Loading...

Sistem Pemangkasan Pada Tanaman Kopi

Sistem Pemangkasan Pada Tanaman Kopi
Pemangkasan adalah pemotongan bagian-bagian tanaman yang tidak dikehendaki agar tanaman tumbuh sehat, kuat, pertumbuhan vegetatif dan generatifnya seimbang sehingga tanaman lebih produktip.Tujuan pemangkasan: memperoleh pohon yang rendah sehingga memudahkan pemeliharaan dan panen; mendapatkan cabang baru yang produktif secara kontinyu; mengatur letak, umur, dan bentu dari cabang produktif; cahaya mudah masuk ke tajuk tanaman, memperlancar peredaran udara dan mengurangi kelembaban; membuang cabang-cabang tua, cabang kering, cabang sakit, cabang cacing, cabang balik dan wiwilan. Sistem pemangkasan Pemangkasan berbatang tunggal(a) Pangkasan bentukDilakukan pada tanaman muda yang belum menghasilkan atau pada tanaman muda hasil rejuvinasi yang berumur 1 – 2 tahun, dengan cara memenggal batang. Untuk tanaman yang sehat, pemenggalan dilakukan sekaligus pada ketinggian 180 cm, serta penyunatan cabang primer pada ruas ke 3 masing-masing pada ketinggian (1) 70 – 80 cm, (2) 120 cm, dan (3) 180 cm. Untuk tanaman yang kurang sehat pemangkasan dilakukan secara bertahap sbb: setelah batang mencapaf ketinggian 100 cm, satu cabang primer dipotong pada ruas ke 3 pada ketinggian 70 – 80 cm; setelah tanaman mencapai ketinggian 120 cm, dilakukan pemenggalan batang pokok pada ketinggian 120 cm, serta penyunatan cabang primer pada ketinggian 120 cm; selama 1 – 2 tahun tanaman wiwilan yang tumbuh dibuang, setelah tanaman tumbuh kuat, salah satu wiwilan dibiarkan tumbuh sebagai bayoney; setelah bayonet mencapai ketinggian 180 cm dilakukan pemenggalan, dlikuti penyunatan cabang primer pada ketinggian 180 cm. Pangkasan produksiDilakukan pada tanaman yang telah menghasilkan, terdiri dari:(1) Pemangkasan ringan (wiwil halus dan wiwil kasar)Wiwil halus dilakukan 3 bulan setelah panen dan diulang tiga bulan kemudian dilakukan dengan membuang cabang balik, cabang liar, cabang kering, dan cabang sakit. Wiwil kasar, dilakukan setiap bulan pada musim hujan atau setiap dua bulan pada musim kemarau, untum membuang/mematahkan wiwilan yang tidak dipertukan.(2) Pemangkasan berat (pangkasan lewat panen)Adalah kegiatan pemangkasan yang dilakukan secara serentak, yaitu mewiwil, memotong cabangobang yang tidak berguna, cabang kering/terseranghama/penyakit, serta cabang yang tidak produktif, dilakukan setelah panen.(3) Pemangkasan rejuvinasiPada umumnya dilakukan pada tanaman tua yang kurang produktif tapi masih mempunyai perakaran yang kuat.Macam-macam rejuvinasi:(a) Menurut jumlah pohon:– rejuvinasi total, bila seluruh pohon dalam suatu areal/blok direjuvinasi– rejuvinasi selektif, dilakukan selektif terhadap pohon yang sudah rusak/tua;– rejuvinasi sistematiss, dilakukan secara bertahapdan sistematis.(b) Menurut bagian tanaman yang direjuvinasi:– rejuvinasi batang, batang ditunggulkan setinggi 50 cm, kemudian ditimbuhkan wiwilan 1 – 2 wiwilan untuk dipelihara, bisa untuk disambung atau tidak.– rejuvinasi cabang, merejuvinasi cabang-cabang tua Rejuvinasi dilaksanakan pada akhir panen besar, akhir musim kemarau atau menjelang musim hujan. Pemangkasan berbatang ganda(a) Pemangkasan bentukPada sistem pemangkasan berbatang ganda ganda dilakukan untuk membentuk tunggul penyangga guna menumbuhkan beberapa batang di atasnya.Batang ganda diperoleh dengan jalan:1) memelihara wiwilan;2) menanam/mecondongkan batang ± 45 0 sehingga mendorong untuk tumbuhnya wiwilan;3) merundukan batang untuk menumbuhkan wiwilan;4) menunggul/memotong batang pokok (untuk tanaman tua) pada ketinggian 50 cm.(b) Pemangkasan produksiPada sistem pemangkasan berbatang ganda bertujuan untuk meremajakan batang dan berfungsi juga sebagai pemangkasan rejuvinasi;Macam-macam pemangkasan produksi pada pemangkasan batang ganda:(1) Sistem Hawaii (Fukunaga): setiap tanaman dibuat berbatang 4 dengan umur yang berbeda, peremajaan dimulai dari batang tertua dengan memotong batang ± 10 cm dari pangkal batang, dst.(2) Sistem Beaumont Fukunaga 1.3.2.4 (BF 1.3.2.4) : diterapkan pada tanaman dalam baris yang teratur, tanaman dlkelompokan dalam blok yang terdirl dari 4 baris. Peremajaan dilakukan baris demi baris mulai baris 1 dilanjutkan baris 3, kembali ke baris dua, terus ke baris 4, dst.Pengaturan naunganNaungan tetap diatur melalui pemangkasan dengan tujuan :(a) Mengatur masuknya sinar matahari sehingga cukup untuk merangsang pembentukan primordia bunga yang terbentuk pada akhir musim hujan dan awal musim kemarau;(b) Mempermudah peredaran peredaran udara dalam pertanaman yang penting untuk penyerbukan;(c) Mengurangi kelembaban udaraselama musim hujan sehingga mengurangi jumlah buah yang gugur dan menghidari pertumbuhan cabang yang lemah.Pengaturan naungan dilakukan dengan pemangkasan yang terdiri atas:(1) Pemangkasan bentuk, diusahakan agar tinggi percabangan naungan ± 2 kali tinggi pohon kopi agar peredaran udara lancar. Untuk tanaman kopi dewasa, tinggi percabangan naungan antara 3 – 3,5 m. Letak cabang harus menyebar agar mahkota lebih melebar dan memberi cahaya difus.(2) Pemangkasan pengaturan, terdiri atas :1) Pemenggalan, dilakukan pada awal musim hujan dengan memotong batang 50 % dari jumlah pohon naungan; berganti-ganti baik secara larikan atau silangan.2) Rempesan, cabang naungan yang tumbuh selama musim hujan harus dirempes (dipotong) pada akhir musim hujan untuk merangsang pembentukan primordia bungan.Penulis MarlinaTHL-TBPP Kecamatan Tangse Kabupaten Pidie