Loading...

SIFAT – SIFAT BOTANI TANAMAN COKELAT (1)

SIFAT – SIFAT BOTANI TANAMAN COKELAT (1)
Tanaman cokelat termasuk ke dalam tumbuhan berbiji dengan biji tertutup dan berkeping dua. Perkembangan penelitian terhadap cokelat telah pula membawa perubahan di dalam penggolongan cokelat menurut jenis. Jenis Forastero meliputi cokelat yang buahnya bertipe Angoleta, Cundeamor, Amelonado, dan Calabacillo. Tanaman cokelat merupakan kelompok tumbuhan biji yang berupa pohon yang batangnya keras dan berkayu. Sebagai tumbuhan dikotil, tanaman cokelat mempunyai sistem akar tunggang. Batang dan akar mempunyai kambium, sehingga dapat membesar. Sebagai tumbuhan biji tertutup (Angiospermae) maka tanaman cokelat juga dianggap sebagai golongan tumbuhan dengan tingkat perkembangan yang tinggi. Organ-organ pada tumbuhan meliputi akar, batang, daun, bunga, biji, dan buah. Akar tumbuhan merupakan struktur tumbuhan yang terdapat di dalam tanah. Akar sebagai tempat masuknya mineral (zat-zat hara) dari tanah menuju ke seluruh bagian tumbuhan. Akar merupakan kelanjutan sumbu tumbuhan. Kita agak sulit menentukan dengan tepat garis batas antara akar dan batang. Tetapi pada saat perkecambahan, akar, dan batang dapat dibedakan arah pertumbuhannya. Akar akan tumbuh ke bawah, sedangkan batang akan tumbuh ke atas. Tanaman cokelat yang termasuk golongan tumbuhan dikotil mempunyai sistem akar tunggang. Tanaman cokelat, meskipun tumbuhan dikotil memiliki akar tunggang, tetapi jika dikembangbiakkan dengan setek atau cangkok maka tumbuhan tersebut memiliki akar serabut. Cokelat adalah tanaman dengan sebagian besar akar lateralnya (mendatar) berkembang dekat permukaan tanah, yaitu pada kedalaman tanah 0-30cm. Jangkauan jelajah akar lateral dinyatakan jauh di luar proyeksi tajuk. Secara morfologi (struktur luar) akar tersusun atas rambut akar, batang akar, ujung akar, dan tudung akar. Sedang secara anatomi (struktur dalam) akar tersusun atas epidermis, korteks, endodermis, dan silinder pusat. Ukuran panjang akar tergantung pada jenis tumbuhan, tumbuhan cokelat mempunyai akar yang panjang. Selain itu panjang akar dipengaruhi fakstor eksternal, misalnya porositas tanah, tersedinya air dan mineral dalam tanah, serta kelembaban tanah. Sebagai contoh, tumbuhan yang hidup di gunung memiliki akar yang panjang. Pada akar terdapat rambut-rambut akar yang merupakan perluasan permukaan dari sel-sel epidermis akar. Adanya rambut-rambut akar akan memperluas daerah penyerapan air dan mineral. Rambut-rambut akar hanya tumbuh dekat ujung akar dan umumnya relatif pendek. Bila akar tumbuh memanjang ke dalam tanah maka pada ujung akar yang lebih muda akan terbentuk rambut-rambut akar yang baru, sedangkan rambut akar yang tua akan hancur dan mati. Bila akar cokelat disayat melintang, kemudian diamati dibawah mikroskop akan tampak bagian-bagian dari lar ke dalam, yakni epidermis, korteks, endodermis, dan stele (silinder pusat). Epidermis (kulit luar) akar terdiri atas selapis sel yang tersusun rapat. Dinding sel ini tipis dan mudah dilalui oleh air. Korteks akar terdiri atas beberapa lapis sel yang berdinding tipis. Di dalam korteks terdapat ruang antar sel yang berperan dalam pertukaran gas. Korteks berfungsi sebagai tempat menyimpan cadangan makanan. Endodermis akar terdiri atas selapis sel yang tebal, sehingga batas korteks dengan endodermis terlihat jelas jika diamati dibawah mikroskop. Endodermis berperan sebagai pengatur jalannya larutan yang diserap dari tanah masuk ke dalam sislinder pusat. Stele pada akar tersusun atas perisikel (perikambium), xilem (pembuluh kayu), dan floem (pembuluh tapis). Perisikel berfungsi dalam pertumbuhan sekunder dan pertumbuhan akar ke samping. Akar merupakan organ pada tumbuhan yang berfungsi sebagai berikut: 1) Untuk menyerap air dan garam-garam mineral (zat-zat hara) dari dalam tanah; 2)Untuk menunjang dan memperkokoh berdirinya tumbuhan di tempat hidupnya. Air dan mineral dari tanah masuk ke dalam tumbuhan melalui ujung akar dan rambut-rambut akar. Adanya rambut-rambut akar menyebabkan daerah penyerapan air dan mineral menjadi luas. Cara penyerapan air dan mineral dari dalam tanah oleh rambut-rambut akar akan berlangsung secara osmosis. Osmosis adalah pergerakan (perpindahan) zat dari larutan yang lebih pekat (berkonsentrasi tinggi) melaui selaput semipermiabel. Umumnya sel-sel pad tumbuhan bersifat semipermiabel termasuk sel-sel rambut akar. Selain itu cairran sel pada rambut-rambut akar akan lebih pekat daripada air tanah, sehingga air tanah dan mineral yang terlarut akan masuk ke dalam sel-sel rambut akar secara osmosis. . (Penulis: Nanik Anggoro P/ Penyuluh Pertama BBP2TP Sumber: Seri Budidaya Tanaman; Pedoman Bertanam Coklat, penulis Yrama Widya, Tim Bina Karya Tani)