Peningkatan daya saing produk Tanaman Obat mendesak terus dilakukan seiring dengan meningkatnya permintaan produk Tanaman Obat baik dalam bentuk segar maupun sebagai bahan baku industri farmasi dan jamu. Faktor-faktor lain yang menyebabkan pentingnya peningkatan daya saing produk Tanaman Obat tersebut yaitu kepedulian konsumen terhadap keamanan pangan dan aspek lingkungan serta adanya persaingan yang semakin ketat antar negara produsen. Salah satu upaya yang dilakukan adalah perbaikan teknologi budidaya melalui penerapan Standar Operasional Prosedur (SOP) budidaya yang berdasar atas norma budidaya yang baik (Good Agriculture Practices/GAP). Kunyit (Curcuma domestica Val.) merupakan salah satu tanaman obat potensial, selain sebagai bahan baku obat juga dipakai sebagai bumbu dapur dan zat pewarna alami. Berdasarkan hasil survei tahun 2003, kebutuhan rimpang kunyit berdasarkan jumlahnya yang diserap oleh industri obat tradisional di Jawa Timur menduduki peringkatpertama dan di Jawa Tengah termasuk lima besar bersama-sama dengan bahan baku obat lainnya. Rimpangnya sangat bermanfaat sebagai antikoagulan, menurunkan tekanan darah, obat cacing, obat asma, penambah darah, mengobati sakit perut, penyakit hati,karminatif, stimulan, gatal-gatal, gigitan serangga, diare, rematik. Kandungan utama di dalam rimpangnya terdiri dari minyakatsiri, kurkumin, resin, oleoresin, desmetoksikurkumin, dan bidesmetoksikurkumin, damar, gom, lemak, protein, kalsium, fosfor dan besi. Zat warna kuning (kurkumin) dimanfaatkan sebagai pewarna untuk makanan manusia dan ternak. Kandungan kimia minyak atsiri kunyit terdiri dari ar-tumeron, α dan β-tumeron, tumerol, α-atlanton, β-kariofilen, linalol, 1,8 sineol. Teknologi budidaya yang mengikuti anjuran, dengan mengacu kepada penerapan SOP yang tepat, produksi rimpang kunyit segar mencapai 11 ton/ha, dengan kadar kurkumin 8 – 11%. Dalam berbudidaya kunyit yang benar, baik dan spesifik lokasi kegiatan yang perlu dilakukan meliputi : Pemilihan Lokasi, Pemilihan Benih, Penyiapan Benih, Penyiapan Lahan, Penanaman, Pemupukan, Pemeliharaan, Pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman (OPT), Panen, Pascapanen dan Pengemasan. Kegiatan Pemilihan Benih dan Penyiapan Benih sesuai SOP merupakan upaya utuk memperolehnya benih kunyit yang berkualitas baik dan siap ditanam. Pemilihan benih adalah proses seleksi bahan tanaman. Tujuan pemilihan benih adalah untuk menjamin stabilitas dan kepastian hasil budidaya tanaman. Informasi pokok untuk benih yang berkualitas harus mempunyai ciri-ciri: 1) Varietas unggul yang teridentifikasi dengan jelas asal usulnya; 2) Merupakan spesies/varietas murni yang tidak tercampur; 3) Bentuk, ukuran dan warna seragam; 4) Berasal dari tanaman induk yang sehat dan berumur 9 -10 bulan; 5) Tidak ada gejala penyakit layu bakteri, busuk akar rimpang, karat daun, bercak daun, busuk rimpang, dan nematoda akar; 6) Bila rimpang dipatahkan akan terlihat banyak serat; 7) Kulit kencang dan tidak mudah terkelupas; 8) Warna lebih mengkilat dan terlihat bernas; 9) Jika menggunakan anak rimpang mempunyai bobot antara 15-20 gram atau jika menggunakan rimpang induk maka dapat dibagi empat bagian (satu rimpang induk dibelah 