Loading...

PULUHAN HEKTAR SAWAH DI DESA LALOWURA GAGAL PANEN AKIBAT DISERANG TIKUS

PULUHAN HEKTAR SAWAH DI DESA LALOWURA GAGAL PANEN AKIBAT DISERANG TIKUS
Lalowura- sawah yang selamat dari banjir di bulan mei tahun 2019 ini ternyata tidak selamat dari serangan hama tikus, hampir suluruh padi yang tersisa telah rusak dan menguning. Belum ada upaya pemberantasan secara massal guna mengurangi dampak dari serangan hama tikus tersebutTanaman yang seharusnya sudah mulai mengeluarkan bulir padi tidak berkembang karena rusak oleh serangan hama tikus, kerusakan meliputi dedaunan hingga pangkal batang sehingga tidak ada tempat untuk pertumbuhan bakal bulir padi.Petani hanya bias pasrah dan tidak lagi berupaya mengusir hama tikus tersebut dikarenakan tanaman padi yang ada sudah tidak bias diselamatkan lagi.Nyoman Puja adalah salah satu petani yang padinya diserang tikus menerangkan “ Banyak upaya yang saya lakukan untuk mengusir tikus dari sawah dengan cara mengurangi jumlah air disawah, memberi racun tikus hingga memagar sawah dengan terpal tetapi tikus masih saja masuk kearea sawah dan memakan tanaman padi yang ada “.Adapun petani yang padinya masih bias mengeluarkan bulir padi harus memagar seluruh area sawahnya dengan terpal yang lebih tinggi dan harus mengeluuarkan danna lebih dikarenakan harga terpal yang mahal, pemagaran yang dilakukan pun tidak langsung menjamin bahwa tanaman padi akan selamat dari serangan hama tikus, ini dibuktikan dengan masih adanya padi yang telah dipagar yang rusak meskupun jumlahnya tidak separah yang tidak dipagar.Petani yang padinya disarang hama tikus ini dipastikan menggalami gagal panen dan mengalami kerugan hingga puluhan juta rupiah, para petani berharap ada perhatian dari pihak terkait mengenai masalah ini.