Bekicot adalah binatang yang banyak membutuhkan air di lingkungan kehidupannya untuk meningkatkan kelembaman dan menurunkan suhu udara. Penyiraman kandang bekicot perlu dilakukan pada saat musim kemarau. Frekuensi penyiraman tergatung suhu dan kelembaban kandang. Oleh karena itu pembangunan kandang sebaiknya didirikan pada tanah kering, teduh, dan lembab dengan suhu lingkungan berkisar 25 – 30 oC. fungsi kandang antara lain untuk penetasan, pembesaran dan kandang induk. Pemeliharaan bekicot dapat dilakukan dengan cara campuran atau terpisah antar kelompok umur. Masing-masing cara pemeliharaan memiliki keuntungan dan kerugian. Pemeliharan dengan cara terpisah membutuhkan tempat khusus tapi banyak keuntungannya. Misalnya, anak bekicot dapat diketahui perkembangannya, baik besar maupun usianya. Dengan demikian dalam melakukan perawatan dan pemberian pakan menjadi lebih mudah. Bentuk dasar kandang tempat budidaya bekicot dapat berupa kandang alami/ terbuka/ kebun atau bak. Kandang Kebun Sarana dan prasarana yang diperlukan antara lain : pagar keliling dengan sisi atas tertutup seng dan diolesi dengan sabun deterjen; parit tengah dan keliling; jalan control pemberian pakan dan pemanenen; bak penampung; dan tanaman peneduh kandang. Model perkandangan alami/ terbuka pada dasarnya merupakan sebidang tanah yang dibatasi oleh pagar keliling setinggi sekitar 60 cm dan di dalamnya ditanami beberapa jenis tanaman (misal pohon keras, pisang, nanas, dll) dengan jarak tanaman disesuaikan menurut jenisnya. Kandang kebun ini dilengkapi dengan parit, jalan dan bak penampungan bekicot. Susunan kandang ini dapat diatur sedemikian rupa sehingga menyerupai hutan. Kandang ini perlu dipisahkan antara petak induk, petak penetasan, dan petak pembesaran. Bekicot dapat dimasukkan ke dalam kandang jika rerimbunan tanaman sudah terbentuk. Dibawah tanaman naungan terutama di petak induk perlu dibuatkan sarang dari daun pisang kering atau jerami untuk tempat bertelur. Bangunan pagar keliling dilengkapi dengan seng agak menonjol menutupi bagian atas pagar. Sudut antara pagar dan seng pentup diolesi dengan deterjen atau vaselin (agar bekicot tidak lari keluar). Bak penampungan berfungsi sebagai penampung hasil panen sebelum dilakukan pengolahan lebih lanjut. Bak penampungan berukuran 1x0,75x1,5 m (Panjang, lebar, tinggi) mampu menampung lebih kurang 1.250 ekor bekicot. Kandang Kota Kayu, kandang terbuat dalam lembaran kayu triplek yang berkaki. Untuk kerangkanya dapat digunakan kayu kaso. Ukuran Panjang dan lebar adalah 1 x 1 m, dan tinggi 1,25 m. Diatas kotak diberi kawat kasa/jala, agar bekicot tidak keluar dari kandang. Sebaiknya diatas kotak dibuatkan naungan, agar kandang selalu gelap/ tidak langsung kena sinar matahari. Kandang Bak Semen, pembuatan kandang ini sama dengan kandang kotak kayu. Dalam bak semen yang perlu diperhatikan adalah alasnya. Untuk menciptakan suasana lembab, alas semen perlu diberi tanah dan cacing untuk menggemburkan tanah dan menyerap kotoran bekicot. Tebal lapisan tanah di dalam bak sekirat 30 cm. zat-zat makanan yang diperlukan bekicot hendaklah selalu tersedia di dalam bak. Kandang Galian Tanah, tanah digali dengan ukuran 1x1x1 m. sebaiknya tanah galian yang akan digunakan untuk kandang dipilih yang agak kering. Kandang dibuat dibawah pohon yang rimbun, bila dinding lubang terlalu basah perlu diberikan lapisan pasir di dasar kandang. Untuk menjaga agar selalu gelap, diatas kandang perlu dibuatkan naungan sebagai penutup. Edizal (Pusat Penyuluhan Pertanian); Bacaan : Suhardono, Potensi dan Pemanfaatan Bahan Pakan Inkonvensional sebagai Pakan Ternak, Balai Besar Peneliti Veteriner. Jl. RE. Martadinata No. 30 PO Box 151 – Bogor