Sistem Tugal pada Budidaya Kedelai di Lahan Sawah Penyiapan lahan pada budidaya kedelai di Desa Meraran pada lahan sawah biasanya dilakukan tanpa pengolahan tanah, hanya perlu yang perlu dilakukan adalah membersihkan tanah sawah dari gulma da sisa-sisa jerami hasil panen padi. Jerami padi sebaiknya dibabat dan dihamparkan serta dibiarkan selama tiga hari agar kering. jerami dapat dipakai sebagai mulsa. Mulsa dapat mempertahankan kelembaban tanah, mengurangi serangan lalat bibit dan menekan pertumbuhan gulma. Lalu dibuatkan saluran drainase (pembuangan air) setiap 3-4 meter sedalam 25-30 cm dengan lebar 20 -25 cm. Hal ini dimaksudkan untuk mencegah terjadinya genangan air di lahan karena tanaman kedelai tidak tahan genangan air sebab benih kedelai akan menjadi busuk.Pada musim kemarau (setelah tanam padi kedua), penyiapan lahan untuk pertanaman kedelai cukup dilakukan pembersihan gulma akan tetapi akan lebih baik lagi jika dilakukan pengolahan tanah minimal (dicangkul 1 kali). Untuk penanaman sangat dianjurkan untuk menggunakan sistem tugal daripada sistem tebar.Adapun sistem tugal tahapannya adalah sebagai berikut :1. Menyiapkan tali dan tugal2. Menyiapkan benih kedelai3. Membuat lubang tanam sedalam 2-3 cm lalu masukkan furadan bersama benih kedelai 3 -4 butir setiap lubang.4. Penanaman dilakukan dengan menggunakan baris ganda 50-60 cm * 20 cm * 15 cm5. Tutup lubang tanam dengan mengunakan abu atau pupuk kandang agar benih dapat tumbuh serempak.6. Pastikan seluruh lubang tanam tertutup.Kelebihan dari sistem tugal ini adalah untuk mempermudah pencegahan serangan hama dan penyakit.