Loading...

Rehabilitasi Kebun Kakao Melalui Metode Sambung Samping

Rehabilitasi Kebun Kakao Melalui Metode Sambung Samping
Rehabilitasi Kebun Kakao dengan Metode Sambung Samping Rehabilitasi kebun kakao adalah tindakan tekhnis yang dilakukan sebagai upaya untuk mengoptimalkan produksi dan kwalitas kebun kakao. rehabilitasi dapat dilakukan dengan beberapa cara, yaitu ; sambung samping, sambung cuppon, dan re-planting menggunakan bibit okulasi/sambung pucuk. Kriteria kebun untuk direhabilitasi adalah sebagai berikut : tanaman sudah tidak produktif (sudah tua/produksi menurun) tanaman rentan terserang hpt jumlah biji kakao 100 biji/100gr jarak tanam tidak sesuai/tidak teratur Sambung samping merupakan metode rehabilitasi tanaman kakao dengan melekatkan bahan tanam (entrees) unggul pada pohon utama. dengan metode ini petani tidak langsung kehilangan hasil produksi, karena dapat memetik buah kakao hingga proses poladring (pemotongan batang utama dilakukan). Berikut adalah tahapan rehabilitasi kebun kakao dengan metode sambung samping : 1. Pra penyambungan a. seleksi klon unggul sebagai sumber entrees b. pemangkasan dan pemupukan pohon kakao yang akan di rehabilitasi * dilakukan 1 bulan sebelum proses penyambungan berlangsung 2. Saat penyambungan a. Persiapan bahan: entrees berasal dari cabang kipas sehat berumur 2-3 bulan, berwarna hijau kecoklatan memiliki mata tunas (belum pecah) dan jarak antar tunas seragam pohon kakao yang sehat b. Persiapan alat : pisau okulasi (tajam dan steril) plastik buram tali rapia batu asah (halus) kain bersih/serbet c. Langkah kerja : buka jendela (sayat kulit batang hingga tampak kambium berwarna putih kehijauan) pada ketinggian 40-45 cm dari permukaan tanah potong entrees menyisakan 2-3 mata tunas, lalu iris meruncing dengan satu sisi ± 3-5 cm, sisi lainnya 0,5 cm. buka kulit batang dan masukkan entrees (irisan paling panjang menempel ke kambium), beri plastic buram (penutup) lalu ikat menggunakan tali rapia (dari bawah hingga atas sambungan) agar sambungan melekat erat, serta ujung plastic penutup dilipat kebawah agar air tidak tergenang *hindari entrees dan kambium terkena jari atau kotoran (pada irisan) 3. Pasca penyambungan lakukan pengamatan mingguan 21 hari setelah disambung, sungkup penutup dibuka (tali pengikat atas) dan langsung lakukan aplikasi penyemprotan pestisida (fungisida, insectisida, dan folior/pupuk daun). aplikasi pestisida setiap minggu hingga usia sambungan 3 bulan. selanjutnya aplikasi pestisida tergantung pada intensitas serangan hpt 90 hari (3 bulan) setelah disambung, buka ikatan bawah dan lakukan topping (pemotongan pucuk) pada cabang yang panjangnya > 60cm, agar muncul cabang baru dan memperbesar diameter cabang. potong cabang pohon utama yang berada searah diatas sambungan, kemudian lakukan aplikasi pemupukan dengan dosis n dua kali dari dosis biasa. 6 bulan – 9 bulan setelah disambung, lakukan poladring (pemotongan batang utama) dengan jarak 30-45 cm dari tapak sambungan paling atas, dan dipotong miring 45⁰, dengan posisi kemiringan berlawanan dengan tapak sambungan. buang bunga pertama yang muncul (7-12 bulan setelah disambung) agar fokus pertumbuhan tetap pada fase vegetative sehingga batang lebih kokoh menopang buah. Dengan langkah-langkah serta pilihan tindakan rehabilitasi yang tepat, maka produksi dan kwalitas kakao petani akan menjadi optimal. hal ini akan berbanding lurus pada peningkatan ekonomi dan kesejahteraan petani kakao. oleh : Supriadi (pp pertama)