Hasil panen tanaman tebu biasanya oleh petani dijual ke pabrik untuk diolah menjadi gula kristal putih. Kondisi ini terkadang kurang menguntungkan petani karena tidak dibarengi dengan harga yang sesuai dengan biaya produksi yang dikeluarkan dan juga diperparah pembayarannya tidak langsung dibayarkan. Salah satu upaya pemecahan masalah hal tersebut adalah mendorong petani untuk mengolah hasil panen tebu menjadi gula merah tebu. Prospek Gula merah sampai saat ini masih merupakan sumber pendapatan petani dibeberapa kawasan produksi tebu di Indonesia. Produksi tebu selain bisa dijual ke pabrik juga bisa dijual langsung ke pengrajin gula merah asal tebu. Ada tiga prospek gula merah asal tebu yaitu 1) Pembuatan gula merah bisa dilakukan secara sederhana, proses produksi gula merah dapat dilakukan dengan menggunakan peralatan dan bahan yang mudah didapat dan pengrajin gula merah dalam skala rumah tangga dapat menghasilkan 0,8 sampai 1,5 ton gula merah per hari, 2) Analisis usahatani gula merah tebu mempunyai nilai RC ratio 1,22 sampai 1,35 artinya produksi gula merah bisa memberikan keuntungan diatas 1 juta per hari, dan 3) Potensi pangsa pasar yang cukup besar dimana peluang ekspor gula merah ke negara Jepang, Malaysia, Amerika Serikat, Belgia, Kanada, dan Australia masih terbuka lebar. Ekspor gula merah sampai saat ini per tahun ke Jepang sekitar 244 ton. Angka ini diperkirakan akan terus bertambah seiring perubahan gaya hidup untuk mengonsumsi makanan sehat. Gula merah memiliki kandungan indeks glikemik yang lebih rendah dari pada gula pasir, yaitu sebesar 35 sampai 54. Pada sisi lain, masih ada gula merah yang dihasilkan para pengrajin kurang konsisten kualitasnya. Untuk itu, diperlukan peningkatan kualitas sehingga bisa memberikan nilai tambah dan bersaing di pasar global. ManfaatGula merah memiliki beberapa kandungan seperti zat besi, kalium, vitamin C, magnesium, dan fosfor. Manfaatnya diantaranya memberi tubuh fitonutrien, seperti polifenol, flavonoid dan antosianidin, dan antioksidan yang bermanfaat untuk tubuh dalam jumlah kecil. Kandungan zat fitonutrien dalam gula tersebut dapat membuat tubuh lebih bertenaga, melawan sel kanker dan meningkatkan kekebalan tubuh. Selain itu, gula merah memiliki indeks glikemik yang relatif rendah, yaitu sekitar 54. Sementara indeks glikemik terbilang tinggi saat berada di angka 70. gula merah lebih bermanfaat dan aman jika dibandingkan dengan gula pasir karena gula merah mengandung sejumah vitamin dan asam amino. Beberapa manfaat gula merah dalam kehidupan sehari-hari diantaranya; 1) Melancarkan haid, gula merah dapat memperlancar peredaran darah dalam tubuh sehingga membuat siklus haid menjadi normal dan meredakan kram saat menstruasi datang, 2) Mencegah anemia, gula merah banyak mengandung zat besi dan folat sehingga dapat mencegah terjadinya anemia. Selain itu, dapat mempertahankan kadar normal sel darah merah, 3) Mengatasi flu dan batuk, gula merah banyak mengandung antioksidan yang dapat menjadikan tubuh semakin kebal terhadap radikal bebas dan sebagai terapi penyembuhan flu, batuk, dan demam, 4) Menurunkan berat badan, gula merah memiliki kadar potasium yang tinggi, sehingga dapat meningkatkan proses metabolisme, membantu mengeluarkan racun dan menjaga keseimbangan elektrolit dalam tubuh. Jika gula merah dikonsumsi dengan jumlah terkontrol hal itu dipercaya dapat menurunkan berat badan, dan 5) Melawan radikal bebas, dengan kandungan antioksidan yang tinggi, terutama selenium gula merah dapat membantu mencegah berbagai efek radikal bebas. Selain itu, antioksidan yang terkandung dalam gula merah juga dapat mengurangi sejumlah tanda penuaan. Bambang Gatut Nuryanto. (Sumber: Balai Penelitian Tanaman Pemanis dan Serat, 2016 dan berbagai sumber)