Usaha pembibitan sapi potong adalah usaha pengembang biakan sapi potong yang dibudidayakan sebagai calon bibit. Untuk menghasilkan calon bibit sapi potong berkwalitas harus dilakukan seleksi pemilihan calon bibit sapi .berdasarkan kemampuan keunggulan produksi dan reproduksi di lingkungan lokasi sumber bibit sapi potong. Beberapa keunggulan sapi lokal Indonesia dapat digunakan sebagai acuan seleksi pemilihan bibit 1) mempunyai daya adaptasi yang baik pada lingkungan terkait iklim dan pakan, 2) tidak boros dengan pakan, 3) lemak daging lebih rendah, 4) catatan reproduksi bagus Penampilan luar sapi potong, normal dapat digunakan sebagai pedoman dalam pemilihan bibit sebagaimana berikut 1) kondisi sehat yang dicirikan dengan mata bersinar, gerakan lincah tapi tidak liar, nafsu makan tinggi dan bebas dari penyakit menular, 2) tidak ada cacat tubuh yang bersifat turunan, 3) memenuhi persyaratan kriteria serasi antara bentuk dan ukuran tubuh, 4) memenuhi persyaratan minimal tinggi badan sapi potong yang mengacu pada standrad bibit populasi setempat/lokal, regional dan nasional, 5) warna tubuh sesuai jenis bangsa sapi potong.Beberapa acuan bangsa sapi potong dapat digunakan untuk alternatif pilihan bibit sapi potong diantaranya sapi PO, sapi Brahman, sapi Madura dan sapi Aceh yang sudah cukup dikenal mempunyai catatan rekam produksi jenis sapi potong unggul.. Selain acuan pedoman pemilihan bibit umumnya penampilan sapi potong juga dapat dilakukan seleksi berdasarkan kriteria keunggulan dari masing masing tujuan pemilihan bibit 1) dari sapi induk, 2) sebagai calon pejantan, 3) sebagai calon induk.1, Seleksi sapi potong dari sapi indukPemilihan calon bibit sapi potong yang berdasarkan induk sapi atau tetua harus mengacu pada catatan keunggulan reproduksi tetua dengan ciri ciri khasnya a) kondisi tubuh sedang tidak gemuk tidak kurus, b) mempunyai aktivitas reproduksi yang baik yaitu siklus birahi berjalan lancar, c) mampu beranak setiap tahun, d) mempunyai sifat kemampuan mengasuh tinggi, e) dalam keadaan tidak cacat, f) umur sapih 205 hari dengan bobot badan diatas rata rata kelompok 2. Seleksi sapi potong calon indukPemilihan bibit sapi potong calon induk berasal dari calon induk sapi potong dapat mengacu pedoman berikut a) bobot badan sapi saat sapih umur 205 hari mencapai diatas rata rata populasi dilingkungan kelompok sapi potong, b) estrus pertama kali pada umur 14 bulan dan kawin pertama umur 18 bulan dengan bobot badan sapi calon induk mencapai 225 – 230 kg 3. Seleksi sapi potong calon pejantanPejantan unggul tentunya juga menjadi impian bagi petani sapi potong yang mengelola usaha sapi potong dengan model kawin alam. Dan ini bisa menjadi peluang usaha bagi petani pengelola usaha pembibitan sapi potong menyediakan calon bibit pejantan unggul. Untuk bisa menghasilkan calon bibit pejantan unggul ada beberapa persyaratan yang harus mampu dipebuhi oleh petani pengelola usaha pembibitan sapi potong diantaranya a) bobot badan sapih sapi potong calon pejantan pada umur 205 hari harus diatas rata rata populasi sapi potong yang ada di lingkungan kandang atau padang penggembalaan, b) pada umur 365 hari berat badan sapi calon pejantan harus diatas rata rata populasi sapi potong calon pejantan lainnya yang ada di kandang atau padang penggembalaan, c) berat badan sapi bibit calon pejantan pada umur 2 tahun harus bisa mencapai diatas rata rata sapi potong pejantan lainnya di populasi lingkungan kandang atau padang penggembalaan, d) mempunyai mutu sperma yang bagus dan sifat libidonya tinggi, e) penampilan sapi potong calon pejantan sesuai rumpun sapi potong. 4. Seleksi melalui pengafkiran sapi potongPemilihan bibit sapi potong juga dapat dilakukan dari hasil pengafkiran sapi potong yang tidak memenuhi persyaratan sapi potong unggul. Artinya hanya sapi sapi potong yang memenuhi persyaratan bibit unggul sapi potong sajalah yang dapat digunakan sebagai calon bibit sapi potong. Pemilihan bibit sapi potong dengan model seleksi pengafkiran sapi potong dapat dilakukan untuk seleksi calon induk, calon pejantan, pejantan dan induk sapi unggul. Sapi potong afkir alias tidak memenuhi persyaratan unggul sapi potong diantaranya a) sapi induk yang tidak produktif harus dikeluarkan dari kandang pembibitan, b) Pejantan dan pedet jantan yang tidak memenuhi persyaratan sebagai pejantan unggul harus dikeluarkan sebagai sapi calon bibit pejantan, c) pedet betina yang tidak memenuhi persyaratan sapi betina unggul wajib di pindahkan bukan sebagai sapi bibit tapi sapi yang disiapkan untuk sapi potong. Bila hasil afkir seleksi bibit adalah sapi pejantan atau pejantan dapat dilakukan kastrasi yang akan sangat menguntungkan bagi petani pengelola usaha pembibitan sapi potong bila sapi pejantan afkir dibudidayakan sebagai ternak potong. Nani Priwanti Soeharto PP – BPPSDMP Sumber1. Sistem Pembibitan Sapi Potong dengan Kandang Kelompok Model Litbangtan Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Kementrian Pertanian 20122. Buku Saku Pembibitan Ternak Sapi Potong Direktorat Perbibitan Ternak Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementrian Pertanian 2013 3. Pedoman Pembibitan Sapi Potong Yang Baik Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kesehatan Hewan Kementrian Pertanian 2014