MASKOANG Berupaya Keras, Rajai Pasar Lokal Hortikultura Maskoang, sosoknya sudah tidak asing lagi di dunia tani Sumbawa Barat, terutama hortikultura. Tujuh tahun dunia ini ia geluti, yang awalnya hanya coba-coba pada lahan yang tidak begitu luas, namun kini sudah ia kembangkan hingga 10 Ha dengan aneka jenis sayur dan buah. Pengalaman yang Tujuh tahun ini, menjadikannya matang pada dunia ini. Tidak mudah perjalanan yang tujuh tahun ia lalui dalam pengembangan hortikultura ini, banyak tantangan dan masalah ia hadapi. Mulai dari perambahan lahan tanam yang ditumbuhi pohon-pohon besar, cemoohan dan omongan yang melecehkan kemampuan, hingga masalah budidaya tanaman yang juga tidak mudah. Maskoang adalah pribadi hangat dengan cita-cita tinggi dan memiliki pandangan yang jauh ke depan. Cita-citanya yang ingin menjadikan Sumbawa Barat adalah raja untuk hortikultura, tidak Cuma ia suarakan dengan lisan, tapi ia tunjukkan dengan aksi nyata. “Selama ini, kita hanya membeli sayur, buah dari luar KSB, yang tentu saja mahal karena harus di imbangkan dengan biaya transportasi barang. Saya berhayal, orang-orang Sumbawa Barat suatu saat tidak lagi mengimpor sayur dan buah dari luar Sumbawa Barat, tapi akan membeli dan menikmati sayur, buah lokal dengan harga murah dan kwalitas yang terjaminâ€. Sejak tahun 2007 Maskoang dengan bantuan PPL Desa Banjar telah berhasil merubah pola pikir petani sekitar, dari hanya bertani tanaman pangan ke pengembangan bertani hortikultura. Kemudian menghimpunnya dalam kelompok tani Harapan Rakyat. Beberapa kali kelompok harapan rakyat diminta mewakili Sumbawa Barat dalam pertemuan-pertemuan yang bersangkutan dengan hortikultura di NTB maupun luar NTB. Kelompok Harapan Rakyat saat ini telah mampu menarik tenaga kerja hingga 15 orang dan menjadi tempat PKL 10 siswa SMK Brang Ene sejak 11 Januari sampai dengan April 2014 Keberhasilan lain yang dicapai Kelompok Harapan Rakyat saat ini adalah mampu mensuplai sayur dan buah di pasar lokal. Dengan suplai sayur dan buah dari kelompok-kelompok lokal di Sumbawa Barat semisal Harapan Rakyat, pengendalian harga pasar terhadap buah dan sayur bisa lebih mudah, misalnya di saat ini harga cabe di luar Sumbawa Barat mencapai Rp. 90.000, tapi di pasar lokal masih dalam jangkauan Rp. 70.000,- dengan 80% cabe berasal dari lahan kelompok tani Harapan Rakyat, ini adalah bukti nyata kerja keras dari Maskoang (erlina.doc).