A. Dasar Permasalahan Rekomendasi pemupukan untuk tanaman padi sawah yang tertuang dalamKeputusan Menteri Pertanian No. 01/Kpts/SR.130/1/2006 tanggal 3 Januari2006 tentang Rekomendasi Pemupukan N, P, dan K pada Padi Sawah SpesifikLokasi belum mencakup seluruh kecamatan yang ada sebagai akibat daripemekaran, belum mempertimbangkan tingkat produktivitas lahan yangterbaru, dan teknologi usahatani. Akibatnya di beberapa tempat dijumpaibahwa takaran pupuk yang direkomendasikan terlalu rendah, sebaliknya di tempat lain justru terlalu tinggi, khususnya nitrogen.Pemupukan berimbang yang didasari oleh konsep "pengelolaan hara spesifiklokasi" (PHSL) adalah salah satu konsep penetapan rekomendasi pemupukan.Dalam hal ini, pupuk diberikan untuk mencapai tingkat ketersediaan haraesensial yang seimbang di dalam tanah dan optimum guna : (a)meningkatkan produktivitas dan mutu hasil tanaman, (b) meningkatkanefisiensi pemupukan, (c) meningkatkan kesuburan tanah, dan (d)menghindari pencemaran lingkungan. B. Analisis Pemecahan MasalahAgar pemupukan dapat efisien dan produksi optimal, rekomendasipemupukan harus didasarkan pada kebutuhan hara tanaman, cadangan harayang ada di dalam tanah, dan target hasil realistis yang ingin dicapai.Kebutuhan hara tanaman sangat beragam atau spesifik lokasi dan dinamisyang ditentukan oleh berbagai faktor genetik dan lingkungan. Rekomendasi pemupukan dalam Permentan No. 40/Permentan/OT.140/4/2007 ini menggunakan dua pendekatan yang saling melengkapi, yaitu :• Pertama, berupa alat yang dapat digunakan secara mandiri oleh penyuluhdan mantri tani untuk membantu petani dalam menentukan takaran pupuksecara lebih spesifik lokasi (per hamparan, bahkan dapat sampai per petaksawah). Alat tersebut adalah Bagan Warna Daun (BWD) untuk penentuantakaran pupuk N, dan PUTS (Perangkat Uji Tanah Sawah) ataupendekatan Petak Omisi untuk menentukan takaran pupuk P dan K.• Kedua, dalam hal tidak tersedia alat bantu pada diktum 8.a di atas, TabelRekomendasi Pemupukan N, P, dan K per kecamatan dapat digunakansebagai Acuan dasar dalam menentukan rekomendasi pemupukan. Tabelini juga sangat diperlukan untuk menentukan kebutuhan pupuk per kecamatan. ZAMRY FAHRIZAL, SP-Admin Cybex Kab. Pamekasan