sistem integrasi padi ternak sapi salah satu permasalahan pembangunan pertanian adalah keterbatasan lahan pertanian. semakin lama lahan pertanian semakin berkurang dengan adanya alih fungsi lahan. ini akan menurunkan tingkat produksi tanaman pangan. untuk mengatasi permasalahan tersebut maka diperlukan strategi pertanian yang berwawasan ekologis, ekonomis, berkelanjutan serta terpadu. pembangunan pertanian berkelanjutan dapat dilaksanakan dengan beberapa model sistem seperti : 1) sistem pertanian organik, 2) sistem pertanian terpadu, 3) sistem pertanian masukan luar rendah serta 4) sistem pengendalian hama terpadu. sistem pertanian terpadu merupakan sistem yang menggabungkan kegiatan pertanian, peternakan, perikanan, kehutanan dan ilmu lain yang terkait dengan pertanian dalam satu lahan. sehingga diharapkan dapat meningkatkan produktifitas lahan, program pembangunan dan konservasi lahan serta pembanganan desa secara terpadu. pengembangan ternak pola integrasi dalam suatu sistem pertanian merupakan suatu strategi yang sangat penting dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat. sebenarnya sistem integrasi tanaman pangan dan ternak ini sudah lama dilakuan oleh petani kita, namun masih secara konvensional serta belum memperhitungkan untung rugi baik secara finansial maupun terhadap pelestarian lingkungan. untuk kabupaten dharmasraya sendiri, sebagian daerahnya merupakan daerah transmigrasi. sudah menerapkan sistem integrasi padi dan ternak sapi ini semenjak tahun 1980-an. sistem ini berpeluang untuk terus dikembangkan baik untuk lahan terbatas maupun lahan yang luas. dengan harapan akan mampu meningkatkan produksi, populasi, produktifitas serta daya saing produk. sistem integrasi padi dan ternak ini dapat memberikan keuntungan. karena bisa meningkatkan produktifitas, mengurangi biaya produksi serta meningkatkan pendapatan petani. sistem integrasi padi dan ternak ini dipilih karena didasarkan kepada hubungan timbal balik dimana padi menghasilkan jerami dan dedak untuk makanan sapi, sedangkan limbah dan kotoran dari peternakan sapi dapat dimanfaatkan sebagai pupuk organik yang ramah lingkungan untuk tanaman padi. sistem integrasi padi dan ternak ini sangat berpengaruh sekali dalam hal pengembangan wilayah. karena sistem ini memberikan banyak keuntungan antara lain : 1) diversifikasi penggunaan sumber daya produksi, 2) menekan resiko usaha komoditi tunggal, 3) efsiensi tenaga kerja, 4) efesiensi penggunaan komponen produksi, 5) mengurangi ketergantungan sumber energi kimia, biologi serta sumber daya lainnya, 6) ekologi lebih lestari serta tidak menimbulkan polusi lingkungan, 7) peningkatan hasil serta 8) perkembangan rumah tangga akan semakin stabil. dari beberapa kajian-kajian yang telah dilakukan, ternyata sistem integrasi padi dan ternak dapat meningkatkan pendapatan petani ± 40%, ini didapatkan dari nilai pupuk organik yang dihasilkan oleh ternak sapi itu sendiri. dari kajian lainnya dengan adanya integrai padi dan ternak ini dapat memberi tambahan penghasilan bagi petani ± rp. 350.000,- per bulan. maka tidak di pungkiri dari hasil sistem integrasi padi dan ternak merupakan tabungan bagi petani-petani eks. taransmigrasi. hasil penjualan ternak mereka biasanya digunakan untuk kebutuhan anak sekolah, membeli kendaraan bahkan membangun rumah. tidak ada salahnya sistem ini kita kembangkan ke seluruh petani yang ada di kabupaten dharmasraya. sehingga bisa meningkatkan kesejahteraan serta menciptakan kondisi pertanian yang ramah lingkungan. sistem yang mempertimbangkan aspek berkelanjutan, secara sosial diterima oleh masyarakat dan secara ekonomi layak serta diterima secara politis. penulis : m. haris can, sp sumber : diwyanto, k. prawiradiputra, br. dan lubis, d. 2002. integrasi tanaman ternak dalam pengembangan agribisnis yang berdaya saing. jurnal wartazoa vol. 12 no. 1 tahun 2002 hartanto, b., m. sabrani, m. winugroho, b. sudaryanto, b. risdiono, a. priyanti, e. martindah, m. siahaan, e. suyanti dan sabiyanto. 1999. pengembangan hijauan makanan ternak ip-300. pusat penelitian dan pengembangan peternakan bekerja sama dengan bagian proyek pemberdayaan petani peternak pusat salikin, a. k. 2003. sistem pertanian berkelanjutan. kanisius. jogyakarta sumarni. 2012. pengembangan wilayah berkelanjutan. aditya media publishing. malang yuniarsih, et dan nappu, mb. 2014. prospek pengembangan sistem integrasi tanaman ternak di sulawesi selatan. prosiding seminar nasional hari pangan sedunia ke-34. pertanian bioindustri berbasis pangan nasional lokal potensial