Dalam budidaya buah naga, dimulai dengan persiapan budidaya yang meliputi kegiatan-kegiatan memilih lokasi, pembuatan tiang penompang, pengolahan tanah, dan penyiapan bibit buah naga. Selanjutnya dilakukan proses penanaman yang meliputi kegiatan penanaman bibit, pengikatan batang dan cabang, dan penyulaman. Proses penanaman ini perlu dipahami oleh petani buah naga agar tanaman tumbuh dan perproduksi maksimal, sehingga resiko kegagalan tanam dapat diperkecil. Penanaman BibitPenanaman bibit merupakan kegiatan pemindahan bibit buah naga dari bedengan atau polybag ke lahan/kebun yang sudah dipersiapkan untuk budidaya buah naga. Penanaman bibit buah naga memerlukan bahan dan alat sebagai berikut: bibit buah naga, dolomit untuk mencegah terjadinya pembusukan pangkal batang setek, cetok digunakan untuk membuat lubang tanam, tali untuk mengikat bibit pada tiang penompang.Sebelum bibit buah naga dipindahkan ke kebun, pada setiap tiang penopang dibuat empat lubang tanam yang letaknya melingkar dengan jarak dari tiang penompang 10 cm dan kedalaman 10 cm. Setiap lubang diberi pupuk kandang sebanyak 5 - 10 kg yang dicampur tanah dan diamkan. Setelah sekitar dua minggu bibit setek buah naga dapat ditanam pada lubang yang telah dipersiapkan. Cara menanam, lepaskan bibit setek dari polybag dan langsung dimasukan dalam lubang. Jika bibit setek panjangnya 50-80 cm bagian yang dimasukan dalam lubang 10 cm, tetapi jika panjang bibit setek kurang dari 50 cm bagian yang dimasukan dalam lubang 4-8 cm. Penanaman yang terlalu dalam akan membuat bibit mudah terserang penyakit busuk batang. Penanaman yang tidak benar akan mengakibatkan bibit stress dan pertumbuhannya terhambat. Perhatikan pada saat penanaman media tanam dalam polybag jangan sampai pecah karena akan membuat bibit kesuliatan beradaptasi akibat mengalami kerusakan akar. PenyulamanPenyulaman merupakan rangkaian kegiatan mengganti bibit tanaman yang mati, busuk pada pangkal batang, tidak tumbuh, atau kerusakan fisik lainnya. Penyulaman dimulai dilakukan pada umur 7 hari setelah tanam hingga tanaman berumur 2 bulan dan diketahui benar-benar ada bibit mati atau pertumbuhannya terganggu. Tujuannya untuk memenuhi jumlah tanaman yang dapat tumbuh dan berproduksi secara optimal. Caranya, Cabutlah bibit yang busuk pada batang, mati, pertumbuhan tidak baik atau tidak tumbuh, lalu dimusnahkan. Lubang tanam bekas cabutan ditaburi dengan kapur atau dolomit untuk mencegah tumbuhnya jamur (pembusukan batang). Kemudian ambil bibit baru yang sudah siap di polybag untuk pengganti tanaman yang dicabut. Bibit setek baru/pengganti ditanam dengan perlakuan seperti proses penanaman. Pengaturan Pengikatan Pengaturan pengikatan merupakan kegiatan perbaikan letak serta pengikatan batang dan cabang buah naga pada tiang penompang setelah penanaman di lahan/kebun. Pengaturan letak akan berpengaruh terhadap kecepatan pertumbuhan tanaman. Tujuannya untuk mengarahkan pertumbuhan batang atau cabang menjadi normal dan tidak salah posisi. Bibit setek diikat tidak terlalu erat pada tiang penompang agar dapat merambat dengan baik pada tiang penompang. Batang atau cabang yang tumbuh, setiap 21-25 cm harus diadakan pengontrolan dan pengikatan dengan tali rafia atau kawat ram. Pengikatan yang terlambat membuat pertumbuhan batang atau cabang melengkung dan tidak teratur. Akibatnya cabang produktif tidak tumbuh ke atas. Bentuk ikatan dibuat sedemikian rupa sehingga mudah untuk dilonggarkan atau dikencangkan. Pengikatan jangan terlalu kencang agar batang atau cabang tidak terjepit yang dapat mengakibatkan luka atau bahkan patah. Selamat mencoba. Penulis: Susilo Astuti Handayani (Penyuluh Pertanian Pusluhtan) Sumber Informasi:1. Daniel Kristanto. 2008. Buah Naga, Pembudidayaan di Pot dan di Kebun. Penebar Swadaya. 2. Anonim, 2003. Menanam Dragon Fruit/Buah Naga. MIM Mojokerto. 3. Hasil Kajian dan Pengalaman di Lapangan oleh Pemuda Tani Sukoharjo dan Petani Mitra