Loading...

Rembug Tani Tentang " Pengendalian Penyakit Bulai Pada Tanaman Jagung"

Rembug Tani Tentang " Pengendalian Penyakit Bulai Pada Tanaman Jagung"
Salah satu Kegiatan dari UPTB-BPK Lubuk Tarok yang diadakan oleh penyuluh pertanian dilapangan adalah Rembug Tani tentang Pengendalian Penyakit Bulai Pada Tanaman Jagung. Penyakit bulai pada jagung disebabkan oleh jamur Peronosclerospora maydis,P. Maydis merupakan penyakit yang fatal dan tidak dapat ditanggulangi. Banyak petani yang gagal panen akibat panyakit ini. Oleh karena itu, untuk mengantisipasi pencegahannya penyuluh pertanian mengadakan rembug tani tentang pengendalian penyakit bulai.Penyakit bulai gejalanya seperti daun yang terinfeksi berwarna khlorotik, biasanya memanjang sejajar tulang daun, dengan batas yang jelas, dan bagian daun yang masih sehat berwarna hijau normal . Warna putih seperti tepung pada permukaan bawah maupun atas bagian daun yang berwarna khlorotik, tampak dengan jelas pada pagi hari. Daun yang khlorotik sistemik menjadi sempit dan kaku. Tanaman menjadi terhambat pertumbuhannya dan pembentukan tongkol terganggu sampai tidak bertongkol sama sekali. Tanaman yang terinfeksi sistemik sejak muda di bawah umur 1 bulan biasanya mati. Gejala lainnya adalah terbentuk anakan yang berlebihan dan daun-daun menggulung dan terpuntir, bunga jantan berubah menjadi massa daun yang berlebihan dan daun sobek-sobek.Pengendalian tanaman jagung terhadap penyakit bulai Cuma dapat dilakukan dengan cara tanaman tersebut dicabut bersama dengan akarnya, kemudian dibuang jauh-jauh atau dibakar agar tidak menular ketanaman lainnya.Adapun cara pencegahannya yaitu:1. Perlakuan terhadap benih : Sebelum penanaman, benih dicampur dulu dengan obat fungisida berbahan aktif dimetomorf (renon, acrobat dll)2. Dilakukan penyemprotan ketika tanaman jagung berumur 1 minggu- 35 hst dengan fungisida berbahan aktif iprodium dan obat carbio dg dosis 15 cc-25cc/liter/tangki semprot dg interval 7 hari3. Pencegahan dengan cara pemupukan: untuk pemupukan pertama sebaiknya jangan menggunakan jenis Urea. Gunakan Phoska+SP atau dengan sedikit ZA+ organic. Untuk pemupukan kedua gunakan jenis pupuk ZA+phoska+organic. Selanjutnya pemupukan terakhir gunakan Urea.4. Pencegahan terakhir adalah taburi lahan dengan bahan organic, pupuk kandang secara rutin tiap akan melakukan budidaya tanaman. Oleh: Miratul Rusda, S.Pt (Pendamping KDMP)