Loading...

SOP PENANGANAN PASCA PANEN JAMUR TIRAM KERING

SOP PENANGANAN PASCA PANEN JAMUR TIRAM KERING
Dalam rangka pengembangan produk hilir hortikultura yang berdaya saing, berinovasi teknologi, serta berorientasi pasar dan berbasis sumberdaya lokal, maka pengembangan penanganan pascapanen haruslah dipandang sebagai satu bagian dari suatu sistem secara keseluruhan, dimana setiap mata rantai memiliki peran yang saling terkait. Jamur setelah dipanen masih melakukan aktivitas metabolisme, sehingga jika tidak ditangani dengan segera akan mengakibatkan kerusakan secara biologi, fisik dan kimiawi. Sifat mudah rusak (perishable) dari produk mengakibatkan tingginya susut pascapanen serta terbatasnya masa simpan setelah pemanenan. Dalam upaya mempertahankan mutu dan daya simpan jamur, meningkatkan penampilan dan menekan kehilangan/kerusakan jamur yang diiringi dengan peningkatan konsumsinya perlu dilakukan upaya penanganan pascapanen jamur yang mengikuti Standar Operasional Prosedur (SOP) baik dan benar sesuai dengan pedoman penanganan pascapanen jamur yang ditetapkan dalam Good Handling Practices (GHP). SOP Penanganan Pascapanen Jamur Tiram Kering. Penaganan pascapanen jamur tiram kering , merupakan lanjutan dari penanganan pasca panen jamur tiram segar yang mengalami penangan lebih lanjut setelah pencucian kemudian perlu langkah blanching. SOP Blanching, merupakan kegiatan pemanasan pendahuluan yang dilakukan dengan air panas atau uap air panas (steam). Tujuan blanching adalah untuk menginaktifkan enzim-enzim yang dapat merusak warna, aroma dan tekstur jamur pada saat pengeringan sehingga masa simpan dapat lebih lama. . Alat dan bahan yang diperlukan : wadah, air panas, dan uap air panas (steam). Informasi Pokok Blanching merupakan proses yang dilakukan untuk produk jamur dalam bentuk kering atau olahan. Prosedur Kerja 1. Setelah proses sortasi dan pembersihan, jamur dimasukkan dalam wadah yang telah berisi air panas hingga terendam dengan suhu sekitar o C; 2. Diamkan selama 2-5 menit; 3. Angkat jamur dari air panas, dinginkan dan dikering anginkan beberapa menit sehingga jamur tidak mengandung uap air lagi. Sasaran Jamur tidak melakukan proses respirasi lanjutan sehingga masa simpan lebih lama. SOP Pengeringa, adalah proses penurunan kadar air suatu bahan sampai tingkat kadar air tertentu, dimana jamur, enzim, mikroorganisme dan serangga yang bersifat merusak tidak dapat aktif lagi dan kelembaban jamur akan berkurang. Tujuan pengeringan adalah untuk menghilangkan kadar air jamur setelah proses blanching sehingga jamur tidak mudah rusak. Alat dan bahan yang diperlukan : anyaman bambu/plastic, oven, keranjang plastic, alat pemanas blower. Informasi Pokok :1. pengeringan jamur dapat dilakukan dengan menggunakan sinar matahari seperti cahaya matahari langsung atau dengan oven atau pemanas yang dilengkapi blower. 2. Jamur yang dikeringkan dapat disimpan hingga waktu 2 tahun. Prosedur kerja, pengeringan dapat dilakukan dengan beberapa cara : 1. dengan menggunakan cahaya matahari a. Ukuran jamur diperkecil, biasanya dalam bentuk slices (irisan-irisan); b. Letakkan jamur diatas anyaman bambu atau plastik; c. Jemur menggunakan sinar matahari selama 3 4 hari dan lakukan pembalikan jamur untuk mempercepat proses penjemuran; 2. Pengeringan dengan menggunakan oven, pengeringa dengan oven dilakukan pada suhu sekitar o C selama waktu menit. Pengeringan dihentikan apabila kadar air kira-kira 10%, ditandai dengan tampilan fisik keras tetapi tidak mudah patah. Sasaran Tersedianya jamur tiram kering yang bisa disimpan lama. SOP Sortasi Akhir, penyortiran akhir adalah kegiatan memisahkan jamur hasil pengeringan berdasarkan mutu ataupun gradingnya. Tujuan penyortiran akhir adalah untuk memisahkan benda-benda asing dan kotoran lainnya yang masih tertinggal pada jamur yang telah dikeringkan. Informasi Pokok Penyortiran akhir hanya dilakukan pada jamur tiram kering. Prosedur Kerja :1. Siapkan wadah untuk jamur kering dengan mutu yang kurang baik dengan yang baik. 2. Pisahkan jamur yang telah dikeringkan yang kurang baik dengan yang baik pada wadah yang berbeda. 