Loading...

SELADA AIR YANG MENJADI PUNDI UANG MASYARAKAT PRINGAPUS

SELADA AIR YANG MENJADI PUNDI UANG MASYARAKAT PRINGAPUS
SELADA AIR YANG MENJADI PUNDI UANG MASYARAKAT PRINGAPUSOleh. Khusnul Fatimah Pringapus merupakan desa kecil yang memiliki luas lahan 110 Ha dengan lahan tegalan seluas 65 ha dan lahan sawah seluas 45 ha,selain itu pringapus mempunyai pengaruh kebudayaan hindu karena memiliki cagar budaya berupa candi perot, yang menjadi ikon wiasata desa dan memiliki kekayaan air yang sangat melimpah yaitu mata air Endong sewu yang sangat mempengaruhi laju pertanian di pringapus dan sekitarnya, hamper 90 % penduduk bermata pencaharian dari pertanian,usaha yang dibudidayakan hampir sama dengan desa lainya yaitu tanaman padi, jagung hortikultura serta tembakau. Akan tetapi dengan adanya kekayaan alam berlimpah pringapus memiliki satu komoditas unggulan yaitu Selada air atau yang sering terkenal dengan Kenci Banaran.dimana tanaman ini hanya dipandang sebagai pemanis pemandangan mata.. Selada air adalah sayuran berdaun kecil bewarna hijau yang tumbuh ditanah yang mendapatkan air dari mata air langsung , yang biasanya diolah sebagai pecel , tumis dll. Tanaman sayur yang satu ini memiliki banyak sekali manfaat bagi kesehatan manusia karena memiliki kaya akan vitamin C dan dapat menghilangkan racun polusi dalam tubuh . Selain itu berguna untuk pengobatan diabetes karena serat didalamnya mengandung insulin .dan sebagai penurun hipertensi dan Kolesteral jahat.Disamping beberapa manfaat untuk tubuh manusia Selada air merupakan komoditi yang dianggap sebagian banyak orang merupakan usaha yang tidak ada nilai ekonomisnya. Sebagian besar orang tidak dapat memanfaatkan tanah yang mampu berpotensi untuk dijadikan komoditi yang berbasis usaha.Didesa pringapus yang memiliki lahan sawah yang terairi oleh mata air langsung seluas kurang lebih 5 ha. Lahan sawah tersebut tiap tahunnya selalu dijadikan lahan untuk budidaya selada air.Untuk berbudidaya tanaman yang satu ini petani tidak diperlukan biaya produksi tinggi karena tanaman ini tidak membutuhkan pupuk kimia yang terlalu banyak. Tanaman ini juga merupakan tanaman yang organic tanpa penggunaan pestisida ,tanaman ini dipanen pada umur muda yaitu sekitar 35-40 Hari sudah siap panen.dalam luasan 0,1 Ha dapat mengahasilkan 750-1000kg dengan harga jual rata – rata Rp.2000/kg maka dalam luasan 0,1 ha dapat menghasilkan Rp. 1500.000,- dalam 35 hari dan mendapatkan Rp. 10.500.000,- dalam setahun. Sehingga tanaman ini mampu mendongkrak hasil usaha pertanian.akan tetapi banyak petani didesa lain yang belum melirik peluang tersebut. Didesa pringapus selada air sudah menjadi ikon tersendiri dengan nama “kenci banaran ” yang sudah memiliki nama di pasaran Ngadirejo dan sekitarnya .Harapan terbesar adalah petani mampu melirik peluang usaha agribisnis ini.atau dari komoditas lain yang memiliki nilai jual yang lebih.. serta mampu memperhatikan peluang disekitarnya.