Loading...

SDG Cengkeh Afo, Simbol Kejayaan Maluku Utara

SDG Cengkeh Afo, Simbol Kejayaan Maluku Utara
Cengkeh adalah komoditas yang turut membuat nama Maluku Utara dikenal sebagai wilayah utama penghasil rempah yang sangat diminati oleh pedagang dan konsumen dari Cina, India, dan Eropa. Bahkan saat ini rempah dari Maluku Utara diminati oleh konsumen di seluruh dunia. Siapa sangka, tanaman cengkeh tertua di dunia, atau yang dengan nama cengkeh AFO, berada di lereng gunung Gamalama, Pulau Ternate. Tingginya demand dan harga produk cengkeh, mendorong Pemda Maluku Utara bersama Kemenkumham untuk menetapkan cengkeh ini sebagai indikasi geografis dengan nama cengkeh Moloku Kieraha bernomor 10/IG/VI/A/2016. Lolosnya cengkeh sebagai indikasi geografis Maluku Utara tak lain karena bunga cengkeh kering dan minyak cengkeh yang dihasilkannya memiliki citarasa khas dan mutu yang berbeda dengan cengkeh dari daerah lain. Ciri spesifik lokasi ini didasarkan pada kondisi agroekosistem yang memiliki iklim spesifik dimana bulan basah berlangsung 10 bulan dan bulan kering 2 bulan dengan curah hujan ±2418 mm/tahun dengan kondisi tanah vulkanik dengan jenis andosol yang cukup subur dengan ketinggian lokasi 750 m dpl. Cengkeh Afo saat ini statusnya sudah terdaftar di PPVT Kementerian Pertanian dengan tanda daftar SK Menteri Pertanian nomor : 3680/Kpts/SR.120/11/2010, tanggal 12 November 2010. Produksi bunga keringnya sebesar 35,5 kg/pohon, sedangkan produksi bunga segar 103,0 kg/pohon dengan jumlah bunga/tandan 18-27 buah. Ciri spesifik lainnya adalah warna bunga muda hijau kemerahan dan warna bunga matang petik kuning kemerahan. Mutu bunga cengkeh untuk rokok kretek biasanya ditentukan oleh kandungan eugenol. Cengkeh Afo memiliki kadar eugenol yang cukup tinggi yaitu 70,65-73,19% dengan kandungan kadar minyak atsirinya sebesar 20,14-21,99%. Deskripsi : Cabang Percabangan : Tidak teratur Sudut Cabang Bawah (º) : 80-95 Sudut Cabang Atas (º) : 15-30 Tinggi Cabang I (cm) : 70-220 Bentuk Cabang I : Mirip tanduk kerbau Batang Lingkar Batang (cm) : 256-357 Bentuk Tajuk : Kerucut Batang Utama : Membagi 4-14 Lebar Kanopi US-TB (m) : 11.86-15.80; 11.23-13.65 Biji Bentuk : Konis panjang Berat (g) : 2.1-2.3 Warna Biji : Coklat tua kehitaman Penampang (cm) : 1.23-1.32 Panjang Biji (cm) : 2.85-2.99 Persen Biji/Buah (%) : 65-68 Daun Bentuk : Lonjong Warna daun tua : Hijau tua Warna Pucuk Tua : Merah kekuningan Indeks : 2.42-2.67 Permukaan Daun : Licin Pinggir : Bergelombang 3-6 Panjang Daun (cm) : 8.7-12.3 Lebar Daun (cm) : 3.6-4.6 Panjang Tangkai (cm) : 2.0-2.3 Warna Petiol/Ujung Tangkai : Hijau tua Buah Bentuk Buah : Konis panjang Berat (g) : 3.2-3.5 Warna Buah Muda : Kuning kemerahan Warna Buah Matang : Hitam kemerahan Bunga Tipe Rangkaian Bunga : Gagang pendek Jumlah Bunga/Rangkaian : 18-27 Bentuk Bunga : Langsing agak corong Waran Bunga Muda : Hijau kemerahan Warna Bunga Masak Petik : Kuning kemerahan Diameter Gelung : 0.46-0.57 cm Diameter Batang Bunga : 0.35-0.43 cm Bentuk Mahkota : Bulat lancip Bobot Basah/100 Butir : 27.05-30.23 g Bobot Kering/100 butir : 9.25-10.58 g Kadar Minyak Atsiri (%) : 20.14-21.99 Kadar Eugenol (%) : 70.65-73.19 Produksi Potensi Produksi Bunga/Pohon Basah (kg/pohon/tahun) : 87-119 Potensi Produksi Bunga/Pohon Kering (kg/pohon/tahun) : 30-41 Dikeluarkan dengan SK Menteri Pertanian nomor : 3680/Kpts/SR.120/11/2010 Ditulis ulang oleh : Enrico S. BBP2TP Sumber : Balitbangtan