Sanitasi Lahan (materi Penyuluhan Di Wilbi Desa Ploso Lor Dan Karangjati)
Karangjati , Juli 2019, sebagaian besar wilayah pertanian di Wiyalayah Binaan Desa Karangjati Dan Ploso Lor Kecamatan Karangjati. merupakan lahan pertanian padi. Berbagai upaya untuk meningkatkan produksi dan produktifitas padi dilaksanakan melalui berbagai program pemerintah dan kajian teknologi spesifik lokasi. ,Salahsatu teknologi yang dikembangkan adalah penerapan panen padi dengan mekanisasi. Pelaku utama semakin tertarik dengan teknologi ini, karena kehilangan hasil panen bisa di tekan dan kwalitas gabah menjadi lebih bersih sehingga harga jual gabah lebih mahal. Hal yang lebih menarik dengan model panen potong jerami atas adalah lahan akan mendapatkan kompos jerami lebih banyak sehingga kesuburan lahan semakin lama semakin meningkat, tenaga dan biaya panen lebih efisiensi. Kondisi saat ini habis panen. Namun pada kennyataan di lapang, tanpa di sadari sisa jerami ini menimbulkan masalah baru. Pada kurun waktu panen sampai olah tanah akan tumbuh tunas padi (singgang), yang bisa menyerap unsur hara dalam tanah dan menghambat proses de-komposer jerami. Selain itu singgang akan memjadi inang bagi Organisme Pengganggu Tanaman(OPT) sebelum musim tanam tiba. Hal ini di perparah lagi dengan kebiasaan pelaku utama dalam sebar benih yang di lakukan sebelum panen atau setelah panen, sehingga mata rantai perkembangan OPT tidak akan terputus. Dari permasalahan tersebut perlu dilakukan sanitasi lahan dengan pemanfaatan/penyemprotan herbisida pra tumbuh berbahan aktif Parakuat diklorida dan pemanfatan/penyemprotan De- composer (EM-4, stardek dan lain-lain) secara berselang sekitar 5-7 hari setelah aplikasi. Dengan penyemprotan herbisida berbahan aktif Parakuat diklorida diharapkan singgang dan gulma akan mati. Hal akan memutus persediaan makanan bagi OPT dan unsur hara tanah tidak terserap sia-sia. Bahan aktifParakuat diklorida tergolong bersifat kontak yang hanya bekerja dengan cepat pada permukaan daun yang terkena semprotan dalam mengendalikan gulma berdaun sempit, berdaun lebar dan pakis-pakisan. Selain itu larutan bahan aktif Parakuat diklorida yang jatuh ke tanah langsung diikat oleh mineral tanah dalam bentuk kondesat sehingga menjadi tidak tersedia biologi yang dapat di serap oleh akar tanaman, bahkan oleh cacing atau organisme tanah lainya. Dengan demikian bahan aktif ini meberikan keuntungan dalam menjaga kelestarian lingkungan. Setelah singgang dan gulma mati maka proses pengomposan bisa di percepat dengan penyemprotan EM-4 / star dek setelah olah tanah pertama. Efektif mikroorganisme yang terkandung De- composer (EM-4, stardek dan lain-lain) akan memperkaya kandungan jasad renik dalam tanah yang akan bekerja dalam mempercepat proses komposisi sisa-sisa tanaman menjadi pupuk kompos yg siap di sediakan bagi tanaman padi. Dengan demikian diharap teknologi ini bisa mendukung terwujudnya budidaya tanaman sehat yang ramah lingkungan. Gono, SP. Admin Cybex Pertanian Sumber: Mengenal lebih dekat hebisida berbahan aktif parakuat. PT. SYNGENTA. Jakarta.2008