tebu)
SMK Negeri 1 Loli adalah salah satu Sekolah Menengah Kejuruan yang memiliki Program Studi Keahlian yang bergerak di bidang pertanian yaitu Agribisnis Produksi Tanaman. Dengan program Studi Keahlian ini, siswa-siswi SMK Negeri 1 Loli telah memperoleh ilmu pengetahuan di bidang agribisnis tanaman pangan dan holtikultura baik teori maupun praktek. Oleh sebab itu, siswa-siswi Program Studi Keahlian Agribisnis Produksi Tanaman wajib melaksanakan Praktek Kerja Industri yang sesuai dengan program keahliannya. Budidaya Tebu (Saccharum officinarum Lineaus) yang di lakukan selama Praktek meliputi Pemeliharaan, Penyiraman, Pengendalian Gulma dan Organisme Pengganggu Tanaman. Adapun yang menjadi tujuan dalam penulisan laporan ini adalah untuk mengetahui cara membudidayakan tanaman Tebu (Saccharum officinarum Lineaus) pada lahan Kelompok Tani Laipori Indah di Desa Palakahembi meliputi Pemeliharaan, Penyiraman, Pengendalian Gulma dan Organisme Pengganggu Tanaman. Pelaksanaan kegiatan Prakerin di mulai tanggal 01 Agustus sampai dengan 10 September 2019 bertempat di lahan milik Kelompok Tani Laipori Indah di Desa Palakahembi, Kecamatan Pandawai, Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur. Teknik Budidaya Tebu (Saccharum officinarum Lineaus): Mempelajari Teknik Perbanyakan Tebu Persiapan Lahan Pengolahan Media Tanam Teknik Penanaman Pemeliharaan Tanaman Panen Kelompok Tani Laipori Indah merupakan salah Kelompok Tani yang berada pada Dusun Laipori, Desa Palakahembi, Kecamatan Pandawai – Kab. Sumba Timur. Kelompok Tani ini di bentuk pada tanggal 01 Agustus 2018. Sampai saat ini Kelompok tersebut belum dikukuhkan secara resmi karena terikat persyaratan bahwa setiap kelompok Tani harus di Evaluasi terlebih dahulu selama 1 Tahun baru bias di Kukuhkan sebagai Kelompok Tani yang Sah. Kegiatan Budidaya Tebu merupakan salah satu Program Nasional dalam Rangka Swasembada Gula secara Nasional. Untuk menjawab persoalan tersebut maka Pemerintah Kabupaten Sumba Timur bekerja sama dengan PT Muria Sumba Manis (PT. MSM) untuk melaksanakan Produksi Gula. Saat ini PT MSM sedang melakukan penanaman Tebu secara besar – besaran, untuk menjawab kebutuhan Produksi Gula yang rencananya akan beroperasi tahun 2020. Dengan Kondisi lahan yang ada pada PT MSM seluas 900 Ha akan sulit untuk memproduksi Gula sebanyak 12.000 – 24.000 ton Gula per Bulan, sehingga perlu bekerjasama dengan Pihak Pemerintah Sumba Timur dalam hal ketersediaan Tebu. Salah satu cara untuk mempersiapkan stok tebu agar mampu memproduksi Gula sebanyak 12.000 – 24.000 Ton per bulan adalah dengan melibatkan Kelompok – kelompok Tani yang ada di Kabupaten Sumba Timur. Kelompok Tani Laipori Indah merupakan Kelompok yang dipilih untuk melakukan Kegiatan Uji Adaptif beberapa Varietas Tebu di Kecamatan Pandawai. Hal ini diperlukan agar Pemerintah dapat mengetahui jenis Varietas Tebu mana yang paling cocok untuk dikembangkan di Kabupaten Sumba Timur. Ada beberapa Parameter yang akan di amati untuk menyimpulkan bahwa Varietas tersebut yang akan dikembangkan scara luas di Kabupaten Sumba Timur. Beberapa Parameter tersebut adalah : Tinggi Tanaman Diameter Batang Jumlah Anakan per Rumpun Jumlah Ruas per Batang Panjang Ruas Nilai Briks (Presentase air dan ampas tebu) Rendemen Kadar Sukrosa (Gula) Beberapa Varietas yang sedang dilakukan Uji Varietas di lahan Kelompok Tani Laipori Indah adalah sebagai berikut : Varietas PS 881 Varietas PSJK 992 Varietas PS 862 Varietas PA 028 Varietas Cenning Varietas VMC Dari hasil PRAKERIN yang dilaksanakan Siswa-siswi SMK 1 LOLI di Kelompok Tani Laipori Indah Desa Palakahembi, dapat disimpulkan bahwa perlu sistem pembuatan Bedengan yang tepat untuk melakukan Budidaya Tebu agar mempermudah dalam melakukan pengairan karena Tebu merupakan salah satu Komoditi Stratregis Nasional karena berkaitan dengan kebutuhan Gula secara Nasional dan saat ini Kabupaten Sumba Timur merupakan satu – satunya Kabupaten di NTT yang bekerjasama dengan Pihak luar untuk memproduksi Gula.