SL-GAP BAWANG PUTIH DI KELOMPOK TANI TERNAK LUMBUNG SARI DS TAMBAKAN KEC.KUBUTAMBAHAN KABUPATEN BULELENG- BALI. (Oleh: I Made Carma) Pada hari selasa 17 Mei 2022 Dinas Pertanian Kabupaten Buleleng melaksanakan Sekolah Lapang Good Agriculture Practices (SL-GAP) bawang putih bertempat di balai kelompok tani ternak Lumbung Sari Desa Tambakan Kec.Kubutambahan Kabupaten Buleleng . Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Bidang Hortikultura (I Made Subudi,SP) mewakili kepala Dinas Pertanian Kabupaten Buleleng,Koordinator BPP Kecamatan Kubutambahan ( I Made Carma) yang sekaligus sebagai pemandu sekolah lapang,POPT Kecamatan Kubutambahan (I Wayan Rusman,SP) dan PPL Wilbin Tambakan ( I Nyoman Sukardana,SP), serta peserta Sekolah Lapang sebanyak 20 Orang petani. SL-GAP bawang putih ini akan dilaksanakan sebanyak 5 (lima) kali tatap muka setiap 1 minggu sekali dengan metoda Ceramah, diskusi/curah pendapat,demonstrasi dengan perbandingan 25% pembahasan teori on farm bawang putih yang berbasis GAP dan 75% praktik lapang. Pada pertemuan awal tersebut peserta yang berjumlah 20 orang petani diberikan pre test untuk mengetahui pengetahuan awal yang dimiliki oleh peserta tentang budidaya bawang putih dan pemahamannya tentang GAP, sedangkan post tes akan diberikan nanti pada akhir kegiatan untuk mengetahui perkembangan hasil pembelajaran. Dalam kegiatan tersebut Kepala Bidang Hortikultura dinas Pertanian Kabupaten Buleleng (Made Subudi,SP) menyampaikan bahwa program SL-GAP bawang putih ini diharapkan dapat mendongkrak kenaikan produksi bawang putih khususnya di Kelompok tani ternak Lumbung Sari Desa Tambakan dan lebih jauh Kepala Bidang Hortikultura Dinas Pertanian Kabupaten Buleleng memohon agar dari sekian petani penerima bantuan benih bawang putih diusahakan agar ada petani yang mau dan mampu menjadi penangkar benih bawang putih di kemudian hari, karena di Indonesia sangat sedikit pertani yang mau menjadi penangkar benih bawang putih. Lebih lanjut Kabid Horti menjelaskan bahwa: Indonesia masih merupakan Negara importir bawang putih terbesar di dunia dengan rata-rata volume impor sebesar 509.621 ton per tahun dan impor ter banyak berasal dari Negara Tiongkak dan India. Besarnya impor tersebut membuat neraca perdagangan Indonesia menjadi defisit ( Kementan,2021). Sementara itu Koordinator BPP yang juga sebagai Pemandu SL-GAP menyampaikan tentang tujuan SL-GAP bawang putih dilaksanakan agar petani bawang putih: mau,dan terampil melaksanakan cara budidaya bawang putih dengan baik dan benar sehingga nantinya produksi yang dihasilkan dapat meningkat dan aman untuk dikonsumsi. Lebih lanjut Koordinator BPP Kubutambahan menjelaskan secara singkat agroekosistem bawang putih: syarat tumbuh, perbanyakan, persiapan lahan, penanaman, pemupukan, dan pemeliharaan. Lebih lanjut pentingnya Demplot bawang putih sebagai Laboratorium lapangan,sebagai tempat petani untuk belajar agar SL-GAP ini berjalan dengan baik. Pada akhir penutupan Koordinator BPP Kubutambahan mengharapkan agar semua peserta Sekolah Lapang dapat hadir dan mengikuti pada setiap pertemuan-tatap muka sehingga materi dapat diterima secara baik dan lengkap. Setelah pemateri yang disampaikan secara ceramah dilanjutkan dengan diskusi dan peninjauan lokasi pertanaman bawang putih sebagai Laboratorium Lapangan tempat peserta belajar sambil berbuat. Demikian pertemuan-tatap muka pertama SL-GAP bawang putih di Kelompok tani ternak Lumbung sari Desa Tambakan sudah berjalan dengan baik dan lancar semoga nantinya SL-GAP ini dapat merubah sikap,pengetahuan dan ketrampilan peserta dalam budidaya bawang putih dengan baik dan benar dan diiringi dengan meningkatnya produksi bawang putih.(amin).