Loading...

STANDAR BIBIT TERNAK SAPI POTONG PERANAKAN ONGOLE

STANDAR BIBIT TERNAK SAPI POTONG PERANAKAN ONGOLE
Sapi ongole termasuk dalam bangsa sapi zebu yang tersebar luas di negara India dan Pakistan. Sejak diintroduksikan dan dilakukan persilangan maka hasilnya menunjukan peningkatan produktivitas ternak hasil persilangan tersebut. Pada generasi pertama darah ongole diperoleh 50% kemusian generasi ke 2 diperoleh 75% sampai generasi ke 8 diperoleh sekitar 99,21% atau hampir 100% (Atmadilaga,1979). Secara umum standar bibit sapi potong PO mengacu kepada SOI-NAK/01/43/1988 yang terbagi atas standar umum dan standar khusus.Standar umum diantaranya bibit harus sehat dan bebas dari cacat fisik,cacat reproduksi abnormal ambing serta gejala kemandulan. Sapi jantan siap sebagai pejantan dan tidak menderita cacat pada alat kelaminnya. Sedangkan standar khusus dari sapi potong PO terbagi menjadi sifat kuantitatif dan kualitatif. Untuk betina sifat kuantitatif standar khusus sapi potong PO diantaranya 1. gigi seri belum berganti: TP112,38 SD 7,38cm PB 109,82 SD 13,17cm LD 132,71 SD 10,32 dan BB 186 SD 42,04kg. 2 Gigi seri berganti sepasang: TP 112,68 DS 25,03cm PB 117,42 SD 7,43cm LD 143,16 SD 10,58cm dan BB 220,53 SD 53,98kg. 3. Gigi seri berganti dua pasang: TP 122,80 SD 4,91cm PB 121,94 SD 8,01 LD 153,79 SD 11cm dan BB 265,61 SD 53,98kg. Untuk dikembangkan di Jawa Barat direkomendasikan calon bibit sapi potong PO Betina yang gigi serinya belum berganti yaitu TP112,38 SD 7,38cm PB 109,82 SD 13,17cm LD 132,71 SD 10,32 dan BB 186 SD 42,04kg Sedangkan sifat kualitatif standar khusus sapi potong PO yaitu memiliki warna bulu putih kelabu atau kehitam-hitaman, tanduk pendek, kepala pendek dengan pori-pori melengkung, punuk besar mengarah ke leher, lipatan-lipatan kulit yang terdapat di bawah perut dan leher menuju ke arah leher, kaki panajng dan kokoh. (Keterangan: SD= Standar Defiasi) IDRUS SUMARNA, PPL WKPP Desa Masawah Kecamatan Cimerak Kab. Pangandaran Sumber referensi: leaflet materi Dinas Peternakan