3. Lakukan penimbangan berat jamur sesuai permintaan. SOP Pengemasan dan Pelabelan, adalah kegiatan mewadahi dan/atau membungkus produk dengan memakai media/ bahan tertentu untuk melindungi produk dari gangguan faktor luar yang dapat mempengaruhi daya simpan. Pelabelan adalah kegiatan memberikan label pada kemasan yang berisi nama produk, nama produsen, alamat produsen, tanggal pengemasan, tanggal kadaluarsa serta berat bersih. Tujuan utama pengemasan adalah mengemas produk jamur tiram kering sedemikian rupa sehingga terhindar dari pencemaran atau kotoran lainnya, melindungi produk selama dalam perjalanan dan saat pemasaran, mempermudah pengangkutan atau pemindahan produk dari satu tempat ke tempat lain. Tujuan pelabelan adalah untuk memberi identitas pada produk yang telah dikemas. Alat dan bahan : 1. Styroform; 2. Plastik film (wrap plastic), (Polypropylene/PP); 3. Plastik kemas; 4. Spidol; 5. Label. E. Informasi Pokok ; 1. Bahan kemasan yang digunakan harus memenuhi kriteria sebagai berikut : a. Mampu melindungi produk dari kerusakan mekanis; b. Tidak mengandung bahan kimia yang menyebabkan perubahan bahan isi, warna, rasa, bau, tidak bersifat racun (toksin) dan kadar air produk c. Sesuai dengan keinginan konsumen, tidak terlalu berat, praktis, ukuran maupun bentuk kemasan menarik; d. Mampu mencegah penyerapan air atau menghindari kelembaban karena dapat menyebabkan peningkatan kadar air produk; e. Mampu menahan pengaruh cahaya; f. Memiliki daya lindung yang dapat diandalkan; g. Harga terjangkau/ekonomis; 2. Pengemasan dilakukan dengan hati-hati agar jamur tidak hancur; 3. Pelabelan pada kemasan dengan memberikan label jelas pada tiap kemasan yang bertuliskan nama produk, bagian dari tanaman produk yang digunakan, tanggal pengemasan, nomor/kode produksi, nama/alamat penghasil, berat bersih, metode penyimpanan. Prosedur kerja pengemasan dan pelabelan jamur dilakukan sesuai dengan tujuan pasarnya, sebagai berikut : 1. Jamur dimasukkan dalam kemasan styroform, kemudian dibungkus dengan plastik wrap; 2. Setelah dilakukan pengemasan, dilakukan pelabelan produk dengan memberikan stiker/ kertas/plastik untuk memberi identitas produk. SOP Penyimpanan, adalah kegiatan untuk mempertahankan daya simpan produk jamur tiram kering sehingga awet dan tahan lama. Tujuan penyimpanan adalah untuk memperpanjang masa penggunaan suatu produk dan mempertahankan daya guna suatu produk. Alat dan bahan : 1. Wadah tertutup 2. Ruang dengan fasilitas pendingin Informasi Pokok : 1. Daya simpan juga dipengaruhi oleh kriteria panen, perlakuan pascapanen dan rasio berat jamur per kemasan. 2. Untuk ekspor dilakukan dengan meletakkan jamur pada wadah penyimpanan yang dilengkapi dengan fasilitas pendingin. Prosedur Kerja Penyimpanan jamur kering dilakukan dalam plastik dan dirapatkan agar jamur tidak basah, kemudian diletakkan dalam box yang terbuat dari kertas tebal (kardus) yang ditutup rapat, bagian tengahnya diberi botol kecil Carbon Bisulfida (CS2) yang disumbat dengan kapas untuk mencegah atau menghindari serangan hama terutama hama gudang. Sasaran penyimpanan untuk melindungi produk dari kerusakan selama dalam penyimpanan. . ( Lilik Winarti, Penyuluh Ahli Muda, Psuluhtan). Sumber : Kementerian Pertanian Direktorat Jenderal Hortikultura Direktorat Budidaya Dan Pascapanen Sayuran Dan Tanaman Obat. SOP Penanganan Pasca Panen Jamur Tiram