Loading...

REFUGIA, SI CANTIK PENGENDALI HAMA

REFUGIA, SI CANTIK PENGENDALI HAMA
Refugia merupakan istilah yang tidak asing dalam bidang kelautan dan maritime, tetapi dalam bidang pertanian ini termasuk masih baru. Menurut para ahli definisi Refugia adalah pertanaman beberapa jenis tumbuhan yang dapat menyediakan tempat perlindungan, sumber pakan atau sumberdaya yang lain bagi musuh alami seperti predator dan parasitoid. Dengan kata lain bahwa refugia adalah tumbuhan (baik tanaman maupun gulma) yang tumbuh disekitar tanaman yang dibudidayakan, yang berpotensi sebagai mikrohabitat bagi musuh alami (baik predator maupun parasit), agar pelestarian musuh alami tercipta dengan baik. Bagi musuh alami, tanaman refugia ini memiliki banyak manfaat diantaranya adalah sebagai sumber nektar bagi musuh alami sebelum adanya populasi hama di pertanaman.Penanaman refugia pada lahan pertanian atau sekitar lahan pertanian ini merupakan suatu usaha konservasi serangga musuh alami. Tujuannya adalah membuat agroekosistem di lahan pertanian bisa terjaga. Apabila agroekosistem lahan pertanian stabil maka populasi hama akan seimbang dengan populasi musuh alami.Dari berbagai sumber hasil penelitian mengungkapkan data hampir semua tanaman berbunga dapat mendatangkan serangga, tapi jenisnya berbeda-beda, ada serangga musuh alami, serangga hama dan serangga lain. Refugia yang beranekaragam juga semakin banyak serangga yang datang.Tanaman yang berpotensi besar sebagai refugia antara lain tanaman bunga matahari, tanaman kenikir dan tanaman bunga kertas. Tetapi tidak semuanya tanaman berbunga dapat digunakan sebagai tanaman refugia, malah justru terkadang dapat datangkan serangga hama yang tidak kita kehendaki. Ketiga tanaman tersebut mempunyai potensi yang besar sebagai tanaman refugia disebabkan mempunyai bunga yang mencolok dan mempunyai warna yang diminati serangga musuh alami.Refugia bunga kertas sangat potensial sebagai refugia pada lahan tanaman padi. Kelebihan refugia bunga kertas antara lain mudah ditanam (cepat tumbuh), warnanya beragam, bibit mudah diperoleh, regenerasi tanaman tergolong cepat dan kontinyu. Refugia bunga kertas dapat menarik serangga musuh alami lebih banyak karena warna dari bunga kertas ini sangat beragam ada yang berwarna merah, pink, putih, biru, ungu dan orange bahkan penyerbukan silang oleh serangga polinator bisa menghasilkan bunga kertas dengan warna yang lain. Refugia bunga kertas yang beraneka warna dan beragam membuat serangga yang mendatangi juga semakin banyak.Tanaman bunga kertas (Zinnia) dianjurkan ditanam pada areal persawahan karena dapat berinteraksi dengan musuh alami secara baik. Serangga yang berperan sebagai musuh alami yang paling banyak ditemukan pada 7 MST dan 12 MST yaitu rata-rata sebanyak 5 ekor per rumpun, hal ini dikarenakan pada waktu itu bunga kertas banyak yang mekar sehingga banyak serangga yang mendatanginya.Selain banyak kelebihan dari refugia bunga kertas, terdapat juga kekurangannya yaitu umur tanaman lebih pendek atau sekitar 3 bulan. Tanaman Bunga kertas (Zinnnia) termasuk tanaman semusim. setelah semua bunga keluar atau mekar, maka kemudian kering berlahan-lahan, kemudian mati.Serangga yang berkunjung pada refugia bunga kertas berasal dari kelompok yaitu: kumbang (Coleoptera), lalat (Diptera), lebah dan semut (Hymenotera), thrips (Thysanoptera), dan kupu-kupu (Lepidoptera). Diantara kelompok serangga tersebut, lebah merupakan polinator yang sangat penting karena mempunyai kemampuan mengumpulkan polen dan nektar dalam jumlah yang tidak sedikti yang selanjutnya dikonsumsi dengan koloninya.Selain tanaman bunga kertas, tanaman bunga matahari dan tanaman kenikir, tanaman seperti tanaman jengger ayam, tapak dara, bayam, kacang panjang.Ada jenis gulma yang dapat digunakan sebagai refugia asteraceae (keluarga aster). Gulma ini ditata pada jalur khusus. Jenis gulma berbunga ini akan menarik serangga musuh alami, pengaruh gulma terhadap tanaman pokok tidak terlalu berarti, bahkan meningkatkan stabilitas ekologi pertanian. Selain gulma, tumbuhan liar yang berbunga disekitar lahan pertanian juga berpotensi menjadi refugia, yaitu antara lain jenis Synedrella nodiflora, Centella asiatica, Setaria, Borreria repens, dan Arachis pentoi.Hal yang harus diperhatikan dalam penanaman tanaman refugia adalah jangan menanam tanaman refugia terlalu dekat dengan komoditas utama dan koordinasi dengan kelompok tani diperlukan agar penyemprotan hanya dilakukan saat populasi hama sudah tinggi.Penanaman tanaman refugia pada tanaman padi diusahakan sesaat pembuatan galeng selesai sehingga pada saat tanaman refugia berbunga padi sudah mulai tumbuh sehingga dapat terhindar dari hama tanaman. Selain tanaman padi, tanaman sayuran dapat dilakukan penanaman refugia sebelum pengolahan lahan selesai sehinggga pada saat tanaman sayuran sudah besar tanaman refugia sudah mulai berbunga.Penanaman refugia selain sebagai salah satu upaya konservasi musuh alami, penanaman refugia juga akan membawa banyak keuntungan lain yaitu : melakukan pengendalian hama dilakukan cukup satu kali di awal musim tanam, keberadaan musuh alami tidak terputus pada saat panen (tidak ada tanaman pokok), terjaganya keseimbangan ekosistem lahan, sehingga ditanam secara berkelanjutan, maka tidak perlu lagi mengendalikan hama dengan pestisida baik nabati maupun kimia, serta tidak ada dampak negatif yang ditimbulkan oleh aplikasi pestisida kimia (kualitas tanah, air dan udara tetap baik, kesehatan petani terjaga, produk pertanian aman dikonsumsi). Selain itu dengan pemanfaatan refugia sebagai pengendali hama maka biaya produksi lebih rendah dikarenakan tidak perlu mengeluarkan biaya untuk membeli dan mengaplikasikan pestisida dan mutu hasil pertanian lebih baik (bebas residu pestisida), sehingga nilai ekonomi lebih tinggi, sehingga pendapatan dan kesejahteraan petani meningkat. Maka penanaman refugia sangat dianjurkan untuk pengendalian hama. Disusun Oleh : Verena Saptorini H.M, S.P., Penyuluh Pertanian MudaDPPKP Kab. Purworejo