Sayuran sebagai sumber vitamin dan mineral bagi tubuh manusia, ternyata dapat diproduksi sepanjang tahun, baik pada musim penghujan maupun musim kemarau. Produksi sayuran pada musim kemarau dapat dilakukan jika tersedia air yang cukup untuk memenuhi kebutuhan tanaman pada semua fase pertumbuhan, ditambah komitmen dan kerja keras petani dalam melakukan perawatan, terutama kegiatan penyiraman tanaman secara kontiniu dan teratur. Secara ekonomi, produksi sayuran pada musim kemarau jauh lebih menguntungkan dari pada produksi sayuran pada musim hujan, karena stok sayuran pada musim kemarau terbatas, sehingga harganya relative lebih tinggi. Sumber daya alam berupa lahan yang luas dan air yang masih memadai ketersediaanyya merupakan salah satu keunggulan angroekosistem kecematan Wakorumba Utara. Keberadaan lahan tidur yang tersebar pada hampir semua wilayah kecamatan Wakorumba Utara, ditambah ketersediaan air yang cukup dan tidak kering sepanjang tahun sangat potensial dimanfaatkan untuk pengembangan tanaman sayuran. Beberapa wilayah kecamatan Wakorumba Utara yang mengembangkan tanaman sayuran sepanjang tahun, khususnya pada musim kemarau adalah : desa Labajaya, UPT. Laeya, Desa Labuan Bajo, dan Kelurahan Labuan. Secara teknis, persiapan lahan (berupa pengolahan dan pembuatan bedengan) dilakukan pada awal bulan Agustus sampai dengan awal bulan September 2019. Pengolahan tanah dan pembuatan bedengan dilakukan secara mekanik dengan menggunakan cultivator, dan sebagian masih dilakukan secara manual. Pada lahan dengan sturuktur tanah yang keras dilakukan penyiraman agar tanah tersebut dapat diolah dengan mudah. Setelah kegiatan pengolahan, dan penggemburan tanah, petani membuat bedengan dengan ukuran sekitar 1 m x 10 m atau sesuai dengan kondisi lahan. Kegiatan pemupukan lahan dilakukan dengan memberikan pupuk organik padat pada tanah sebagai pupuk dasar,. Namun demikian, masih ada petani yang tidak memberi pupuk apapun pada tanah maupun tanaman karena ketersedian pupuk masih terbatas. Selanjutnya bedengan disiram secara merata, kemudian ditanami dengan berbagai jenis tanaman sayuran pada bedengan yang berbeda. Adapun jenis-jenis sayuran yang ditanam adalah : kacang panjang, kangkung, bayam, sawi, gambas, dan lain-lain. Meskipun aplikasi teknologi pemupukan belum optimal, tetapi petani tetap melakukan penyiraman tanaman secara rutin dan teratur setiap pagi dan sore. Oleh karena itu, para petani dapat memanen tanaman sayuran mereka sejak awal bulan Oktober 2019 sampai sekarang. Sebagian besar hasil panen dijual di pasar-pasar tradisional yang tersebar pada beberapa desa di kecamatan Wakorumna Utara dan sebagian dikonsumsi. Fakta ini menunjukan bahwa petani kecamatan Wakorumba Utara dapat memproduksi sayuran pada musim kemarau dengan menjamin ketersediaan air pada semua fase pertumbuhan tanaman. Disusun : Ali Hamzah, S.P. Penyuluh Pertanian Kecamatan Wakorumba Utara, Buton Utara.