OLEH : SURMILA DEWI, SP. Hama adalah binatang yang menggangu dan merugikan tanaman yang ditanam oleh petani. Serangan hama dapat mengurangi kualitas dan kuantitas hasil pertanian. Hama yang menyerang tanaman semangka antara lain : 1. Kutu daun ( Aphis Gossypii Glov ) Akibat serangan kutu daun tanaman terlihat berbecak kuning, makin hari makin meluas, pertumbuhan tanaman seolah-olah berhenti dan tampak terlihat gerombolan hama di bawah permukaan daun. Pengendalian kutu daun bisa mengunakan predator dan mengunakan larutan insektisida. 2. Thrips ( Thrips Tabaci Lindeman ) Penularan thrips dewasa ini biasanya di lakukan di malam hari ke suatu tempat yang baru, kemudian menetap dan berkembangbiak. Tanda-tanda serangan thrips mula-mula tanaman terlihat layu kekurangan air, terutama pada sore hari, lama-kelamaan dedaunan tanaman berkerut dan akhirnya kering. Thrips ini dapat di kendalikan dengan cara menyemprotkan larutan insektisida sampai tanaman basah benar, secara merata. Obat yang digunakan adalah msurol, orthene, perfekthion, dan thiondan. Waku penyemprotan yang paling efektif dilakukan pada petang hari. 3. Ulat perusak daun ( Plutella Sp ) Tanda seranganya adalah daun-daun tanaman dimangsa sampai tinggal lapisan lilinnya hingga dari jauh tampak seperti belubang-lubang tak beratur. Apabila serangan ulat meluas, daun tanaman hanya tinggal tulang-tulang daunnya saja. Pengendalian pada ulat daun ini biasa nya dilakukan dengan non kimia dan kimia. Non kimia seperti mengunakan predator burung pemakan serangga menjaga, kebersiha lingkunagan dan memasang jebakan. Secara kimia biasanya menggunakan obat seperti baythroid, curacroone, nomol dan masih banyak lagi. 4. Tungau ( Miften- tetranychus Cucurbitacearum ) Penularan tungau mengikuti tiupan angin terbawa burung-burung ataupun manusia secara tidak sengaja. Dampak dari penyerangan hama tungau tampak jari-jari saranng binatang ini dibawah permukan daun, yang makin hari bertambah besar ukurannya, warna daun memucat menjadi layu dan kering dan pertumbuhan tanaman dan buah seolah-olah berhenti. Pengendalianya dengan menngunakan obat pestisida seperti kelthane, mitac, petracrek dan omite. 5. Lalat buah ( Dacus Cucurbitae Coq ) Penularan lalat buah dengan cara terbang dan hinggap pada buah untuk memasukan telur, telur menetas menjadi semacam bereng yang memangsa daging buahnya selama beberapa hari dan kemudian masuk kedalam tanah untuk berpompong sampai keluar menjadi lalat buah muda. Akibat serangan pada lalat buah tanaman pada kulit buah tampak bekas luka tertusuk belalai buah, yang menampakan bercak keputihan makin lama makin melebar seiring dengan perubahan warna menjadi semakin kemerahan dan aroma daging buah pada bagian yang diserang akan beraroma sedikit masam. Pengendalian hama ada dua cara yaitu pengendalian secara non-kimia dengan cara menjaga kebersihan lingkungan terutaman kebersihan buahnya dan tanah bekas areal serangan hama ini dikeringkan beberapa hari setelah dibajak ataupun dengan mencangkul agar kepompong lalat mati terbakar sinar matahari dan pengendalia secara kimia menyemprotkan obat seperti bayrusyl, baythroid dan decis. 6. Ulat tanah ( Agrotis Epsilon sp. ) Cara penularannya terhadap tanaman semangka adalah menetas dari telur yang dihasilkan oleh ngengat. Akibat yang di timbulkan ulat tanah ini daun-daun muda yang terserang tampak berlubang tak beraturan, ulat-ulat dewasa memangsa pangkal tanaman terutama pangkal yang muda dan pada musim kemarau serangan semakin luas. Pengendalian non kimiawi bisa dilakukan pola penanaman yang serempak pada daerah yang berdekatan untuk memutuskan daur hidup hama ini, areal yang terserang hendaknya digenangi air sampai tanaman terendam beberapa saat sehingga ulat-ulat mati karena tidak dapat bernafas cara ini hanya dapat dilakukan pada tanaman semangka yang berumur di bawah 20 hari dan membuat jebakan ngengat seperti di uraikan bagian terdahulu. Penyemprotan dengan obat pembunuh serangga seperti decis, baythroid dan dursband. 7. Kutu putih ( Pseudococcidae Sp ) Penularan kutu putih ini terbawa oleh angin, terbawa oleh serangga yang tidak merugikan. Tanda-tanda penyerangannya binatang tersebut tampak menempel pada bagian tanaman. Pengendalian secara non kimiawi dapat dilakukan predator sedangkan pengendalian secara kimia melakukan penyemprotan dengan pembasmi serangga. Dusun Tebat, 15 April 2019