SELEKSI BIBIT ITIK Masalah utama selama ini adalah belum tersedianya sistem pembibitan yang memadai untuk mendukung perkembangan peternakan itik petelur, yang ada hanyalah penetasan dari telur-telur tetas yang tidak diproduksi secara terarah untuk menghasilkan bibit yang berkualitas. Suatu usaha pembibitan selayaknya bisa mengetahui dan memberi jaminan kualitas bibit itik yang dihasilkan untuk dijual kepada para peternak budidaya.Oleh karena itu, saat ini kebutuhan akan adanya pengembangan usaha pembibitan itik yang layak di daerah-daerah produksi itik sudah semakin mendesak. Perkembangan peternakan itik yang cukup pesat akhir-akhir ini diharapkan juga akan mendorong tumbuhnya usaha-usaha pembibitan untuk meningkatkan kualitas bibit yang tersedia di pasar. Kualitas bibit yang digunakan sangat menentukan perkembangan usaha dan tingkat keuntungan dari usaha peternakan yang bersangkutan. Usaha pembibitan itik belum berkembang dengan selayaknya saat ini karena memang usaha tersebut memerlukan modal yang relatif besar pada awalnya dan tingkat keuntungan yang kurang menarik namun cukup menguntungkan dalam jangka panjang.Disamping itu, hal ini juga disebabkan oleh masih rendahnya kesadaran terhadap kualitas bibit yang baik serta harga bibit yang relatif rendah. Para peternak itik umumnya masih menggunakan sistem tradisional dan bagi sebagian besar dari mereka pemeliharaan ternak itik dilaksanakan hanya beberapa bulan dalam setahun sebagai pengisi waktu di antara musim tanam, dan baru sebagian kecil peternak yang melakukan kegiatan beternak itik secara intensif dan penuh sepanjang tahun. Suatu usaha pembibitan hendaknya terkait dengan sistem produksi para peternak itik budidaya sebagai konsumen bibit yang utama. Untuk mengembangkan 'Usaha Pembibitan Kelompok' hendaknya sudah ada sistem produksi yang berjalan dengan baik, terutama yang terhimpun dalam bentuk kelompok peternak itik. Usaha pembibitan merupakan unit usaha terpisah namun pengelolaannya mutlak terkait dengan kegiatan kelompok dan merupakan bagian integral dari kelompok tersebut. Mekanisme pengelolaan kelompok bisa mempunyai berbagai bentuk seperti misalnya dalam kemitraan Inti-Plasma, usaha koperasi, atau hanya sekedar usaha bersama dengan pengurus dari antara para anggota. CARA PENGADAAN BIBIT : Pembelian telur tetasPengadaan anak itikPengadaan itik dara Seleksi dapat dilakukan mulai dari anak itik atau itik dara dan sebagai standar mutu bibit itik antara lain : Seleksi pada itik Sehat, tidak cacat, bentuk dan warna bulu seragam. Seleksi telur antara lain : Umur telur tidak lebih 7 hari Bentuk dan besar serta berat telur seragam Kulit kerabang halus, bersih dan ketebalannya rata. Ciri anak itik yang baik antara lain : Penampilan tegap, gesit dan lincah Mata menonjol, bening dan hidup. Bagian rongga perut terasa lembut dan kenyal. Pusar kering dan tertutup. Kaki tampak kokoh. Bulu halus, lembut, mengkilap yang menutup seluruh tubuh. BIBIT ITIK YANG BAIK PADA UMUMNYA : Tanda-tanda itik yang baik : Proporsi tubuh sedang, tidak terlalu kurus dan tidak terlalu gemuk; bentuk seperti botol, bagian tubuh belakang lebih besar dengan leher kecil; mata lebih besar, bulat, tampak bersinar dan sehat; Bulu kering, lembut dan tidak kasar; Tubuh tampak kompak dan padat; Paruh relatif panjang, lebih cembung, dan menutup dengan sempurna; untuk itik yang belum bertelur, masih terlihat bulu-bulu halus. Bagaimana cara seleksi Itik selama pemeliharaan ? Langkah yang harus dilakukan peternak adalah ;Mengeluarkan itik yang produksinya rendah. Itik yang tidak pernah bertelur dapat dilihat dari lubang kloaka (anus) nya yang sempitJika itik yang lain sudah bertelur sampai satu bulan, maka itik yang tidak produktif tersebut harus segera dikeluarkan. Untuk memudahkan proses seleksi, itik sebaiknya dikelompokkan pada kandang yang bersekatSelain itu, itik dapat diperiksa bertelur atau tidak pada saat sore hari menjelang itik tidurTelur yang sudah terbentuk dapat diraba dari luar. Seleksi telur : Telur itik dipilih dari kelompok itik yang berproduksi tinggiPerbandingan jantan dan betina cukup 1 : 6-8Telur bersih dari kotoran, bentuk normal dan berat antara 65-75 gramUmur telur tidak lebih dari 7 hari dan disimpan pada suhu 10-20 derajat Memeriksa telur yang sedang ditetaskan (candling) Pemeriksaan penting dilakukan untuk mengetahui telur mana yang bertunas (fertil) dan tidak bertunas (non fertil), telur kosong atau telur mati bibitnya. Pemeriksaan dilakukan di ruangan yang gelap menggunakan lampu candling dan dilakukan 3 kali, yaitu pada hari ke-6, hari ke-14 dan hari ke-18. Hal-hal yang perlu diperhatikan pada pemeriksaan pertama :Telur kosong (tidak bertunas), jika tidak tampak apa-apa, kelihatan jernih dan terangTelur hidup (bertunas), jika tampak sebuah titik (yang bergerak) dengan cabang-cabang halus, yang merupakan permulaan urat darah.Telur bibit mati, jika tampak sebuah titik, segaris warna merah. PERAWATAN BIBIT DAN CALON INDUK Perawatan Bibit Bibit (DOD) yang baru saja tiba dari pembibitan, hendaknya ditangani secara teknis agar tidak salah rawat. Adapun penanganannya sebagai berikut: bibit diterima dan ditempatkan pada kandang brooder (indukan) yang telah dipersiapkan sebelumnya. Dan hal-hal yang perlu diperhatikan dalam brooder adalah temperatur brooder diusahakan yang anak itik tersebar secara merata, kapasitas kandang brooder (box) untuk 1 m² mampu menampung 50 ekor DOD, tempat pakan dan tempat minum sesuai dengan ketentuan yaitu jenis pakan itik fase stater dan minumannya perlu ditambah vitamin/mineral. Perawatan calon induk : Calon induk itik ada dua macam yaitu induk untuk produksi telur konsumsi dan induk untuk produksi telur tetas. Perawatan keduanya sama saja, perbedaannya hanya pada induk untuk produksi telur tetas harus ada pejantan dengan perbandingan 1 jantan untuk 5 – 6 ekor betina. Informasi dan Konsultasi :Lukmanul Chakim,S.PtPemerintah Kabupaten Barito Timur KALTENGBadan Ketahanan Pangan Penyuluhan Pertanian Perikanan dan KehutananJl.A. Yani Km.2 Kode Pos 73611e-mail :lukman23son@gmailTAMIANG LAYANG