Loading...

Rakor dan Tematik P2L, oleh DKP Kab. Donggala, di wilayah kerja BPP Simou, Kecamatan Labuan Donggala Sulawesi tengah

Rakor dan Tematik P2L, oleh   DKP Kab. Donggala, di wilayah kerja BPP Simou, Kecamatan  Labuan Donggala Sulawesi tengah
Donggala. Labuan 9 dan 10 Agustus 2021, bertempat di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Simou, dan ditiga Kantor Desa, yang ada dikecamatan Labuan yakni Labuan Toposo, Labuan Lumbubaka,dan Labuan Salumbone, telah dilaksanakan Rapat Koordinasi (Rakor) dan pelatihan tematik Kegiatan Pekarangan Pangan Lestari (P2L) Dak Nonfisik 2021, yang dihadiri oleh Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kabupaten Donggala, Pemerintah Desa Labuan Lumbubaka, Labuan Toposo dan Labuan Salumbone, serta Kelompok Wanita Tani (KWT) penerima Program, KWT Seruni (Labuan Toposo), KWT Melati (Labuan Lumbubaka),) dan KWT Sinar Cahaya (Labuan Salumbone). Kegiatan rakor ini dimaksudkan untuk mensukseskan dan menyatukan visi antara DKP, BPP, KWT dan Pemerintah desa untuk sukses dan berkelanjutannya program P2L Disenin Pagi 9 agustus, Mewakili Kepala Dinas Ketahan Pangan (DKP) sekaligus sebagai Kepala Bidang Konsumsi dan keamanan Pangan Bapak Nirwansyah Sp.Msi. Sebelum membuka acara Rakor, menjelaskan “ kegiatan ini dulunya dikenal dengan sebutan Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL), kemudian berubah nama di tahun 2020 menjadi menjadi Pekarangan Pangan Lestari (P2L) hal ini dimaksudkan untuk memperluas penerima manfaat dan pemanfaatan lahan. Kegiatan P2L ini dibiayai melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun 2021. Nirwansyah juga menjelaskan bahwa Kegiatan (P2L) adalah kegiatan yang dilaksanakan oleh kelompok masyarakat secara bersama-sama mengusahakan lahan pekarangan sebagai sumber pangan secara berkelanjutan untuk meningkatkan ketersediaan, aksesibilitas, dan pemanfaatan, serta pendapatan dan dilaksanakan dalam rangka mendukung program pemerintah untuk penanganan daerah prioritas intervensi stunting dan atau penanganan prioritas daerah rentan rawan pangan atau pemantapan daerah tahan pangan. Kegiatan ini dilakukan melalui pemanfaatan lahan pekarangan, lahan tidur dan lahan kosong yang tidak produktif, sebagai penghasil pangan dalam memenuhi pangan dan gizi rumah tangga, serta berorientasi pasar untuk meningkatkan pendapatan rumah tangga. Koordinator Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Simou, Merlin, SP menuturkan Profil singkat KWT penerima program P2L, Ungkap beliau “ KWT penerima program P2L dipilih berdasarkan kesiapan administrasi yakni telah tercatat di Simluhtan serta rutin melaksanakan pertemuan kelompok, dan telah diagendakan penyuluhnya untuk tahun depan dapat dinaikan kelasnya dari kelas Pemula ketingkat Lanjut, yang tentunya berdasarkan item penilaian kelas kelompok di akhir tahun ini. Beliau juga tidak lupa berterima kasih kepada pemerintah desa yang telah mendukung jalannya program ini, ketatnya pemilihan KWT penerima program ini, diharapkan dapat mensukseskan program P2L sesuai dengan yang diharapkan dan berkelanjutan.Untuk Rencana Tindak Lanjut (RTL) dari Rakor ini, akan dijadwalkan pertemuan teknis diketiga KWT, yang akan dimulai dari Desa Labuan Toposo, Labuan Lumbubaka, dan Labuan salumbone. Sementara Anwar, S.Kom, Selaku kepala Wilayah kecamatan Labuan (Camat) melalui komunikasi Virtual menghimbau kepada semua Kepala Desa se wilayah Kecamatan Labuan, khususnya desa-desa yang mendapatkan program P2L, agar dapat bekerjasama melaksanakan pendampingan dan pembinaan KWT, agar program ini dapat memberikan dampak sosial dan ekonomi secara langsung dimasyarakat dan berkelanjutan. Sebagai Camat “ Saya selalu siap mendukung kegiatan-kegiatan pertanian di wilayah kecamatan Labuan” Tambahnya Perwakilan dari Desa penerima Program P2L, yakni desa Labuan Toposo, Labuan Lumbubaka,dan Labuan Salumbone, yang sempat hadir pada saat rakor tersebut, secara Paralel, menyampaikan kesiapan Pemerintah Desanya dalam hal pemberian dukungan pembinaan berupa pelatihan keterampilan kepada KWT penerima program dengan mengalokasikan dana untuk kegiatan tersebut, seperti yang telah dilaksanakan sebelumnya oleh Pemerintah Desa Labuan Salumbone lewat program Padat Karya Tunai Desa (PKTD) Mewakili Penyuluh Pendamping P2L Ibu Andriatni, SP selaku pendamping P2L Labuan Toposo, melaporkan bahwa saat ini kegiatan P2L tahap pertama di tiga desa sudah berjalan 45 %, dimana telah dibuat rumah bibit, kebun demplot, dan aktifitas kelompok mulai dari persiapan lahan, pembibitan, serta penanaman aneka ragam sayuran. Untuk adminstrasi dan pelaporan ditingkat kelompok rekan saya Idil,S.Agr pendamping P2L Labuan Lumbubaka dan Afandi Sofyansyah di Labuan Salumbone, siap memfasilitasi dengan mengadakan pertemuan kelompok dan kunjungan tetap perminggunya. Andriatni juga mengucapkan terima kasih kepada ketua-ketua KWT atas kerjasamanya dalam hal pendampingan dan pembinaan kelompok. Diakhir acara, perwakilan dari pengurus-pengurus KWT penerima program P2L, memberikan testimoninya, diantaranya Ibu Devayanti dari KWT Seruni desa Labuan Toposo, Beliau mengucapkan banyak terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu menumbuhkan kelompok wanita tani, yang ada di kecamatan Labuan, khususnya KWT penerima Program P2L. “Devayanti mengatakan “ kami dikelompok merasa bersyukur dengan adanya program ini, karena telah banyak membantu kami, dalam hal peningkatan pengetahuan dan keterapilan dibidang pertanian, kami berharap program ini dapat meningkatkan pendapatan dan gizi masyarakat serta berjalan sesuai harapan dan berkelanjutan. Dihari berikutnya selasa 10 Agustus, diselenggarakanlah pelatihan tematik dimasing-masing kelompok penerima program P2L, oleh bidang Konsumsi dan Keamanan Pangan DKP Kab. Donggala, bertempat dikantor desa masing-masing, bertindak sebagai pemateri Bapak Nirwansyah, SP, MSi menyampaikan beberapa teknis budidaya dilahan pekarangan, dan manfaatnya untuk ekonomi dan kesehatan masyarakat. Sementara untuk pemantapan administrasi kelompok serta pelaporan perkembangan dan kemajuan kegiatan perbulannya disampaikan oleh Bapak Hario abi Kusumo, S stp.M.ap. Kegiatan Tematik tersebut berjalan lancar,diisi oleh diskusi bersama, dan diakhiri dengan lezatnya pangan lokal, dimasing-masing desa.