Loading...

Rebug Tani

Rebug Tani
Pelaksanaan Rembug Tani di Desa Juli Meunasah Jok Kecamatan Juli, Senin,15/07/2019 merupakan proses komunikasi antara penyuluh dengan sasaran. Peserta Rembug Tani yang hadir Berjumlah 27 Orang yang terdiri dari unsur pengurus kelompok tani dan Gapoktan 20 Orang dan dihadiri oleh tokoh masyarakat, Kepala Desa Juli Meunasah Jok, wakil Kepala BPP Juli, PPL, POPT-PHP kecamatan Juli, Kelompok Jabatan Fungsional Kabupaten, yang dilaksanakan di kantor kepala Desa Juli Meunasah Jok Kecamatan Juli Kabupaten BireuenMenurut Azhari, S.Pt sebagai Penyuluh WKPP Juli III dari kegiatan Rembug Tani ini dapat tersusun rencana kegiatan usaha tani serta terindentifikasinya masalah dan pemecahannya. Tujuan dari Rembug Tani ini adalah untuk menggali permasalahan beserta pemecahannya dan juga evaluasi poktan dan gapoktan.Untuk mendorong Produktifitas pangan Nasional demi meningkatkan kesejahteraan petani keberadaan kelompok tani menjadi sangat penting untuk pemberdayaan petani dalam menyambut tantangan pangan dan persaingan global ke depan.Petani beserta penyuluh secara bersama-sama mencari solusi dan merencanakan kegiatan penyuluhan yang sesuai untuk menjawab permasalahan dan kebutuhan petani. Rencana penyuluhan yang telah ditetapkan bersama kemudian disusun dalam rencana kegiatan usaha tani lengkap dengan jadwal pelaksanaannya.Dari kegiatan rembug tani yang telah dilaksanakan, diperoleh data yang menjadi permasalahan dominan adalah :Pengaturan air berselang pada tanaman padiSerangan hama dan penyakit pada tanaman padiKelangkaan pupuk bersubsidi sering terjadi pada saat turun sawahPemupukan jenis, waktu dan dosis pemupukanSalah satu kelompok Tani dalam wilayah WKPP Juli III yaitu Kelompok Tani Sandeng Juli Merupakan lahan sawah tadah hujan dengan luas 46 Ha sering kekurangan air terutama pada musim kemarau. Sehingga para petani di musim kemarau ada yang memanfaatkan lahan dengan penanaman padi sehingga petani kurang memperhatikan pentingnya tanam serempak akibat tidak cukup air. Sehingga hama akan tetap berkembang biak dengan cara berpindah-pindah dari petak satu ke petak yang lain. Bahkan bagi petani yang menggunakan pompa air untuk mengaliri air kesawah membutuhkan biaya yang sangat besar untuk pembelian bahan bakar Dengan adanya rembug tani, diharapkan permasalahan yang ada dapat dipecahkan dan kegiatan yang mendapatkan respon positif dari para petani ini dapat dilaksanakan secara berkesinambungan.