Sambung pucuk adalah salah satu cara pengembangbiakan tanaman yang digunakan untuk menyambung salah satu bagian tanaman ke pohon lain, sehingga tumbuh menjadi satu tanaman tunggal. Pada prinsipnya,perbanyakan tanaman dapat dilakukan dengan dua cara, yakni secara generatif dengan menggunakan bagian tanaman (akar, batang, daun). Perbanyakan vegetatif itu sendiri dapat berupa Stek, Anakan, Okulasi, Sambungan, Merunduk, Penyusuan, dan Kultur Jaringan. Okulasi, Sambungan dan Penyusun serta Modifikasinya; Stekon (Stek Okulasi), Stebung (Stek Sambung), mempunyai keunggulan lain, karena dapat menggabungkan dua sifat yang diinginkan dari dua individu tanaman yang berbeda, sehingga disebut juga sebagai cara perbanyakan vegetatif dengan perbaikan. Keunggulan perbanyakan vegetatif, khususnya Sambung Pucuk (Tip Grafting) pada tanaman Durian (Durio Zibertus Murrs) adalah karena dapat dilakukan lebih awal, yakni pada persemaian batang bawah yang baru berumur dua bulan, dengan tingkat keberhasilan sambungan tinggi, yakni sekitar 80%. Dengan teknik Sambung Pucuk, para petani penangkar benih (baca bibit)tanaman Durian bermutu dalam waktu singkat. Selain itu, dengan cara seperti ini mutu genetik dapat dipertahankan bahkan di tingkatkan, diperoleh pohon yang dapat berbuah lebih cepat, dan dengan mutu produksi yang lebih baik. Kegiatan sambung pucuk ini sendiri langsung diterapkan oleh kelompoktani Loh Jinawi yang berada di desa Alur tani satu, kecamatan Tamiang hulu, Kabupaten Aceh tamiang.