Loading...

Sekolah Lapang Iklim Operasional Di Subak Tibubeleng ( Antisipasi Perubahan Iklim)

Sekolah Lapang Iklim Operasional Di Subak Tibubeleng ( Antisipasi Perubahan Iklim)
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (disingkat BMKG) adalah Lembaga Pemerintah Non Departemen Indonesia yang mempunyai tugas di bidang Meteorologi, Klimatologi, Kualitas Udara dan Geofisika sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku. BMKG juga memberikan informasi di berbagai sektor seperti bidang transportasi, sumber daya air, penanggulangan bencana, kelautan dan perikanan serta pertanian. Salah satu bentuk dukungan BMKG dibidang pertanian adalah dengan dilaksanakannya SLI atau Sekolah Lapang Iklim. Tujuan utamanya diadakan SLI adalah meningkatkan wawasan petani tentang informasi iklim dan cuaca BMKG dan menggunakan informasi tersebut untuk kegiatan pertanian. Keberhasilan di bidang pertanian dipengaruhi beberapa factor salah satu yang utama selain kualiats bibit dan pengolahan lahan adalah kondisi iklim. Dampak perubahan iklim yang paling dirasakan petani adalah ancaman puso ketika kemarau panjang, turunnya jumlah produksi karena hujan, serangan hama dan penyakit kondisi lingkungan yang mendukung perkembanga OPT, serta risiko gagal panen. BMKG menyediakan informasi cuaca dan iklim seperti ramalan cuaca harian, sepuluh harian, dan prediksi musim setiap bulan, serta peringatan dini yang membantu petani mengambil keputusan. Factor iklim merupakan factor alam yang tidak bisa dikendalikan oleh manusia sehingga informasi yang diberikan oleh BMKG memiliki peran penting dalam rencana tanam. Misalnya pada bulan bulan kering tanaman apa yang cocok untuk ditanaman sehingga meminimalisir adanya gagal panen. Kegiatan dilaksanakan disubak Tibubeleng, Desa Penyaringan Kecamatam Mendoyo Kabupaten Jembrana Bali. Dimulai dari awal tanggal sampai Panen Agustus-November 2020. Pengamatan dilakukan 10 hari sekali. Setiap pertemuan dilakukan pengamatan kondisi cuaca, OPT dan Pertumbuhan tanaman padi dan prakiraan cuaca 10 hari kedepan sehingga petani dapat melakukan antisipasi kemungkinan cuaca yang akan terjadi. Petani perlu tahu bagaimana bersikap menghadapi variabilitas iklim yang memengaruhi produktivitas panen mereka. Informasi iklim masih sulit dipahami, utamanya di kalangan petani yang memang mengalami langsung pengaruh iklim pada kehidupan mereka. Sehingga BMKG melalui SLI mengubah informasi iklim teknis menjadi bahasa praktis petani yang mudah dipahami, dengan penyuluh pertanian sebagai fasilitator. Penulis : Sang Ayu Made Intan Putri Rahayu, S.P.