SEKOLAH LAPANG PADI DI KELOMPOK TANI “TANI SUBUR” DESA TAMBAKREJO KECAMATAN PASREPAN KABUPATEN PASURUAN PENDAHULUAN Latar Belakang Penyuluhan pertanian adalah merupakan sistem pendidikan non formal yang ditujukan kepada pelaku utama dan pelaku usaha agar mereka tahu, mau dan mampu menggunakan inovasi baru dalam rangka peningkatan kemampuan yang dimiliki agar dapat lebih maju dan mandiri. Dalam kegiatan penyuluhan pertanian metode penyuluhan pertanian yang cukup efektif dalam menyampaikan pesan kepada pelaku utama dan pelaku usaha baik teori maupun praktek melalui metode partisipatif dan kegiatan bimbingan yang dilakukan secara terus menerus dan berkesinambungan. Dalam rangka swasembada beras nasional yang berkelanjutan pemerintah telah melakukan beberapa program/kegiatan diantaranya kegiatan sekolah lapang komoditas pangan strategis nasional, dalam kegiatan sekolah lapang tersebut diperlukan peran penyuluh pendamping yang bertindak sebagai fasilitator agar petani mampu mengambil keputusan sendiri dengan jalan membantu mengidentifikasi potensi wilayah, menganalisa penerapan teknologi sesuai dengan spesifik lokasi, mengidentifikasi dan memecahkan masalah serta mengorganisasikan kelompoktani dan menggabungkan kelompoktani dalam suatu gerakan/kegiatan bersama-sama. Kegiatan SL komoditas pangan strategis nasional adalah penggabungan beberapa metode penyuluhan, diantaranya yaitu kursus tani, rembug tani, dan demonstrasi farming (demfarm). Metode SL memperlihatkan secara nyata, baik cara maupun hasil dari penerapan suatu inovasi teknologi yang telah teruji dan menguntungkan bagi petani. Tujuan Meningkatkan kemampuan petani/kelompoktani dalam merencanakan kegiatan usaha tani mulai dari pengolahan lahan, persemaian, penanaman, pemupukan, pengendalian hama dan penyakit, panen serta menyusun jadwal pelaksanaan pertemuan selanjutnya. Meningkatkan kemampuan petani/kelompoktani dalam mengidentifikasi potensi wilayah, permasalahan serta mampu menganalisa penerapan teknologi sesuai spesifik lokasi Meningkatkan kemampuan petani/kelompoktani dalam menerapkan teknologi sesuai rekomendasi. Manfaat Petani/kelompoktani mampu merencanakan kegiatan usahataninya serta mampu menyusun jadwal kegiatan usahataninya Petani/kelompoktani mampu mengidentifikasi potensi wilayahnya, permasalahan serta mampu menerapkan paket teknologi sesuai spesifik lokasi Dapat digunakan sebagai acuan kelompoktani lainnya atau pihak terkait dalam lingkup pertanian dalam penerapan teknologi untuk meningkatkan produksi dan produktivitas. PEMBAHASAN Penggunaan benih padi unggul varietas Sintanur Benih padi bermutu tinggi sangat penting dalam suatu usahatani, karena benih merupakan faktor utama dan penentu keberhasilan suatu budidaya. Benih bermutu adalah benih dengan tingkat kemurnian dan daya tumbuh yang tinggi, berukuran penuh dan seragam, daya kecambah diatas 80 %. Bermutu yang bermutu tingi tersebut disiapkan dengan cara seleksi benih dan perlakuan benih (seed treatmen) Penggunaan seed treatment dengan pestisida sebelum tanam mempunyai 2 tujuan yaitu mengendalikan infeksi penyakit tular biji (seed borne) dan perlindungan awal terhadap penyakit tular biji saat perkecambahan dan saat tumbuh muda supaya tanaman tidak mati muda (damping off). Klasifikasi benih Benih Bersertifikat (Benih penjenis, benih dasar, benih pokok, benih sebar) Benih Tidak bersertifikat Varietas sintanur Nomor seleksi : B9645E-MR-89-1 Asal persilangan : Lusi/B7136C-MR-22-1-5 (Bengawan Solo) Golongan : Cere Umur tanaman : 115 - 125 hari Bentuk tanaman : Tegak Tinggi tanaman : 115 - 125 cm Anakan produktif : 16 – 20 batang Warna kaki : Hijau Warna batang : Hijau Warna telinga daun : Tidak berwarna Warna lidah daun : Tidak berwarna Muka daun : Kasar Warna daun : Hijau Posisi daun : Tegak sampai miring Daun bendera : Tegak Bentuk gabah : Sedang Warna gabah : Kuning bersih Kerontokan : Sedang Kerebahan : Agak tahan Tekstur nasi : Pulen Kadar amilosa : 18% Bobot 1000 butir : 27 g Rata-rata hasil : 6,0 t/ha Potensi hasil : 7,0 t/ha Ketahanan terhadap Hama : i) Tahan terhadap wereng coklat biotipe 1 dan 2, serta ii) Rentan terhadap wereng coklat biotipe 3 Ketahanan terhadap Penyakit : Tahan terhadap hawar daun bakteri strain III, rentan terhadap strain IV dan VIII Sifat khusus : Wangi mulai dipertanaman Anjuran tanam : Baik ditanam di lahan sawah irigasi dataran rendah sampai 550 m dpl. Melakukan seleksi benih dengan larutan garam : Sediakan ember berisi air. Sediakan garam dan telur mentah Masukkan garam sedikit demi sedikit kedalam air sambil terus diaduk Pemberian garam pada air dihentikan ketika telur sudah mengapung dan