Loading...

Seleksi Ternak Ruminansia

Seleksi Ternak Ruminansia
Seleksi adalah suatu tindakan untuk memilih ternak yang dianggap mempunyai mutu genetik baik untuk dikembangbiakan lebih lanjut serta memilih ternak yang dianggap kurang baik untuk disingkirkan dan dikembangbiakan lebih lanjut. Seleksi dapat diartikan juga untuk memperkenankan sekelompok ternak menjadi penurun dari generasi berikutnya dan menghilangkan kesempatan dari kelompok lain untuk memperoleh penurun dari generasi berikutnya pula. Pada dasarnya seleksi dapat dibedakan menjadi dua macam yaitu seleksi alam dan seleksi buatan. Seleksi alam adalah seleksi yang terjadi karena pengaruh alam dan bukan dipengaruhi oleh manusia dan alamlah yang menentukan arah dan tujuannya. Seleksi alam merupakan inti dari teori Darwin yaitu "Asal usul dari berbagai species" (The origin of defferent species). Sedangkan seleksi buatan adalah seleksi yang dilakukan oleh manusia untuk suatu tujuan atau sasaran tertentu demi kebutuhannya. Untuk saat ini, seleksi yang dipengaruhi oleh manusialah yang berkembang sedangkan seleksi karena faktor alam dapat dikatakan langka kejadiannya. Dalam dunia peternakan modern, akan terlihat bahwa manusialah yang terutama mengadakan seleksi demi kebutuhannya. A. Seleksi Pada Sapi PotongSeleksi pada sapi bertujuan untuk menghasilkan sapi bibit yang diharapkan dapat digunakan untuk meningkatkan mutu genetik populasi sapi potong. Dalam melakukan seleksi pada sapi potong, dibedakan atas adanya dua metode pokok yaitu:1. Seleksi TradisionalSeleksi secara tradisional yaitu metode seleksi yang telah lama. Metode ini sangat sederhana yaitu mencari ternak jantan yang memiliki cacat luar untuk kemudian dilakukan kastrasi agar ternak jantan tidak dapat mengawini induk-induk wilayahnya.2. Seleksi KuantitatiSeleksi secara kuantitatif adalah metode seleksi yang didasarkan atas perhitungan kuantitatif. Kriteria-kriteria pada sapi potong yang dapat dipergunakan dalam seleksi adalah ; Berat badan pada umur tertentu, Kecepatan pertumbuhan dan Ukuran tubuh pada umur tertentu. B. Seleksi Pada Sapi PerahAda beberapa metode yang dapat digunakan untuk melakukan seleksi terhadap sapi perah betina. Beberapa metode yang sering digunakan yaitu: · pendugaan kemampuan berproduksi· Estimated Transmitting Ability (ETA)· Pendugaan nilai pemuliaan Sedangkan seleksi pemilihan pejantan ada beberapa metode, diantaranya:· perbandingan antar produksi anak· membandingkan produksi anak induk· membandingkan produksi herdmatenya. C. Seleksi Ternak Kerbau Pemuliabiakan terhadap kerbau di Indonesia belum dikerjakan secara sistematis dan seleksinya belum dikerjakan dengan baik. Pengembangbiakan kerbau dilakukan peternak secara alami. Ditulis Kembali : Dani MedionoviantoSumber : Nugroho, CP. 2008. Agribisnis Teknik Ruminansia. Departemen Pendidikan Nasional.