Oleh : Hj. Linda Nurhayati, S. Pt - Penyuluh Pertanian Muda Kelompok Tani Muda Rahayu di Kecamatan Gunung Kencana Kabupaten Lebak mengatasi ketersediaaan pakan yang tidak kontinyu karena pengaruh musim dengan mengolah hasil samping pertanian pertanian menjadi pakan berkualitas tinggi menggunakan teknologi silase yaitu melakukan fermentasi pada hijauan segar dengan cara anaerob terutama dapat dilakukan pada tanaman hijauan yang mengandung kadar air lebih dari 50 persen ( Bolsen et al., 2000) sehingga pakan dapat terus terjaga walaupun pada musim kemarau sependapat dengan Balitbangtan (2003) yang mengungkapkan bahwa pembuatan silase dapat mengatasi kekurangan pakan ternak pada musim kemarau serta menampung kelebihan produksi pakan atau memanfaatkan pakan pada saat pertumbuhan terbaik. Dari banyak penelitian diketahui bahwa silase memiliki keuntungan : â–ª Hijauan tidak mudah rusak oleh hujan pada waktu dipanen â–ª Tidak banyak daun yang terbuang â–ª Silase umumnya lebih mudah dicerna dibandingkan hay dan amoniasi â–ª Karoten dalam hijauan lebih terjaga dibanding hay dan amoniasi Namun demikian silase juga memiliki kelemahan antara lain menambah biaya karena memerlukan biaya panen, perlunya mengisi silo dan biaya pembuatan silo sebagai tempat penyimpanan. Proses Pembuatan Silase adalah sebagai berikut : Hijauan atau rumput dilayukan, dipotong-potong menggunakan chopper atau golok sepanjang 5-10 cm, n diberi tambahan karbohidrat/pati sebagai sumber makanan biasanya tetes/molases, tepung jagung, dedak halus, onggok, kurang lebih 3% kemudian dicampur rata, masukkan kedalam silo (tempat penyimpanan yang terbuat dari drum biru dengan kapasitas 250 kg yang dapat ditutup rapat dan dikunci), dipadatkan dan ditutup rapat dan Setelah tiga minggu, silo dapat dibuka dan siap diberikan kepada ternak. Apabila silo baik dan benar dalam pembuatannya maka dapat bertahan 2-3 tahun selama tetap berada dalam keadaan kedap udara. Silase dengan kualitas yang baik akan menampilkan ciri-ciri khasnya yaitu baunya agak wangi, rasanya manis dan sedikit asam, warnanya hijau kekuning-kuningan, tidak berjamur, waktu dibuka suhu tidak panas (kurang 30oC), apabila dipegang kering dan teksturnya lembut, tidak menggumpal, pH berkisar antara 4 – 4,5 dan nilai nutrisi yang ada dalam silase meningkat. Penggunaaan Silase : Silase merupakan pakan yang bagus bagi domba dan termasuk pakan yang disukai ternak terutama bila cuaca panas. Pemberian silase pada ternak harus dilakukan dengan memperhatikan respon ternak. Silase mempunyai aroma dan rasa yang khas, maka tidak semua ternak langsung mempunyai respon yang baik. Pengambilan silase dari silo juga harus memperhatikan kebutuhan, segera tutup silo bila sudah mengambil silase, akan lebih baik bila mengambil sesuai dengan kebutuhan artinya silo yang disimpan tidak terkena udara luar. Sumber : Yeni Yusriani. 2015. Pengawetan Hijauan dengan cara silase untuk ternak ruminansia. http://nad.litbang.pertanian.go.id/ind/index.php/info-teknologi/714-pengawetan-hijauan-dengan-cara-silase-untuk-pakan-ternak-ruminansia