Loading...

REKOMENDASI BENIH DAN PERLAKUAN BENIH SAWAH TADAH HUJAN

REKOMENDASI BENIH DAN PERLAKUAN BENIH SAWAH TADAH HUJAN
Sesuai dengan rekomendasi dari Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Kalimtan Timur untuk Kegiatan Adaptasi Teknologi Spesifik Lokalita. Maka rekomendasi benih dan perlakuan benih sawah tadah hujan adalah sebagai berikut : Direkomendasikan mengunakan benih Padi sesuai dengan varietas rekomendasi sejumlah 25 - 30 Kg/Ha. Bersihkan benih dari kotoran atau material lainnya. Rendam benih dengan larutan garam kurang lebih 10 menit. Hal ini bertujuan untuk mengurangi jamur yang mungkin terbawa oleh benih padi. Tiriskan air. Kemudian rendam kembali dengan air selama 14 - 16 jam. Tiriskan kembali Kemudian Peram selama 24 jam Sebelum melaksanakan langkah diatas sebaiknya diawali dengan seleksi benih dengan langkah sebagai berikut : Larutan air garam tersebut dapat dibuat dengan melarutkan 5-6 sendok garam dengan air sebanyak 1 liter. Atau untuk hasil yang lebih tepat, kadar garam dapat diperiksa menggunakan telur ayam sebagai indikatornya.Telur ayam yang masih mentah dan segar dimasukkan ke dalam air garam tersebut. Jika telur ayam tersebut terangkat sedikit, itu berarti dosis garam yang digunakan sudah cukup. Sebaliknya, jika telur ayam masih tenggelam sepenuhnya, maka perlu ditambahkan garam kembali hingga telur bisa sedikit terangkat dari dasar air. Selanjutnya, benih padi yang akan diseleksi dimasukkan ke dalam larutan air garam tersebut. Hasil akan menunjukkan bahwa benih padi yang bernas akan tenggelam di dalam larutan garam, tetapi untuk yang hampa akan mengapung. Jika ada benih yang terapung, maka sebaiknya segera dibuang, sementara benih yang tenggelam segera ditiriskan untuk kemudian dibilas dengan air mengalir agar kandungan air garamnya hilang. Disamping untuk memisahkan benih yang hampa dengan benih yang bernas, perlakuan seleksi benih dengan larutan garam ini juga bermanfaat sebagai perlakuan awal untuk meminimalisir tanaman padi terserang penyakit yang disebabkan oleh jamur yang terbawa oleh benih padi tersebut. Penulis : Elia Eston (Penulis Artikel Dana Dekonsentrasi 2019)