keluarkan telur. Masukkan benih dalam larutan garam. Aduk beberapa kali dan buang benih yang terapung Cuci benih yang tenggelam dengan air bersih dan peram Pengolahan Lahan Tahapan pengolahan tanah : Airi sawah yang akan ditanami selama 1 minggu agar lunak Bersihkan pematang dan lanjutkan dengan pemopokan pematang Lakukan pembajakan sawah dengan kedalaman 20-25 cm Inkubasi tanah selama 7 hari Kemudian lakukan penggaruan 5 hari sebelum tanam Lakukan perataan tanah Metode Tanam Sistem Jajar Legowo (Jarwo) 4 : 1 Legowo 4:1 meningkatkan populasi tanaman sekitar 20% dan 50% dari total populasi tanaman berposisi sebagai tanaman pinggir. Pada legowo 4:1 baris pertama dan baris keempat saja yang dipadatkan sehingga jarak tanam dalam baris menjadi 10 cm sedangkan baris kedua dan ketiga tetap dengan jarak tanam dalam baris 20 cm. Pengertian jajar legowo 4 : 1 adalah cara tanam yang memiliki 4 barisan kemudian diselingi oleh 1 barisan kosong dimana pada setiap baris pinggir mempunyai jarak tanam >2 kali jarak tanam pada barisan tengah. Dengan demikian, jarak tanam pada tipe legowo 4 : 1 adalah 20 cm (antar barisan dan pada barisan tengah) x 10 cm (barisan pinggir) x 40 cm (barisan kosong). Pemupukan Berimbang Kandungan unsur hara pada tanah yang dibutuhkan oleh tanaman bervariasi tergantung dari kondisi lokasi tanaman tersebut ditanam, namun ketersedianya dalam tanah ternyata sangat terbatas sekali, oleh sebab itu guna menambah kandungan unsur hara perlu adanya campur tangan manusia dengan menambahkan unsur hara yang diperlukan dengan cara melakukan pemupukan. Pemupukan padi adalah kegiatan penambahan nutrisi tanaman sesuai kebutuhan dan target hasil yang realistis. Untuk menyikapi hal tersebut diperlukan teknis pemupukan yang benar dan disesuaikan dengan kebutuhan tanaman padi. Teknis pemupukan yang tidak sesuai dengan tahapan dan kebutuhan tanaman akan berdampak terhadap produksi yang dihasilkan, oleh sebab itu teknis pemupukan yang benar perlu dilakukan agar hasil yang diharapkan dapat terwujud. Pemupukan untuk tanaman padi bergantung pada : Status hara atau suplai hara tanah Kebutuhan tanaman akan hara Kandungan hara dalam pupuk. Pengendalian hama dan penyakit padi Hama dan penyakit dikendalikan dengan pendekatan pengelolaan hama terpadu (PHT), Antara lain penggunaan varietas tahan sintanur, pengelolaan tanam jajar legowo Penggunaan pestisida didasarkan pada pemantauan dilapang agar dicapai efisiensi yang tinggi dan pencemaran lingkungan dapat diperkecil Komponen pengendalian diterapkan sesuai dengan tahapan budidaya tanaman Pemantauan dilahan untuk mengenal dan melihat gejala serangan hama dan penyakit serta cara pengendaliannya. Untuk pencegahan dan pengendalian menggunakan fungisida, insektisida dan bakterisida dengan menggunakan azas 5 tepat, (tepat waktu, tepat jenis, tepat dosis, tepat tempat, tepat sasaran). Panen Penekanan kehilangan hasil merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan produksi padi, yang tahapan kegiatannya dimulai sejak panen sampai hasil tersebut siap untuk dipasarkan. Panen adalah memetik hasil tanaman padi sesuai dengan kriteria tingkat kemasakan. Di tingkat petani penanganan panen yang meliputi penentuan kriteria tingkat kemasakan dan cara panen kurang diperhatikan. Hal ini disebabkan antara lain adanya kebutuhan hidup yang mendesak dan kurangnya pengetahuan tentang penanganan panen. Penentuan kriteria tingkat kemasakan dan cara panen merupakan hal yang perlu diketahui oleh petani agar kehilangan hasil panen padi dapat ditekan. Menentukan Saat Panen : Amati tanaman padi yang siap panen dengan cara visual : Lihatlah kenampakan padi pada hamparan di lahan, 90 – 95% gabah dari malai tampak kuning; dan daun bendera telah mengering. Amati kerontokan gabahnya (sekitar 16 – 30 %), caranya remaslah malai dengan tangan. Perhatikan umur tanaman padi, hitunglah sejak padi berbunga biasanya berumur 30 – 35 hari setelah berbunga merata, atau antara 135 – 145 HST (tergantung. varietasnya) KESIMPULAN Dari kegiatan pelaksanaan sekolah lapang komoditas pangan (padi) strategis nasional di Desa Tambakrejo Kecamatan Pasrepan Kabupaten Pasuruan dapat diambil kesimpulan sebagai berikut : Petani/kelompoktani mampu dalam merencanakan kegiatan usaha tani mulai dari pengolahan lahan, persemaian, penanaman, pemupukan, pengendalian hama dan penyakit, panen serta mampu menyusun analisa usahataninya. Petani/kelompoktani mampu dalam mengidentifikasi potensi wilayah, mampu memecahkan permasalahan serta mampu menganalisa penerapan teknologi sesuai spesifik lokasi Petani/kelompoktani mampu dalam menerapkan teknologi sesuai rekomendasi.