Loading...

SELEKSI BENIH PADI SAWAH

SELEKSI BENIH PADI SAWAH
SELEKSI BENIH PADI SAWAHOleh : Yusrizal,SSTPenyuluh Pertanian Nagari Sei AsamKecamatan 2X11 Enam LingkungKabupaten Padang Pariaman Benih padi yang unggul sangat penting sekali dalam suatu usahatani, karena benih merupakan faktor utama dan penentu keberhasilan suatu budidaya. Benih bermutu adalah benih dengan tingkat kemurnian dan daya tumbuh yang tinggi, berukuran penuh dan seragam, daya kecambah diatas 80 %, bebas dari biji gulma, penyakit dan hama atau bahan lain.Kini sangat banyak benih padi yang beredar di pasaran, namun tidak semuanya mempunyai kualitas yang baik. Seringkali ditemukan kejadian walaupun benih yang digunakan tersebut telah bersertifikat dan berlabel namun setelah ditanam hasilnya kurang memuaskan.Untuk itu perlu dilakukan seleksi benih, sehingga akan dihasilkan benih yang bernas dan seragam, yang nantinya diharapkan menghasilkan bibit yang sehat dan seragam pada saat dipindahkan ke pertanaman. Salah satu cara yang dapat dilakukan dengan menggunakan larutan garam dengan indikator telur yang merapung untuk menentukan jumlah garam yang digunakan. Alat dan bahan :1. Ember atau panci (isi 10 liter) 2 buah2. Saringan 1 buah3. Benih padi (sesuai kebutuhan)4. Garam dapur5. Telur ayam/bebek 1 buah6. Air secukupnya Tahap Kegiatan seleksi benih padi ini adalah:1. Siapkan semua alat dan bahan yang akan digunakan untuk tahapan kegiatan seleksi benih padi2. Isi ember dengan air sampai 2/3 bagiannya3. Tuang garam dapur lebih kurang 1 kg sambil diaduk sampai larut.4. Setelah garam larut, masukan satu butir telur ayam kedalam larutan garam, dan perhatikan posisi telur, apakah masih terbenam, melayang atau sudah mengambang/mengapung di permukaan air.? Jika telur masih terbenam/ tenggelam maka perlu dilakukan penambahan garam yang ditambahkan sedikit demi sedikit sampai telur mengambang di permukaan air. Setelah telur mengambang, maka penambahan garam dihentikan. Telur dikeluarkan dari larutan garam dan benih segera dicuci.? Jika telur telah mengambang pada permukaan air, artinya garam tidak perlu ditambah lagi dan siap digunakan untuk seleksi benih.5. Tuangkan benih kedalam larutan garam yang telah diuji tadi, dan dilakukan pengadukan secara merata.6. Benih yang mengapung adalah benih hampa atau kurang bernas, sedangkan benih yang tenggelam adalah benih yang bernas7. Angkat benih yang mengapung dengan bantuan saringan dan taruh dalam sebuah wadah, angkat benih yang bernas (tenggelam) kemudian cuci segera sampai bersih lalu masukkan kedalam karung, diamkan benih yang bernas selama 12 - 24 jam, atau bisa langsung disemai di persemaian yang telah dipersiapkan.