4 membujur); 10) Rimpang mempunyai 2-3 mata tunas; 11) Benih tidak cacat fisik (luka, memar); dan 12) Kebutuhan benih 500 – 700 kg/ha untuk anak rimpang atau 1.000-1.500 kg/ha untuk rimpang induk (termasuk untuk sulaman). Alat dan bahan yang diperlukan pad a pemilihan benih kunyit anatar laian : benih (anakan atau indukan rimpang), dan abu pembakaran atau pasta dari semen. Prosedur kerja yang harus dijalankan : 1) Catat asal usul dan lama penggunaan benih induk; 2) Pilih tanaman induk yang berumur 9-10 bulan; 3) Pilih kulit rimpang yang kencang dan tidak mudah terkelupas; 4) Pilih warna yang lebih mengkilat dan terlihat bernas; 5) Pilih anak rimpang yang mempunyai bobot antara 15-20 gram atau jika menggunakan rimpang induk maka dapat dibagi empat bagian (satu rimpang induk dibelah 4 membujur); 6) Pilih rimpang yang mempunyai 2-3 mata tunas; 7) Tutup luka/bekas potongan rimpang untuk bibit dengan menggunakan abu pembakaran atau pasta yang terbuat dari semen; dan 8) Sisakan tanaman induk untuk ditanam kembali apabila diperlukan penyulaman. Setelah benih kunyit dipilih yang terbaik selanjutnya dilakukan penyiapan benih adalah proses penyediaan bahan tanaman/benih setelah melalui proses seleksi. Tujuan penyiapan benih adalah menyediakan benih yang berkualitas sehingga menjamin stabilitas dan kepastian hasil budidaya kunyit. Informasi pokok yang harus diperhatikan adalah : 1) Bila menggunakan bibit rimpang induk: 2) Rimpang induk dibelah menjadi empat bagian yang mengandung 2-3 mata; 3) Penjemuran dilakukan selama 3-4 jam selama 4-6 hari berturut-turut; 4) Bila menggunakan bibit rimpang anak (penyimpanan rimpang anak yang baru diambil dapat dilakukan di tempat lembab dan gelap selama 1-2 bulan, dan dilakukan pemotongan rimpang menjadi potongan-potongan berbobot 15-20 gram yang memiliki 2-3 mata tunas); dan 3) Benih ditunaskan terlebih dahulu di tempat lembab pada media pasir atau jerami, setelah tunas keluar ± 0,5-1 cm panjangnya dapat langsung ditanam ke lapang produksi. Alat dan bahan yang digunakan dalam penyiapan benih Antara lain : rimpang induk, rimpang anakan; dan sinar matahari. Prosedur kerja yang dilakukan adalah : 1) Bila menggunakan rimpang induk ( gunakan rimpang induk yang telah dibelah menjadi empat bagian yang mengandung 2-3 mata tunas; dan lakukan penjemuran selama 3-4 jam selama 4-6 hari berturut-turut sebelum ditanam); 2) Bila menggunakan rimpang anak ( lakukan penyimpanan rimpang anak yang baru diambil di tempat lembab dan gelap selama 1-2 bulan; dan lakukan pemotongan rimpang menjadi potongan-potongan berukuran 15-20 gram yang memiliki 2-3 mata tunas); 3) Benih ditunaskan terlebih dahulu, dengan panjang tunas ± 0,5-1 cm, siap ditanam. Dengan memberikan penyuluhan kepada pelaku usaha komoditas Kunyit khususnya dalam hal Pemilihan Benih dan Penyiapan Benih yang tepat sesuai SOP akan memberikan hasil produksi yang bukan saja tinggi tapi juga memberikan jenis kunjit yang berkualitas baik sehinga dapat diterima pasar baik pasar dalam negeri maupun luar negeri sehingga dapat meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani. Sumber : Kementerian Pertanian Direktorat JeiIderal Hortikultura Direktorat Savuran Dan Tanaman Obat 2019