Oleh : Hj. Linda Nurhayati, S. Pt - Penyuluh Pertanian Muda Kelinci merupakan salah satu hewan mamalia yang banyak ditemukan di berbagai belahan dunia. Kelinci terbagi menjadi dua, kelianci hias dan kelinci pedaging namun yang akan dibahas pada kesempatan ini adalah kelinci pedaging. Budidaya kelinci masih jarang dilakukan oleh masyarakat sehingga agar dapat berhasil dalam melakukan budidaya ternak kelinci terdapat beberapa yang perlu diperhatikan dalam proses budidayanya, antara lain: Seleksi bibit Pemberian pakan yang baik Perkandangan dan peralatan Tatalaksana pemeliharaan Kesehatan dan pencegahan penyakit Pasca panen dan pengolahan Pemasaran Seleksi bibit Beberapa jenis bibit kelinci : New Zealand Vlaamse Reus Angora Yamamoto Pakan Makanan yang diberikan terdiri dari hijauan (rumput, kacang-kacangan, wortel) dan konsentrat (dedak, jagung, bungkil kelapa, bungkil kacang tanah, bekatul) Makanan kelinci diberikan 3 kali dalam sehari. Pagi diberikan konsentrat, siang dan sore diberi rumput. Jumlah rumput 1-2 kg/ekor/hari dan konsentrat 100-200 gram/ekor/hari Air minum harus selalu disediakan. Kekurangan air minum sewaktu bunting menyebabkan induk memakan anaknya. Contoh susunan pakan konsentrat : Dedak halus 60% Bungkil kelapa 15% Jagung halus 10% Mineral 5% Kandang dan Peralatan Ternak kelinci sebaiknya dikandangkan . Letak kandang tidak boleh dekat degan tempat tinggal dan disediakan tempat penampungan kotoran. Di dalam kandang perlu disediakan tempat makanan dan minuman. Tatalaksana pemeliharaan Dalam memelihara ternak kelinci sebaiknya dikelompokkan menjadi : Kelompok anak dan induknya Kelompok dara Kelompok induk bunting Kelompok pejantan Pengelompokkan pemeliharaan ini dimaksudkan agar pemeliharaan menjadi lebih mudah, karena perlakukan pemeliharaan nya ada berbeda. Anak kelinci yang baru lahir belum mempunyai bulu dan matanya masih tertutup sampai hari ke 11. Pada hari ke 20 masih keluar dari sarangnya untuk belajar makan hijauan bersama induknya. Bila udara disarangnya terlalu panas dia akan leluar lebih cepat. Tentu nya akn berakibat buruk bagi anak kelinci tersebut, karena kondisi tubuhnya belum kuat. Anak kelinci tetap bersa induknya induknya sampai umur 2 bulan setelah sapih. Kelinci dara dipelihara dengan tujuan utama adalah untuk menjadi calon induk. Oleh karena itu pemeliharaannya harus dilakukan dengan baik yaitu dengan memperhatikan kualitas dan jumlah pakan yang diberikan baik hijauan maupun konsentrat. Bangsa kelinci kecil dewasa kelamin 5 – 6 bulan Bangsa kelinci besar dewasa kelamin 6 – 8 bulan Pada umumnya setelah dewasa kelamin tersebut baru dapat dilakukan perkawinan Tanda-tanda kelinci birahi : Gelisah Nafsu makan kurang Mencoba menaiki kelinci lain Bila didekati kelinci jantan diamsaja dan bersedia untuk dikawini Siklus birahi selang 17 hari. Lama birahi 1-2 hari. Mengawinkan kelinci dilakukan dengan cara menyatukan betina berahi ke dalam kandang pejantan selama 1-2 hari dan tanggal kawin dicatat. Lama kebuntingan 29-33 hari, rata-rata 30 hari. Tanda-tanda kelinci bunting : Perut membesar, puting susu membesar dan hari ke 17 tidak ada gejala birahi. Pada 2-3 hari sebelum melahirkan, kelinci mempersiapkan tempat bagi calon bayi dengan cara mengumpulkan jerami atau sisa rumput yang tersedia, mencabuti bulunya sendiri, oleh karena itu pada saat ini disediakan kotak/sarang beranak yang dilengkapi jerami kering ke dalam kandang kelinci tersebut. Apabila gejala-gejala akan melahirkan terlihat pada hari ke 17 setelah kelinci tersebut dikawinkan, maka itu adalah bunting palsu. Jumlah anak dalam satu kelahiran 6-12 ekor. Induk tidak boleh dikawinkan kembali setelah anak berumur dua bulan. Dalam setahun kelinci dapat beranak sebanyak 4 kali. Pemeliharaan pejantan kelinci perlu dilakukan dengan baik sebab ikut menentukan kualitas keturunannya. Untuk mendapatkan keturunan sesuai dengan yang diharapkan, maka perbandingan antara jantan dan betina sebaiknya berbanding satu jantan dan betina berkisar 10-15 ekor. Penggunaan pejantan sebagai pemacek dalam satu tahun sebanyak 160 kali. Kesehatan dan pencegahan penyakit Untuk menjaga kesehatan maka harus dijaga kebersihan pakan yang teratur dan berkualitas. Beberapa jenis penyakit yang menyerang kelinci antara lain: Kudis Tanda-tanda : Kulit bersisik kemerahan, terdapat koreng terutama sekitar mulut Nafsu makan kurang Pencegahan dilakukan dengan enantiasa menjaga kebersihan kandang Pengobatan dapat dilakukan dengan pengolesan salep belerang 2). Pilek Gejala : Hidung tersumbat Bersin berkepanjangan Bulu mengumpul pada bagian sebelah dalam kaki depan Pencegahan dilakukan dengan menjaga kebersihan kandang dan ventilasi udara yang baik Pengobatan dilakukan dengan cara memberi hiajuan yang segar dan gerakan yang cukup. Pasca panen dan pengolahan ternak sapi potong Semua bagian dari ternak kelinci dapat menghasilkan : Daging dapat diolah menjadi dendeng , sate dan abon kelinci Kulit dapat digunakan untuk kerajinan seperti tas, sepatu, ikat pinggang Bahkan ternak hidupnya pun dapat dijual Pemasaran Pemasaran ternak kelinci selain dijual hidup dipasar hewan dengan cara dijual daging dan kulitnya. Sumber : Anonimous. 2017. Keuntungan Beternak Kelinci Pedaging. https://8villages.com/full/petani/article/id/5a30fac8b4cf55bb30d131e1 Petunjuk Teknis Krida Peternakan.