Kasubdit Standardisasi dan mutu Kementerian Pertanian, Muhammad Gazali Hamzah, SP, didampingi Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Tanaman Pangan Kementerian Pertanian Ir. Gatut Sumbagodjati, MM, PLT Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Ir. Miqdonth S. Abolla, M.Si, Kabid Tanaman Pangan dan Hortikultura, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Kota Seprovinsi NTT, beserta Kepala Seksi dan Staf lingkup Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT, Senin, 13 maret 2019, menggelar rapat Koordinasi UPSUS PAJALE di Hotel Swiss Bellin Kota Kupang. Dalam rapat , Muhammad Gazali Hamzah, SP mengatakan teman-teman di kabupaten harus lebih berproaktif dalam menyampaikan data UPSUS PAJALE, karena lahan usaha bukan di Jakarta dan bukan pula di Provinsi, artinya kalau teman-teman di kabupaten tidak mengeluarkan angka, selesailah sudah, bubar kita tegasnya. Pertanyaannya, data seperti apa jumlahnya berapa yang dikeluarkan itu menjadi bahan diskusi kita. Hari ini topik kita satu, yaitu topik NTT, artinya bahasa kita satu, , kalau pelaporan terlambat, kalau pelaporan tertunda apa yang mau kita pertanggung jawabkan, waktu yang sudah ditentukan untuk membuat laporan harus dikirim, tidak boleh ada jedah, tegas Gazali. Keakuratan data juga harus kita perhatikan dalam pelaporan , misalnya luas lahan yang sebenarnya 1,2 ha yang kita laporkan cuman 1 ha, artinya 0,2 ha yang tidak dilaporkan. Pencatatan dan pelaporan harus dilakukan terus menerus. UPSUS itu adalah ini bisa jika, artinya disana ada peluang disana ada harapan tapi, tapinya itu yang kita harapkan sebagai pemain upsus. Mari kita bangun NTT ini supaya terjadi luas tambah tanam, kalau ada musibah kekeringan atau terendam air harus dibuat laporan agar bisa dipantau perkembangan. Penegasan yang sama disampaikan Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Tanaman Pangan Kementerian Pertanian, Ir. Gatut Sumbogodjati, MM. Menurutnya, Kita sama-sama bertanggung jawab didalam pengembangan UPSUS, Teman-teman Provinsi melaksanakan pembeliannya, teman-taman Kabupaten menanamnya. Yang akan di drop dalam waktu dekat oleh teman-teman Provinsi, padi sawah Inbrida 6000 ha, padi gogo 30.000 ha Kalau itu bisa didisribusikan minggu ini, berarti maret sudah bisa ditanam. Dihimbau kepada PLT Kadis Pertanian Ir. Miqdonth S. Abolla, M.Si, dan Kabid Pangan dan Hortikultura mempercepat kontraknya. Teman-teman Provinsi melaksanakan pembeliannya, teman-taman kabupaten menanamnya. Oleh : Maria E.V. Rukmini, SPt Penyuluh Pertanian Madya pada Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Prov.NTT