Loading...

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP) PEMILIHAN BENIH DAN PENYEMAIAN BUDIDAYA JAHE

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP) PEMILIHAN  BENIH DAN PENYEMAIAN BUDIDAYA JAHE
Peningkatan daya saing produk Tanaman Obat mendesak terus dilakukan seiring dengan meningkatnya permintaan produk Tanaman Obat baik dalam bentuk segar maupun sebagai bahan baku industri farmasi dan jamu. Faktor-faktor lain yang menyebabkan pentingnya peningkatan daya saing produk Tanaman Obat tersebut yaitu kepedulian konsumen terhadap keamanan pangan dan aspek lingkungan serta adanya persaingan yang semakin ketat antar negara produsen. Salah satu upaya yang dilakukan adalah perbaikan teknologi budidaya melalui penerapan Standar Operasional Prosedur (SOP) budidaya yang berdasar atas norma budidaya yang baik (Good Agriculture Practices/GAP) dan spesifik lokasi untuk tanaman jahe yang mencakup pemilihan/penetapan lokasi, pemilihan benih, penyemaian benih, penyiapan lahan, penanaman, pemupukan, pemeliharaan, pengendalian OPT, pemanenan, dan pascapanen dan pengemasan. Penerapan Standar Operasional Prosedur (SOP) budidaya yang berdasar atas norma budidaya yang baik (Good Agriculture Practices/GAP) salah satu hal yang sangat penting adalah pemilihan benih jahe dan penyemaiannya. Pemilihan benih adalah proses seleksi bahan tanaman. Tujuannya adalah untuk menjamin stabilitas dan kepastian hasil budidaya tanaman. Dalam memilih benih jahe hal pokok yan perlu diperhatikan adalah memilih benih yang baik dan berkualitas tinggi denan ciri-ciri sebaai berikut : 1) Varietas unggul yang teridentifikasi dengan jelas asal usulnya; 2) Merupakan spesies/varietas murni yang tidak tercampur; 3) Berasal dari tanaman induk yang sehat dan berumur 8 -10 bulan; dan 4) Tidak ada gejala penyakit layu, lalat rimpang dan kutu tempurung; 5) Bila rimpang dipatahkan akan terlihat banyak serat; 6) Kulit kencang dan tidak mudah terkelupas; 7) Warna lebih mengkilat dan terlihat bernas; 8) Mempunyai berat antara 20-40 g (jahe merah/emprit), 20-60 g (jahe gajah); 9 ) Rimpang mempunyai 2-3 mata tunas; 10) Benih tidak cacat fisik (luka, memar); 11) Kebutuhan benih 1 – 1,5 ton/ha (jahe merah/emprit), 2 –2,5 ton/ha (jahe gajah), (termasuk untuk sulaman). Untuk mendapatkan benih jahe yan berkualitas sesuai SOP harus diikuti prosedur kerjanya antara lain : 1) Catat asal usul dan lama penggunaan benih induk; 2) Pilih tanaman induk yang berumur 9-10 bulan; 3) Pilih kulit rimpang yang kencang dan tidak mudah terkelupas; 4) Pilih warna yang lebih mengkilat dan terlihat bernas; 5) Pilih rimpang yang memiliki berat antara 20-40 g; 6) Pilih rimpang yang mempunyai 2-3 mata tunas; 7) Tutup luka/bekas potongan rimpang untuk bibit dengan menggunakan abu pembakaran atau pasta yang terbuat dari semen; dan 8) Sisakan tanaman induk untuk ditanam kembali apabila diperlukan penyulaman. Setelah mendapatkan jenis benih jahe yang berkaualitas selanjutnya yang dilakukan adalah penyemaian benih adalah proses peletakan benih untuk dikecambahkan. Tujuannya adalah untuk mendapatkan pertumbuhan tanaman yang seragam. Dalam melakukan penyemaian hal-hal pokok yang harus dilakukan adalah : 1) Media penyemaian berupa jerami atau sekam dengan ketebalan masing-masing 5 cm dalam 4 lapis dengan ketinggian 20-25 cm; 2) Kelembabannya terjaga dengan disemprot air 1-2 kali/minggu (jangan disiram); 3) Rimpang yang digunakan harus sehat, sudah dijemur ulang sekitar ½-1 hari dan memiliki 2-3 mata tunas; 4) Pencelupan rimpang ke dalam larutan desinfektan dan zat pengatur tumbuh; sekitar 1 menit sebelum dilakukan penyemaian di dalam media semai; 5) Penggunaan abu dapur atau sekam padi di bagian atas media semai; dan 6) Penyemaian benih dilakukan selama 2-4 minggu. Prosedur kerja dalam penyemaian harus sesuai SOP antara lain : 1) Siapkan media penyemaian yang bebas dari gulma, kotoran, batuan, dan tanaman pengganggu lainnya; 2) Jaga kelembaban media dengan disemprot air 1-2 kali/minggu (jangan disiram); 3) Gunakan rimpang yang sehat, sudah dijemur ulang sekitar ½-1 hari dan memiliki 2-3 mata tunas; 4) Lakukan pencelupan rimpang ke dalam larutan desinfektan dan zat pengatur tumbuh; 5) Gunakan abu dapur atau sekam padi di bagian atas media semai; dan 6) Lakukan penyemaian benih selama 2-4 minggu. Dengan memberikan penyuluhan kepada pelaku usaha komoditas jahe khususnya dalam hal pemilihan benih jahe yang tepat dan perlakuan persemaian yang sesuai SOP akan memberikan hasil produksi yang bukan saja tinggi tapi juga memberikan jenis jahe yan berkualitas baik sehinga dapat diterima pasar baik pasar dalam negeri maupun luar negeri sehingga dapat meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani. (Lilik Winarti, Penyuluh Ahli MUda, Pusluhtan) Sumber : Kementerian Pertanian Direktorat JeiIderal Hortikultura Direktorat Savuran Dan Tanaman Obat 2019