Loading...

PUPUK HAYATI ECOFERT DAPAT MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS TANAMAN PADI

PUPUK HAYATI ECOFERT  DAPAT MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS TANAMAN PADI
Padi merupakan tanaman yang dapat menghasilkan beras, dan dipergunakan sebagai bahan makanan pokok bagi sebagian besar penduduk Indonesia. Berdasarkan hal tersebut padi selalu mendapat prioritas untuk diusahakan oleh petani dan pemerintah untuk mencapai program ketahanan pangan.Program ini diarahkan pada kemandirian petani yang berbasis pada potensi sumber daya lokal. Menjaga ketersediaan pangan khususnya padi diharapkan selalu ditingkatkan kualitas dan kuantitas-nya melalui sentuhan teknologi dan inovasi baru. Berbagai macam teknologi telah dicobakan untuk bisa meningkatkan produktivitas dalam upaya untuk memenuhi kebutuhan beras bagi Bangsa Indonesia, yang selama ini sering dipenuhi melalui import. Namun belakangan ini dengan berbagai program dan kegiatan yang dilaksanakan oleh Pemerintah Pusat, secara berangsur kebutuhan dalam negeri sudah bisa dipenuhi dari usaha tani petani Indonesia. Penerapan teknologi mulai dari kultur teknis yang tepat, penggunaan bibit unggul, pengaturan jarak tanaman, cara pemupukan, pengendalian hama dan penyakit, serta penanganan panen dan pasca panen yang tepat. BPP Kecamatan Selemadeg Timur bekerjasama dengan PT. Pupuk Kaltim membuat demplot tanaman padi varitas Ciherang dengan menggunakan Pupuk Hayati Ecofert sebagai perlakuan, yang berlokasi di Kelompoktani Subak Aseman V.B, Desa Tegal Mengkeb dengan luasan 1 ha. Pupuk hayati ecofert adalah salah satu produk dari PT. Pupuk Kaltim, dimana bahan aktifnya berupa bakteri penambat N, Pelarut fosfat, ZPT (Bacillus subtilis, Bacillus flexus, Peceudomonas mendocina, dan Aspergillus niger). Tujuan dari kegiatan Demplot ini, untuk mengetahui pengaruh pupuk hayati Ecofert terhadap produktifitas tanaman padi varitas Ciherang di Subak Aseman V.B Kecamatan Selemadeg Timur. Secara teknis pelaksanaan kegiatan Demplot oleh ketua kelompoktani Subak Aseman V.B (I Nengah Nuada) dan PPL pendamping Agus Ardika,SP, dengan teknis pelaksanaan sebagai berikut :1. Pengolahan tanah dilakukan dengan Alsin bajak singkal, dengan 1 kali bajak, 2 kali gilas, 1 kali garu, kemudian diratakan.2. Aplikasi pupuk organik dan pupuk hayati Ecofert dilaksanakan 1 hari sebelum tanam, dengan kondisi lahan macak-macak.3. Penanaman dilakukan secara serentak dengan menggunakan sistem tanam jajar legowo 2 :1 4. Pupuk kimia diaplikasikan 3 kali, yaitu :- Pemupukan I. dilakukan 7 hst, dengan dosis Pupuk NPK 150 kg, dan Urea 50 kg/ha.- Pupuk susulan II dilakukan 25 hst, dengan dosis Pupuk NPK 150 kg, dan Urea 50 kg/ha.- Pupuk Susulan III diberikan 40 hst dengan dosis pupuk Urea 100 kg/ha.5. Dilakukan pemeliharaan tanaman seperti penyiangan, pengairan, pengendalian hama penyakit dan lain-lain dilakukan sama pada setiap petakan. Panen atau pengambilan hasil ubinan dilakukan pada umur tanaman 115 hst, yang dirangkaikan dengan kegiatan FFD, dengan menghadirkan seluruh PPL, Ka. UPT, POPT dan petani sekitar lokasi demplot dengan peserta 25 orang. Dari hasil ubinan yang langsung dikonversikan dengan produktifitas tanaman ton/ha didapatkan hasil 8,62 ton/ha. Dari produktifitas ubinan yang diperoleh dalam pelaksanaan demplot tersebut dapat disimpulkan bahwa penggunaan pupuk hayati ecofert yang dipadukan dengan penggunaan pupuk organik serta sistim tanam jajar legowo 2 : 1 mampu meningkatkan produktifitas tanaman padi dengan produktifitas mencapai 8,62 ton/ha GKP. Sedangkan budidaya sebelumnya yang tidak menggunakan pupuk hayati dapat memperoleh hasil 6,47 ton/ha. Dengan demikian upaya yang bisa dilakukan dalam peningkatan produksi tanaman padi adalah dengan menggunakan pupuk hayati Ecofert. Semoga dengan hasil ini diharapkan menjadi acuan bagi petani sekitar untuk berusaha tani padi agar produksi tanaman padi lebih meningkat. (I Ketut Sarjawa,SP. BPP Kecamatan Selemadeg Timur, Kabupaten Tabanan, Bali)