Loading...

PUPUK ORGANIK PADAT (POP)

PUPUK ORGANIK PADAT (POP)
Pemakaian pupuk organik padat umumnya dengan cara ditaburkan atau dibenamkan dalam tanah tanpa perlu dilarutkan dalam air. Pupuk organik padat dapat dimasukan dalam 3 kategori, yaitu 1) Berdasarkan Bahan Penyusunya, 2) Berdasarkan cara pemberiannya termasuk dalam pupuk akar, karena pemberian hara-nya melalui akar, dan 3) Berdasarkan kandungannya pupuk organik termasuk pupuk majemukdan pupuk lengkap karena kandungan haranya lebih dari satu unsur makro (N,P,K) dan unsur Mikro seperti Ca, Fe, dan Mg. Pada artikel kali ini penulis akan mencoba menjelaskan cara membuat pupuk organik yang mudah ditemukan disekitar kita. Bahan-bahan : -Kotoran ayam / sapi / kambing -500 kg Sekam padi / gergajian --kayu 500 kg Bekatul 20 kg -Abu dapur / abu sekam padi 30 kg -Gula pasir 15 ons -EM4 / mikroorganisme nabati secukupnya -Air secukupnya Cara pembuatan: Semua bahan dicampur jadi satu dan diaduk supaya merata sambil dibasahi dengan air yang dicampur gula pasir dengan mikroorganisme nabati, sehingga bahan menjadi lembab. Tutup dengan plastik / tenda agar bokashi mengalami fermentasi. Proses fermentasi sangat membutuhkan air, udara, dan panas. Proses fermentasi ini normal terjadi dalam jangka waktu selama 14-21 hari dengan suhu 40-50°C (dijaga kestabilannya). Bila melebihi dari 50°C tenda dibuka dan bahan diaduk-aduk hingga panas stabil lalu ditutup kembali. Lebih baik setiap 5 jam bahan dibuka untuk mengetahui suhunya. Bila kurang panas, atau kurang dari 40°C disemprot dengan air yang dicampur gula dan mikroorganisme nabati. Begitu seterusnya sehingga bahan bokashi tidak berbau kotoran dan kalau dipegang sudah tidak panas lagi, artinya bahan ini sudah dapat digunakan. Cara penggunaan: Untuk tanaman padi, palawija, sayuran dan tanaman hias sebagai pupuk dengan dosis 1-1, 5 ton/ Ha. Andaikan tanahnya terlalu liat dapat ditingkatkan menjadi 2 ton / Ha. Sindu Purwanto, S.P (Penyuluh Pertanian BP3 Padang Cermin)