Loading...

SEJARAH PERKEMBANGAN PENYAKIT BULAI DAN UPAYA MENGENDALIKAN

SEJARAH PERKEMBANGAN PENYAKIT BULAI DAN UPAYA MENGENDALIKAN
PENDAHULUAN , Sejarah ,Penyakit bulai (downy mildew) pada tanaman jagung sejak lama dirasa menimbulkan kerugian yang cukup besar, sehingga banyak dikenal petani. Penyakit ini mempunyai banyak nama setempat, antara lain di Jawa Tengah dikenal dengan nama “omo putih”, “omo londo” dan “omo bule”; di Jawa Timur “omo putih” dan “potehen”; sedang di Jawa Barat dikenal “hama liyer” (Semangun 1993).Penyakit ini mulai mendapat perhatian tahun 1892 dan 1893. Pada Tahun 1916, Rutgers melaporkanbahwa tanaman jagung terinfeksi bulai dari Ungaran, Jawa Tengah dikirim ke kebun Raya Bogor untuk diteliti dengan perantaraan Departemen Dalam Negeri. Publikasi tentang penyakit ini untuk pertamakali ditulis oleh Raciborski pada Tahun 1897. Selanjutnya pada Tahun 1900, Raciborski menulis bahwa penyakit ini juga sangat merugikan di Yogyakarta dan Surakarta (Vorstenland) dan Jawa Timur. Penyakit bulai selalu ditulis dalam laporan tahunan mengenai “Hama dan Penyakit pada Tanaman Pertanian” yang terbit antara tahun 1914 sampai tahun 1936 (Semangun 1993).Meskipun sudah lama di Palembang, namun penyakit baru ditemukan di Lampung pada akhir tahun 1973, pada waktu propinsi ini sedang dikembangkan menjadi daerah jagung. pada waktu itu diusahakan untuk mencabut semua tanaman yang sakit secara serentak agar Lampung kembali bersih dari penyakit bulai. Usaha ini dianggap kurang berhasil karena ada petani (meskipun sedikit) yang berkeberatan untuk mencabut tanamannya yang sakit,Petani Pangkalan Jambu masih menanam jagung secara tradisional bersama padi ladang ( Tumpang Sari Padi – Jagung ) Tetapi saat ini petani meulai memperhatikan kondisi tanaman karena panen semakin menurun.Pengendalian penyakit tanaman telah diketahui beberapa teknik pengendalian seperti melalui teknik budidaya tanaman, penggunaan varietastahan, eradikasi, perlakuan benih, penghindaran penyakit dan peraturan karantinaEradikasi tanaman sakit bertujuan untuk menekan penyebaran penyakit. Apabila ditemukan tanaman yang memperlihatkan gejala penyakit bulai di antara pertanaman jagung maka segera dicabut dan disimpan ditempat yang samaPengaturan Waktu TanamTanaman jagung paling rentan terkena bulai pada saat tanaman mulai berkecambah hingga tanaman berumur 5 minggu setelah tanam. Penyakit bulai banyak berkembang pada waktu peralihan musimkemarau ke musim penghujan atau sebaliknya. Oleh karena itu, diupayakan pada saat terjadi peralihan musim, tanaman jagung sudah berumur lebih dari satu bulan.Penanaman jagung secara serempak akan menekan serangan patogen penyebab bulai karena fase pertumbuhan tanaman relatif samaPengendalian hayati dapat dilakukan dengan memanfaatkan mikroba-mikroba yang ada di sekitar kitaPenulis : Juli AkbarSumber Tulisan : BPTP Sumsel