Loading...

Seleksi Bibit Ayam Buras

Seleksi Bibit Ayam Buras
Pemeliharaan ayam buras sudah cukup lama dilakukan dengan pola budidaya tradisional. Secara turun temurun. Namun sayangnya dalam menikmati hasil produksi ayam buras belum seutuhnya dapat dinikmati oleh petani pengelola ayam buras. Banyak kendala yang menjadi penyebab ketidak keberhasilan dalam pengelolaan usahatani ayam buras.Salah satunya penggunaan atau pemilihan bibit ayam buras pada saat mengawali pengelolaan usahatani ayam buras. Pemilihan bibit diawal usaha ayam buras menjadi persyaratan kunci sukses dalam mengelola usahatani ayam buras. Bibit ayam buras dapat dipilih dari pemilihan calon induk dan calon pejantan ayam buras, pemilihan anak ayam buras yang biasa dikenal dengan nama kuri alias kutuk sehari dari hasil penetasan telur yang ditetaskan secara alami atau dengan menggunakan mesin tetasSeleksi calon bibit ayam buras dapat dilakukan berdasarkan penampilan individu, seleksi.berdasarkan catatan rekaman produksi dan hasil rekam catatan garis keturunan atau silsilah Seleksi berdasarkan penampilan individuSeleksi ini dapat dilakukan pada kuri atau anak ayam umur sehari, ayam dara yang akan digunakan sebagai calon bibit induk dan pada calon bibit ayam pejantan, dengan teknologi yang di anjurkan sebagaimana berikut a. Pemilihan kuri atau anak ayam umur sehari Seleksi ini dilakukan pada kuri atau anak ayam umur sehari dari hasil penetasan telur secara alami maupun dengan mesin tetas yang tidak boleh lebih dari 48 jam yang mengacu pada pedoman berikut ;1. Anak ayam tidak cacat kaki bengkok dan paruh simetris normal2. Ukuran tubuh normal dengan pencapaian berat badan 30 - 35 gram3. Bulu kering tumbuh merata tidak lengket dan pusar mengatup sempurna4. Perut tidak keras, lincah mata bercahaya dan bulat dan berdiri kokoh b. Pemilihan ayam buras dara calon induk Pilihlah ayam buras dara yang memenuhi persyaratan teknologi yang dianjurkan ; 1.Calon induk ayam tidak pasif, penampilan tubuh ayam sehat, lincah dan cerah 2.Tubuh tidak cacat ( kaki, paruh dan bagian tubuh lainnya ) 3.Bila tujuan usahatani sebagai penghasil telur pilihlah ayam buras petelur yang memenuhi persyaratan berikuta. Jengger besar,. kokoh, merah mengkilap seperti berminyak.b. Lubang dubur besar, lebar berbentuk oval memanjang dengan permukaan yang licin dan basahc. Tulang pubis tipis, tajam, lemah atau lembut. Lebar antara ujung tulang pubis 3 – 4 jari tangan orang dewasad. Jarak antara ujung tulang pinggul dengan tulang dada lebar kurang lebih 4 jari orang dewasa atau lebihe. Rongga perut terasa lembut, berkulit lembut, halus dan longgar c. Pemilihan ayam buras calon pejantan Pilihlah ayam buras jantan yang mempunyai kriteria kriteria berikut ;.1. Perawakan sehat dan tidak cacat tubuh, berbadan kuat dan tidak terlalu gemuk2. Tulang pubis rapat, bersayap kuat, berbulu rapi dengan mata yang jernih dan liar3. Kaki bersih, kuat bersisik teratur berdiri kokoh, bertaji runcing dan tumpul4. Paruh bersih, normal dankuat 2.Seleksi.berdasarkan catatan rekaman produksiSeleksi ini dilakukan pada usaha ayam buras penghasil telur. Seleksi ayam buras dlakukan pada ayam buras yang berumur 25 – 32 minggu atau sekitar 6 – 8 bulan. Pedoman penelusuran rekaman produksi mengacu pada data data berikut;1. Setiap minggunya perekor ayam buras mampu bertelur minimalnya 3 butir2. Panjang masa produksi telur ayam buras cukup lama sekitar 12 – 20 butir 3. Berat telur mencapai 38 – 48 gram perbutirnya dengan kwalitas daya tetas bagus 3,Seleksi berdasarkan hasil catatan garis keturunan atau silsilah. Seleksi catatan produksi garis keturunan atau silsilah sangat berguna untuk diterapkan pada pola usaha ayam buras penghasil telur tetas. Data rekam hasil produksi pada ayam buras betina difokuskan pada data data terkait daya tetas telur, berat telur, kualitas produksi kuri alias kutuk sehari dan hasil produksi telur yang dihasilkan dari masing masing ayam buras setiap tahunnya.Data data ayam buras pejantan difokuskan pada hasil rekam kemampuan ayam buras melakukan perkawinan dengan ayam buras betina. Idealnya seekor ayam pejantan mampu melayani 5 eko ayam buras betina. Data pendukung yang juga diperlukan dari rekam catatan garis keturunan adalah data data yang terkait dengan kesehatan ayam buras dan kebutuhan pakan. Data kebutuhan pakan terkait dengan analisa biaya yang akan dikeluarkan . Nani Priwanti - Penyuluh Pertanian PPMKP CiawiSumber ; 1. B. Sarwono Beternak Ayam Buras Penebar Swadaya Cetakan ke VI 19922. Subangkit Mulyono, Memelihara Ayam buras Berorientasi Agribisnis, Penebar Swadaya, 1996